Beranda > Artikel, teknologi > (Menyambut) Konferensi Iklim 2009

(Menyambut) Konferensi Iklim 2009

Setelah Bali Road Map disetujui oleh negara-negara penting seperti USA, UniEropa, China, Rusia, Jepang, dan India pada Desember tahun 2007, maka dua tahun terakhir ini telah terjadi proses negosiasi – yang alot – diantara negara-negara tsb. Utamanya USA yang mewakili sosok negara kaya dan maju dan China sebagai sosok yang mewakili negara berkembang.

Negara maju tidak ingin terjadi kemunduran dalam ekonominya karena pengurangan skala emisi industrinya (polusi) dan negara berkembang juga tidak mau laju ekonominya tertahan. Yang satu tidak bersedia mundur, yang lain enggan mengurangi kecepatan. Padahal bukti perubahan iklim telah nyata terjadi di segala penjuru bumi.

Dua pihak ini mirip dua orang yang sedang menodongkan pistolnya satu sama lain. Diam tak bergerak. Ini yang akan menarik untuk dilihat pada konferensi perubahan iklim di Copenhagen Denmark besok (COP 15).

China dan Jepang menginginkan USA dan UniEropa bisa memotong emisi carbonnya s/d 40% per tahun 2020. Di sisi lain Obama akan menawarkan posisi 17% atau maksimal sedikit dibawah 20% per tahun 2020 seperti rancangan Undang-undang yang telah lolos senat Amerika dengan catatan ada janji akan mencapai pengurangan s/d 83% pada tahun 2050.

Yang bikin geli adalah, China dan Jepang menghitung 40% dari level emisi tahun 1990, sedangkan Obama menawarkan 83% dari level emisi tahun 2005.🙂 Tuntutan pihak yang satu dan tawaran pihak kedua nggak nyambung. Yang satu menodong harta segera, yang ditarget memberikan harta setelah nanti jadi (lebih) kaya.

Mengapa konferensi ini penting ? Karena selama 15 atau bahkan 20 tahun terakhir ini, negara-negara saling main hancur-hancuran dengan emisinya. Alasan mereka, USA, negara terbesar emisinya, tidak mau ikut protokol Kyoto. Momentum COP ke 15 ini diharapkan tidak juga menjadi sekedar ajang pernyataan untuk negosiasi ulang, namun telah menyentuh aksi nyata yang mengikat semua pihak.

Semoga.

Update:

1. Presiden konferensi Connie Hedegaard mengungkapkan optimismenya melihat peran negara-negara kunci, diantaranya Indonesia, Jepang, dan India, yang bisa memberi momentum positif terjadinya kesepakatan kongkrit di Copenhagen besok.

2. NASA dan Cisco bekerjasama untuk membuat upaya global dalam membuat monitoring perubahan iklim secara terintegrasi. Baik data dari laut, kutub, daratan, atmosfer, disatukan dalam situs yang bisa diakses siapa saja. Link Planetary Skin ada disini.

3. Dunia tidak semakin dingin demikian laporan terbaru World Meteorological Organization.

Update 20 Desember 2009 :

Akhirnya COP 15 gagal menyepakati aksi nyata yang mengikat. Lagi-lagi USA dan China saling berlomba untuk jadi yang paling belakang dalam urusan pengurangan emisi. Kalau dalam COP 13 dihasilkan Bali Road Map yang berhasil memasukkan USA dalam perundingan, maka COP 15 berakhir dengan hasil tidak kongkrit karena tidak mengikat, yg ada adalah komitmen-komitment yang tidak sanksinya. Dengan demikian dunia akan meluncur aman ke suhu lebih panas 3 derajat dan beruang kutub hanya bisa menangis.

  1. Desember 7, 2009 pukul 2:29 am

    wuiih punyeng ane bacanya gan

    UO: iya saya juga puyeng, nggak tahu kenapa gaya bahasa saya jadi begitu🙂 mungkin kebanyakan bahan jadi terlalu banyak yang ingin dituangkan dalam satu tulisan pendek (nah kumat lagi kan) hehe

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: