Beranda > Artikel > Singularity University (Kuliah Impian para Phd)

Singularity University (Kuliah Impian para Phd)

Setelah seseorang menyelesaikan S3 dengan title Summa atau Magna Cumlaude, maka ia akan terjun di masyarakat untuk mempraktekkan ilmunya. Setelah S3, maka tidak ada lagi universitas yang lebih tinggi levelnya yang bisa dikuti. Sudah full. Paling tinggi jika ia menjadi dosen, maka ia bisa memperoleh gelas professor. Atau jika sangat berhasil, bisa memperoleh gelar tambahan “Dr (dengan huruf “d” kapital)” atau Phd Honoris Causa. Bagaimana jika seseorang membuat universitas yang levelnya adalah diatas S3 ?

Didukung (lagi-lagi) Google dan NASA, sebuah universitas baru diluncurkan hari ini di ajang Konferensi tahunan TED (Technology, Entertainment and Design) California. Jika menilik aktor utamanya, Ray Kurzweil, maka bisa ditebak universitas ini bukan universitas biasa.

Ray, dikenal dengan bukunya yang kontroversial dan inspiratif. Di dalam buku tersebut, Ray memprediksi bahwa kekuatan komputer dan internet akan menjelma menjadi semacam “Intelegensi Buatan” yang lebih advanced dan menyempurnakan fungsi otak manusia yang terbatas, sehingga masalah-masalah kompleks umat manusia, pada akhirnya bisa dipecahkan. Misalnya masalah cuaca/iklim, ramalan gempa, atau juga masalah umur manusia (wuzz ?).

university

Lebih jauh Ray memprediksi akan munculnya Nanobot, yakni semacam organisma kecil buatan yang “hidup” dimana-mana. Entah itu permukaan kulit kita atau bahkan didalam aliran darah kita. Ada nanobot yang bertugas membersihkan darah kita dari toksin/racun, ada yang bertugas mengganti sel yang rusak, ada pula yang tugasnya membersihkan udara dari virus flu. Mereka “hidup” mandiri dan didesain bisa memperbaiki diri sendiri. Seperti film saja, bukan ?

Ray adalah orang pertama yang mendeklarasikan atau bercita-cita untuk hidup selamanya. Baginya, kematian adalah masalah rusaknya sel-sel, maka diatasi dengan mengganti sel-sel tersebut. Sama seperti jika ada tranplant ginjal. Sebagai bukti, Ray menunjukkan data statistik mengenai usia harapan hidup rata-rata manusia yang meningkat seiring dengan membaiknya kualitas makanan/asupan umat manusia. Jadi makanan yang baik, mengakibatkan supply sel sehat menjadi lebih baik. Selanjutnya meningkatkan kualitas hidup atau kesehatan manusia. Artinya, usia manusia adalah masalah teknis-biologis. Bukan masalah yang fixed. Jika kita sekarang beranggapan manusia rata-rata berusia 60 tahun, maka tidak mustahil ke depan bisa bertambah, atau bahkan (ambil napas) hidup selamanya (di luar masalah mati karena kecelakaan atau faktor X). Bagi Ray, bisa saja ditahun 2050 atau ke atas lagi, rata-rata usia manusia bisa mencapai 300 tahun. (Hiks, sama dengan usia kura-kura raksasa dong🙂 )

Kembali ke masalah Singularitas university, mengapa levelnya diatas S3 ? Pertama karena kurikulumnya yang mewajibkan para mahasiswanya untuk menghasilkan karya yang berupa terobosan baru untuk kemajuan teknologi dan umat manusia. Istilah mereka: Leading The Future atau Rintisan untuk Masa Depan. Kedua karena mahasiswanya adalah Tokoh-tokoh kunci perusahaan-perusahaan besar. Jadi outputnya jelas diatas level S3 yang mahasiswanya secara umum belum jadi “orang”, mahasiswa Singularitas University hanya 30-100 orang yang merupakan orang penting perusahaan multinasional. Contoh mahasiswanya ? Mungkin anda kenal : Larry Page dan Sergey Brin🙂

Well, ditunggu aja deh hasilnya. Toh meskipun universitas ini pada dasarnya terbuka bagi siapa saja, kalau kami ikutan daftar, pasti ditolak, minimal dilempar map ..

Mau cek daftar jadi mahasiswa: disini

Penulis: UO

  1. Februari 4, 2009 pukul 2:44 am

    Wow, cool. I think that’s a ultimate breakthrough for humanity, the science of death ? And take a new chance to get an immortal life ? Life is scientific cause, shortly.

    But, still, I hope that this idea will create something constructive for humanity, not just on earth, bigger…Longer…Greater…Unstopable

    Nice info, thanks

    UO: thanks dude, Ray wants to live forever ! There must be something wrong in his mind🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: