Beranda > Google, informasi teknologi > Pasar Baru Google: Alat Penerjemah Real Time

Pasar Baru Google: Alat Penerjemah Real Time

Franz Och dari Google Translation Services mengumumkan bahwa Google telah memulai pembuatan software untuk mobile phone [android] yang mampu menerjemahkan pembicaraan kita ke bahasa asing dan sebaliknya. Bank data bahasa Google s/d sekarang ada sekitar 50 bahasa. Sejauh ini, klaim Franz, meski mash harus menunggu beberapa tahun lagi, software penerjemah real time ini berfungsi cukup memuaskan.

Cara kerjanya, mirip proses penerjemah professional. Jadi kita berbicara sampai jeda, lalu aplikasi ini akan menerjemahkannya setelah cukup memahami maksud pembicaraan kita. Lawan bicara mendengarkan hasil terjemahan tersebut sampai selesai, kemudian sebaliknya, lawan bicara kita berbicara merespon dengan bahasanya sendiri, lalu software menerjemahkan langsung di handphone kita dalam bahasa kita.

Sebelumnya, dengan akuisisi Grand Central, Google telah memiliki teknologi untuk voice recognition. Mengubah kata-kata yang diucapkan langsung menjadi input buat search engine Google. Dengan teknologi ini tak perlu repot-repot mengetikkan ke keypad mobile phone yang terbatas. Cukup sebutkan maka Google search langsung dijalankan.

Selain akuisisi yang mempercepat penguasaan teknologi Google, Google sendiri secara internal terus mematangkan teknologi penerjemahan dengan teknologi komputer quantumnya. Tantangannya ada pada besarnya variasi suara dan dialek dalam satu bahasa. Untungnya, mobile phone adalah alat yang pribadi, sehingga ini memungkinkan software untuk mempelajari sample suara spesifik penggunanya. Semakin sering dipergunakan, semakin cerdaslah software ini untuk mengenali penggunanya.

Bisa dibayangkan besarnya market untuk alat ini kalau Google berhasil menjadi yang tercepat di pasar baru ini. Kursus bahasa, jasa penerjemah, dll akan mengalami kehancuran alamiah. Batasan bahasa  tidak menjadi masalah lagi. Dan beberapa tahun lagi akan umum ditemui, dua orang yang berbicara dengan bahasa masing-masing: berbicara via telepon sambil berhadapan langsung🙂

Link beritanya ada disini.

  1. Februari 9, 2010 pukul 7:09 am

    sudah klik link beritanya..

    ya bisa terjadi, seperti ramalan matinya media cetak, yang belum terjadi sampai sekarang.

    semoga saja janji google ini tidak seperti janji microsoft, saya sudah melatih desktop dan laptop saya habis-habisan untuk bejalar perintah via suara… tidak berhasil, jadi teringat telepon genggam, voice dialing, juga tidak berhasil.

    dan bagaimana rasanya berbicara dengan “mesin” hal-hal seperti ini sangat menarik bagi orang Asia yang market driven, tidak begitu menarik bagi orang Eropa yang bisa men-drive market.

    sisi positifnya? informasi bisa berkembang lebih baik, kemungkinan interaksi tanpa batas, dan mudah-mudahan, manusia-manusia yang lebih cerdas.

    UO: voice dialling tidak berhasil ? rasanya kok voice dialing sudah cukup berhasil diterapkan beberapa tahun yang lalu.
    Kami membuktikannya sendiri meskipun masih terbatas, bisa berjalan dengan baik dengan Ericcson T20.

    T20

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: