Beranda > Artikel, Bisnis, Google, Google, Open Source, Internet, Open Source > Strategy Google vs Strategy Microsoft (2)

Strategy Google vs Strategy Microsoft (2)

Tulisan pertama :Strategy Google vs Strategy Microsoft (1)

Apa akibatnya buat kita pengguna internet ?
1. Jika Microsoft lebih meneruskan strategi melawan internet (seperti strategynya saat ini membangun SilverLight dirangkai Live.com atau nanti misalnya mengakuisisi Adobe), maka Google masih akan melenggang dengan advertising revenue-nya. Dan masih akan “santai” bertarung karena revenue Microsoft masih berbasis penjualan software tradisional. Dan kami meyakini, tak sadar kita pengguna internet akan lebih banyak memakai produk Microsoft kembali. Ketika pertarungan berakhir, kita sebagai pengguna akan mirip nasibnya seperti masa ketika kita terpaksa memakai Windows. Mesti membayar mahal, dan tidak mampu membelinya. Kalau toh mampu membelinya, kita tidak bisa memodifikasinya secara maksimal (karena dibikin tergantung produk mereka). Mengapa demikian ? Karena Microsoft menggunakan strategi yang sama ketika ia “menekuk” Apple di era 80-an. Apple adalah raja komputer PC beserta softwarenya saat Microsoft masih bekerjasama dengan Apple. Tanda-tanda itu mulai nampak dengan mulai mendatar-nya revenue Google. Jadi Google akan dibuat lengah.

2. Namun jika bandul Microsoft lebih condong ke arah bergabung dengan internet (seperti jadi membeli Yahoo, dan mulai menggeser revenuenya ke iklan). Maka  Google memperoleh kompetitor langsung yang telah terbukti mumpuni, profesional dan tak kenal ampun. Pertarungan akan lebih menarik, karena Google dkk, akan dipaksa lebih cepat mematangkan dan mengembangkan Open Web Standard. Seperti kita ketahui Google nampak terlalu santai menghadapi perkembangan internet. Bukannya memfokuskan resources-nya, Google nampak seperti sebuah universitas yang produk-produknya hanya siap untuk laboratorium namun kurang berhasil manakala diterjunkan di pasar sebenarnya (Picassa, Knol, Lively).

ericceogoogle

Ceo Google yg lebih mirip scientis ketimbang pebisnis

Sebaliknya, produk bagus dari luar yang diakusisinya tidak memberikan warna yang jelas pada masa depan Google (lihatlah Blogger yang mandeg inovasinya dan kalah inovatif dengan WordPress, atau YouTube yang sampai sekarang tidak jelas BEP-nya). Bayangkan dana yang diinvestasikan ke Project Virgle yg tujuannya membuat koloni di Mars (?). Atau Project 10^100 yang menjanjikan perbaikan sosial masyarakat dunia. Cukup aneh untuk sebuah perusahaan yang terdaftar di pasar modal yang seharusnya lebih “professional” atau fokus. Nampaknya Google lebih sibuk bertahan dan membangun citra anti-monopoli daripada menyerang. Bayangkan sampai setahun lewat Google Apps Engine yang sangat menarik karena menawarkan hosting di infrastruktur Google yang terkenal hebat itu, masih hanya mampu mensupport bahasa phyton. Isu support bahasa php dan java tidak kunjung tampak. Sedangkan pesaingnya di sektor cloud business tsb, Amazon AWS, telah lama membumbung tinggi dengan fitur multiplatform-nya.

Karena itu, berdoalah agar Microsoft jadi membeli Yahoo. Dengan demikian kita lebih berpeluang bersama-sama menggunakan Open Web Standard dan tidak mengulangi nasib kita di masa lalu. Semoga. Mungkin juga karena itulah kami masih mengandalkan Java Script dalam pekerjaan kami, siapa tahu terus berguna🙂.

  1. Februari 3, 2009 pukul 7:06 pm

    YouTube di beli khan karena Video market share. Tidak bisa di itung satu-satu per service untung ruginya. Gmail emang nyumbang banyak pageview iklan, tapi apa sesingnifikan itu?

    Memang yang pasti Google perlu pesaing yg serius, biar lebih seru🙂

    UO: tidak memberikan warna yang jelas pada masa depan Google = Misalnya $US 1.65 M (harga Youtube) itu diinvest ke Open Web Standart, mungkin standar video (HTML5) bisa lebih cepat hadirnya. Jadi, daripada membeli Youtube dan dibuat tergantung standard tertutup Adobe-Flash, bukankah Google lebih baik memajukan Google Video yang diubah berbasis standar terbuka HTML5 misalnya ?
    Mungkin bisa dicek disini:

    Persis, kompetisi itu penting. Kita para pengguna bisa menikmati hasilnya🙂. Thanks for your comment.

  2. Februari 4, 2009 pukul 4:39 am

    hm…bingung juga sih…tapi yang aku tahu, produk google kalah start up nya.

    UO: terimakasih commentnya🙂

  3. Februari 4, 2009 pukul 7:02 am

    Sampai saat ini produk google masih terbilang yang bisa diandalkan, selain mudah pencarian juga memiliki fitur yang sederhana, sehingga kebanyakan orang menggunakannya, walaupun disisi pasar global kalah bersaing dengan mikrosoft yang lebih memiliki net working yang luas juga teknologi yang supercanggih. Apapun ajang persaingan dalam produk internet akan lebih baik ada sehingga kita dapat dengan leluasa menggunkan produk dengan banyak pilihan, yang berdampak pada teknologi yang supercanggih lebih dikenal. Okay sukses untuk anda.

    Regards, agnessekar.wordpress.com

    UO: Trims da mampir🙂

  4. Februari 5, 2009 pukul 1:10 pm

    semua bisa saja terjadi

    UO:🙂

  1. Februari 2, 2009 pukul 3:47 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: