Beranda > Google, Open Source, Open Source > Google Mempercepat Koneksi HTTP

Google Mempercepat Koneksi HTTP

Internet yang lebih cepat adalah dambaan seluruh pengguna internet. Setelah otak-atik HTML5 yang didesain akan semakin kecil ukuran filenya (coba lihat source HTML Google.com yang semakin kecil dari sebelumnya 8.7KB sekarang menjadi 6.9KB), maka sekarang giliran protokol HTTP yang coba dioverhaul oleh Google.

chromium

Dalam eksperimen terakhirnya, enginer Google mencoba membangun protokol yang lebih cepat dari HTTP. Dan dalam percobaan tersebut bisa dicapai percepatan maksimal sampai 65% dibandingkan protokol HTTP. Dengan demikian target penghematan load time s/d 2 kali lebih cepat dari HTTP telah dicapai dalam lab Google.

Kode untuk project ini adalah SPDY atau dibaca ‘Speedy’. Jadi ilmuwan Google membuat dari awal sebuah protokol setara HTTP yang lebih cepat yang didasarkan pada 3 pendekatan utama:

1. multiplexed streams, yakni fitur yang membuat protokol SPDY akan mampu dilewati banyak-bahkan unlimited paket data yang tidak berasal dari satu proses client-server yang sama. Jadi tidak menunggu satu proses selesai dikirim dan diproses server, client sudah bisa mengirim request yang lain. Dan sebaliknya.

Pada protokol awal HTTP, terdapat delay 500ms per request untuk diselesaikan barulah request berikutnya bisa terkirim (Single request per connection). Sebelum project ini ada, produsen web browser mengatasi masalah delay ini dengan membuka banyak koneksi sekaligus ke web server. Namun hal ini kerap kali dibatasi sendiri oleh web server untuk menghindari overload koneksi atau DDOS.

Begitu pula dengan HTTP Pipelining yang membolehkan multiple request dalam satu koneksi TCP-IP, namun jika satu request mengalami masalah dalam perjalanannya akan menghambat request berikutnya. Hal ini berbeda dengan pendekatan SPDY yang bersifat multiple access back forward.

Dengan proposal Google ini, tidak diperlukan lagi banyak koneksi ke server yang membuat server terlampau sibuk menghandle koneksi TCP-IP. Lagi pula jika satu client bisa atau boleh membuka banyak koneksi TCP-IP ke suatu web server, maka ini membuka peluang DDOS terhadap web server tersebut.

2. request prioritization

3. HTTP header compression dan no redundant HTTP Header

Selain mengkompresi header (yang membuat inisiasi situs lebih cepat), HTTP header yang tidak perlu dikirim ulang tidak akan dikirim lagi. Headers seperti ‘User-Agent’, ‘Host’, dan ‘Accept*’ umumnya akan tetap sepanjang koneksi sehingga tidak perlu dikirim ulang.

———-

Percobaan Google ini ditujukan tidak untuk menggantikan HTTP, melainkan untuk menjadi alternatif yang bersandingan dengan HTTP. Sehingga browser chrome dari Google nanti akan otomatis memilih menggunakan protokol mana yang disupport suatu web server.

Beberapa artikel yang berkaitan ada di link ini.

Update:

Untuk mencoba protokol SPDY ini hanya diperlukan browser Chrome dari Google sendiri. Namun krn masih dalam lab Google, belum ada web server yang mensupportnya.

 

  1. k4u
    November 25, 2009 pukul 8:01 pm

    wih emang top dah pak google

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: