Beranda > Artikel, Google, Internet > Fenomena Baru: Real Time Search (2)

Fenomena Baru: Real Time Search (2)

Dalam tulisan kami terdahulu, kami membahas mengenai hadirnya fenomena baru diatas munculnya situs twitter.com berupa fitur pencarian dari twitter itu sendiri. Intinya jika anda membutuhkan suatu informasi yang bersifat real time, maka Google kemungkinan besar tidak bisa memenuhi kebutuhan anda, kecuali sedikit. Disinilah pentingnya search.twitter.com. Ia berisi informasi real time mengenai topik apa saja.

Sebagai contoh, kami tempo hari ingin mengetahui informasi mengenai pemenang Oscar. Kami menemukan bahwa twitter lebih cepat setidaknya 2 jam dari Google karena Google mengindeks setelah publikasi dilakukan, sedangkan Twitter berisi informasi spontan dari pengguna twitter yang tengah berkomunikasi dengan rekan mereka sendiri.

twitter

Beberapa hari kemudian menyusul berita bahwa Google membuat account di twitter, makin meyakinkan kami bahwa Google mulai memperhitungkan kehadiran twitter justru sejak fitur search.twitter.com menjadi fenomena. Paling tidak menurut kesaksian seorang pengguna twitter, saat ini -kalau dikalkulasi- search.twitter.com telah mengambil 10% dari aktivitas pencariannya untuk informasi-informasi apa saja.

Pergeseran ini memang menarik untuk dicermati, terlebih jika mengamati kehadiran Google yang berhasil mengalahkan search engine mapan saat itu, seperti inktomi, altavista, dan yahoo adalah dengan resep PageRank. Sebenarnya page rank adalah “perkawinan” atau “hibrida” genius dari mesin dan manusia.

Kalau search engine sebelum Google memasukkan unsur statistik dasar seperti jumlah kata kunci di suatu halaman web untuk menentukan peringkat halaman web tsb (yang paling banyak, itulah yang paling atas), maka Google memasukkan unsur perhitungan Hyperlink atau Rujukan sebagai faktor utama kalkulasi peringkat halaman web.

Dengan memasukkan Hyperlink yang notabene dibuat oleh manusia atau atas penilaian manusia (human judgement), maka terjadilah “ledakan” kualitas hasil pencarian oleh Google karena pada dasarnya, mesin dibantu manusia melalui proses hyperlink.

Dengan konteks ini sebenarnya search.twitter.com bisa dipahami. Ia mempertajam hyperlink dengan microblogging yang sering kali berisi link-link berkualitas tinggi murni hasil judgement manusia. Semakin banyak pengikut dari twitterer yang menulis update mereka yang berisi link, semakin tinggi pula “peringkat” link tersebut. Mirip sekali dengan konsep PageRank, hanya saja ini berupa real people, bukan website.

Twitter -mungkin tak sengaja- menemukan jenis baru dari perkawinan mesin dan manusia yang membuat Google “melirik” kehadirannya. Twitter adalah bentuk baru dari Human Powered Search Engine yang real time, yang berbeda dengan Google yang tidak real time.

Matt Cutts (Head Search Quality Google) pernah mengatakan bahwa Google tidak khawatir terhadap kehadiran Twitter, karena Google mampu mengindeks twitter dengan real time pula. Namun, setelah Twitter menolak pinangan FaceBook, Matt Cutts mulai merubah pandangannya dengan … joint twitter untuk memahami lebih dalam, apa yang dilihat FaceBook dari twitter. Tak lama setelah Matt joint twitter, menyusul Google sendiri yang joint. Apakah Google akan menawar twitter ? Kita lihat saja ke depannya.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: