Beranda > Artikel, linux > $75 Laptop ! (Rp.700.000,-)

$75 Laptop ! (Rp.700.000,-)

Setelah OLPC dengan XO-1 mengalami kenaikan harga menjadi $200 lebih dan menyebabkan perpecahan di dalam organisasi OLPC, maka Nicholas Negroponte mulai bergerak maju merencakan generasi kedua dari OLPC Laptop (XO-2) yang direncakan diluncurkan tahun 2010 dan per 10.000 unit akan berharga $75 perunit/ Rp.700.000,-. Masuk akal ? Mari kita tunggu saja.

Perbandingan ukuran fisik XO-1 dan XO-2 : (XO-2 sebelah kiri)

Versi XO-2 direncakan bisa dipasang sistem operasi selain Linux yakni Windows. Cukup menarik langkah ini karena pasti akan mengundang protes dan perpecahan baru di tubuh OLPC. Bagi pendukung Linux di dalam tubuh OLPC, membuka peluang mendidik anak-anak dengan Windows merupakan langkah kemunduran yang besar mengingat saat ini Linux sudah sangat user friendly dan merupakan sistem operasi gratis.

Meski bisa saja XO-2 dengan Windows dijual secara opsional, tak pelak kubu pendukung Linux-OLPC terutama dari negara yang telah resmi menggunakan OLPC-Linux seperti Peru, Uruguay, dll akan bergolak karena OLPC dianggap menyebabkan kebingungan di kalangan pendidik/tutor dan pengembang aplikasi. Namun Negroponte berkilah hanya akan menempatkan Windows sebagai langkah pemasaran OLPC ke negara yang telah resmi menggunakan Windows dalam kurikulumnya seperti Mesir.

Memang kontroversial si Negroponte ini. Tapi mungkin dia ada benarnya juga.

Mengenai XO-2 direncakan akan memiliki fitur dan wujud yang jauh lebih maju daripada XO-1 dengan harga yang jauh lebih murah. Hal ini tentu mengundang respon negatif dari pasar XO-1 karena 600.000 order telah dilakukan dan menanti pengiriman. Mereka tentu berpikir menghadapi situasi nasi telah menjadi bubur.

XO-2 didesain mengkonsumsi daya 1/3 lebih hemat, tanpa keyboard mekanis (diganti keyboard layar sentuh), dan berukuran lebih kecil dari XO-1. Direncanakan bisa berfungsi seperti e-book, laptop, dan meja sentuh/flat. Selain itu produk ini juga akan memliki layar lebih besar daripada pendahulunya karena posisi keyboard virtual bisa berubah sebagai layar juga. Ide bagus. Sedangkan fitur kamera dan MESH networking juga akan dipertahankan.

Bagaimana dengan Indonesia ? Saat ini pemerintah masih belum berada pada posisi membeli atau menolak OLPC. Mungkin masih ada masalah anggaran pendidikan. Jika tahun 2010 anggaran pendidikan sudah bisa 20 persen, mungkin bisa dipertimbangkan untuk XO-2 ?

Beberapa inisiatif telah dllakukan untuk menterjemahkan OLPC interface ke bahasa Indonesia. Dan ada inisiatif juga untuk membuat distro linux Indonesia khusus OLPC berbasis distro blankon.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: