Beranda > Artikel > Kelanjutan Teknologi Wireless

Kelanjutan Teknologi Wireless

Setidaknya 2 industri besar diramalkan akan mulai terganggu pasarnya jika teknologi baru temuan ilmuwan MIT ini dipasarkan secara massal 18 bulan lagi:

1. industri kabel listrik

2. industri baterai

Kok?

Witricity adalah perusahaan teknologi electric wireless pertama yang akan meluncurkan produk ini. Dengan transmitter dan receiver yang compact ukurannya, Witricity menawarkan solusi untuk mengalirkan listrik secara wireless ke peralatan rumah tangga.

Diperkenalkan pada ajang TED di Universitas Oxford London kemarin, teknologi ini benar-benar menjadi primadona dan menjadi bahan pembicaraan peserta konfrensi.

Bisa dibayangkan ke depannya dimana akan semakin banyak mobil listrik dipasarkan, produk ini akan mengalami booming yang luar biasa. (mungkin itu sebabnya dinamakan Witricity: Memancarkan energi listrik pada level kota?). Dan di dalam rumah, akan terbebas dari uluran kabel yang ribet dan mengganggu.

wirelesselectricity

wirelesselectricity2

Teknologinya dinamai sebagai teknologi resonansi magnetik yang bekerja berdasar prinsip fisika sederhana yakni resonansi suara.

Masih ingat cerita penyanyi opera yang mampu memecahkan gelas dengan suaranya ? Dengan cara yang sama alat ini bekerja, hanya bedanya alat ini bekerja pada tingkat electron.

Jadi ketika suara penyanyi opera tersebut mencapai frekuensi yang sama dengan nada resonansi gelas, maka gelas mulai menyerap energi gelombang suara tersebut dan mulai bergetar, sampai akhirnya semakin keras getarannya dan akhirnya memecahkan gelas tersebut.

Pada alat ini, gelombang electromagnetic dipancarkan dari transmitter dan diterima oleh receiver yang frekuensi resonansinya kurang lebih sama sehingga energi listrik bisa diserap oleh receiver untuk menghasilkan arus listrik dengan efisiensi s/d 95%.

Kami dulu mengira bahwa industri baterai akan menjadi industri yang semakin booming ke depan dengan penemuan teknologi baterai yang semakin maju. Namun dengan adanya teknologi ini, maka baterai menjadi tidak relevan (dan baterai sebenarnya menimbulkan polusi).

  1. wahyu am
    Juli 27, 2009 pukul 10:36 pm

    nice post ganšŸ˜€

  1. Desember 29, 2009 pukul 12:20 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: