Beranda > Bisnis, Google > Strategi Google vs Microsoft (3)

Strategi Google vs Microsoft (3)

Senada dengan tulisan kami sebelumnya mengenai strategi Google vs Microsoft, dua berita terakhir mengenai deal barter Yahoo-Microsoft yang mengindikasikan kecenderungan Microsoft untuk ‘bergabung’ dengan internet (dan bukan melawannya), lalu berita Chrome OS terbitan Google dan akuisisi Google terhadap On2 technologist sebagai ‘pilihan mandiri’ terhadap perkembangan internet  menunjukkan indikasi bahwa Google tengah berproses menuju percepatan open web standard.

Karena Microsoft bergabung dengan internet, Google dan strategi open web adalah jawaban atas masa depan internet. Kami berkeyakinan, sepanjang Google berpihak kepada open web maka revenue mereka akan terus tumbuh seiring pertambahan pengguna internet.

Apakah teknologi kompresi video yang dibeli Google dari On2 akan di-opensource-kan ? Tentu belum tentu🙂. Namun setidaknya hal ini mengindikasikan bahwa Google akan terus memperbaiki kualitas video youtube yang dianggap jelek untuk video high definition  dan perlahan tapi pasti melepas ketergantungan decoder video flash tertutup dari Adobe yang membuat Google hrs membayar 5 juta dollar setiap tahunnya (Youtube nampaknya menggunakan teknologi kompresi H.264 atau variasinya). Yang menarik, dengan pembelian On2 ini, sekarang Adobe malah menjadi client Google, karena ternyata Adobe membeli lisensi teknologi On2 untuk kompresi video flash.

Jika Youtube menggunakan teknologi On2 terbaru untuk video flashnya, maka penghematan bandwith secara rata-rata adalah s/d 40%.

pro2

Dan apakah Google tidak merugi dengan membeli On2 sebesar 100 juta dollar atau 20 kali lipat pengeluarannya di youtube? Mungkin tidak kalau melihat bahwa jumlah lisensi terjual dari teknologi On2 adalah sebesar 2 milyar licensi (jadi Google kulakan 0,05 dollar per lisensinya). Rupanya licensi On2 tidak hanya ada di web video, melainkan juga pada mobile devices. Nampaknya Google malah diuntungkan.

Selain Adobe, pelanggan On2 yang lain adalah Sun Microsystems for Java-FX, Skype for video conferencing dan Move Networks for delivering high definition web TV (HDTV di web).

Catatan penting lainnya adalah berita mengenai testing support HTML5 pada browser Chrome yang menjadi awal dari penerapan video tag pada elemen HTML untuk menjadi alternatif terhadap standar video tertutup flash.

Way to go Google !

  1. Oktober 27, 2009 pukul 4:18 am

    40% penurunan ya? wow makin asyik ntar buka youtube

  1. Mei 20, 2010 pukul 2:51 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: