Beranda > Artikel, Bisnis, Google, teknologi, Trend > Apakah Android Things akan sesukses Android Tablet/HP ?

Apakah Android Things akan sesukses Android Tablet/HP ?

Google tengah menguji coba lini produk baru untuk (makin) mendominasi jagad teknologi. Android Things adalah sistem operasi besutan Google yang ditujukan untuk menjadi operating system alat-alat embed. Misalnya kunci pintu otomatis, robot, CCTV, dan lain-lain.

Saat ini (Maret 2017), Android Things masih berada pada tahap Developer Preview, dimana  masih memerlukan primary feedback untuk penyempurnaan produk selanjutnya. Diharapkan developer perintis akan menelurkan produk killer yang nantinya bisa menjadi startup untuk perusahaan alat-alat embed. (iRobot anyone ?)

android-things

Ciri utama alat-alat embed dalam pemahaman Android Things adalah:

  1. Low Battery usage device
  2. Mengutamakan fungsi alat sensor
  3. Mempromosikan headless device/tanpa layar
  4. Menjalankan satu aplikasi utama dengan fungsi spesifik setelah boot
  5. Hanya menjalankan subset dari Android API

Untuk menjawab pertanyaan apakah Android Things akan sesukses Android Tablet/HP, perlu dicatat bahwa, generasi awal Android Tablet/HP juga memulai dengan lambat dan penuh masalah. Namun setelah perusahaan raksasa (ie. Samsung, Sony Ericcson, etc) ikut terjun menjual Android, maka Android mampu mendominasi pasar ponsel dunia.

Tabrakan Pasar

Namun ada satu hal yang berbeda secara fundamental dari keduanya, yang ironisnya, justru disebabkan oleh salah satunya.

Android Things memulai ketika Android telah sukses di pasaran. Dan karena android things adalah subset atau produk turunan dari Android, maka banyak terdapat device android yang bisa di root sampai level barebone. Kondisi ini menyebabkan “irisan” terhadap pasar Android things nantinya.

Dengan kata lain, akan terdapat pilihan: apakah membeli alat embed atau memodifikasi tablet/hape android yang berlimpah di pasaran. Sebagai perbandingan sederhana Rasberry PI 3 yang dijual pada harga massal sekitar  $25, sedangkan HP android murah bisa dijual pada level massal pada harga hanya $12.

Saat ini terdapat banyak android programmer dengan level DIY/hobby  yang mampu membuat aplikasi custom di dalam handset mereka. Di sisi lain, Android adalah open source yang memudahkan seseorang untuk kopi paste program untuk kepentingan mereka sendiri. Jika non profesional programmer saja mampu membuat program custom untuk keperluan mereka, bagaimanakah dengan perusahaan besar yang “membelokkan” lini android mereka untuk pasar embed ?

Pasar yang berbeda

Yang masih belum jelas adalah, bagaimanakah model bisnis yang hendak dikembangkan ? Mengingat iklan tidaklah relevan dengan pasar embed (karena tanpa display atau layar), maka akan menjadi menarik bagaimanakah temuan model bisnis untuk segmen pasar ini. Atau justru akan kembali ke model yang lebih tradisional.

Tentunya hal ini telah dipikirkan oleh Google. Itulah mungkin sebabnya, Google membuat  induk perusahaan baru yakni Alphabet. Seperti kita ketahui cara berpikir Alphabet adalah Google ketika di awal masa Google berdiri, sebelum ia dipimpin Eric Schmidt, yakni ketika Google begitu inovatif dan “berbeda”. Alphabet didirikan agar mereka tidak terkungkung oleh model bisnis iklan semata. Saat ini Alphabet tak hanya mengurusi model bisnis advertising, namun juga model bisnis lain yang lebih tradisional: Hardware (Nexus, Google Fiber). Juga yang lebih progresif: Google Contact Lens, rahasia panjang umur, dan, tentu saja, driverless car. Ow, dan tentu saja: menjadi investor untuk perusahaan inovatif lain seperti Uber, Slack, Carbon.

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: