Arsip

Posts Tagged ‘Android’

Bye Bye TV, Hello Google TV!

Mei 21, 2010 Tinggalkan komentar

Hari ini, Google meluncurkan Google TV. Alat baru yang merupakan TV yang tidak sekedar TV biasa. Alat ini dilengkapi program yang berjalan via internet. WIFI, etc.

Google TV akan punya HDMI, Intel CE4100 processor, keyboards, dan handset Android devices bisa berfungsi sebagai remote

Voice search ! untuk mencari konten dan mengirimkan konten dari handphone untuk disimpan di TV. Software Google TV ini berbasis Android dengan Chrome web browser yang support Flash 10.1.

Karena ini Android maka Android Market — semua aplikasi non handphone bisa jalan di Google TV. Tahun depan akan diluncurkan Google TV-specific Android SDK bersamaan dengan peluncuran Android Market untuk Google TV.

Kalau anda punya games bisa juga diport ke Android ­čÖé

Android Tablet !

Mei 21, 2010 2 komentar

——–

Name :┬áNvidia’s Tegra 2

Manufacturer : Nvidia

Size : 8.9-inch tablet,

Chip : a dual core ARM Cortex A9 (chip yang lebih baik drpd iPad’s A4)

RAM : 1 gig of RAM (iPad’s=512)

Harga : Belum ada. Masih sample. Rencana harga $300-$400.

Lain-lain :two USB ports, dan a front-facing camera.

Link : http://gizmodo.com/5543026

———–

Pilih mana iPad yang simple tapi closed source atau Android yang kaya aplikasi dan open source ?

Tag:

Trend Android Terus Meningkat

Maret 13, 2010 1 komentar

Triwulan terakhir ini, platform Android mencatat kenaikan cukup fantastis, yakni naik 4.3% dari seluruh total market share smartphone. Di pihak lain platform Microsoft tercatat menurun 4%. Cukup fantastis karena 4% ini berarti naik 154% dari sebelumnya.

Sementara itu platform iPhone Apple naik sedikit sebesar 0.3% dengan sekitar 25% penguasaan pasar. Dan BB (BlackBerry) masih memimpin pasar dengan 43% market share.

Sementara platform Palm semakin terpinggirkan dengan market share sebesar 5.7%, menurun 2.1% dari sebelumya.

Pasar Baru Google: Alat Penerjemah Real Time

Februari 9, 2010 1 komentar

Franz Och dari Google Translation Services mengumumkan bahwa Google telah memulai pembuatan software untuk mobile phone [android] yang mampu menerjemahkan pembicaraan kita ke bahasa asing dan sebaliknya. Bank data bahasa Google s/d sekarang ada sekitar 50 bahasa. Sejauh ini, klaim Franz, meski mash harus menunggu beberapa tahun lagi, software penerjemah real time ini berfungsi cukup memuaskan.

Cara kerjanya, mirip proses penerjemah professional. Jadi kita berbicara sampai jeda, lalu aplikasi ini akan menerjemahkannya setelah cukup memahami maksud pembicaraan kita. Lawan bicara mendengarkan hasil terjemahan tersebut sampai selesai, kemudian sebaliknya, lawan bicara kita berbicara merespon dengan bahasanya sendiri, lalu software menerjemahkan langsung di handphone kita dalam bahasa kita.

Sebelumnya, dengan akuisisi Grand Central, Google telah memiliki teknologi untuk voice recognition. Mengubah kata-kata yang diucapkan langsung menjadi input buat search engine Google. Dengan teknologi ini tak perlu repot-repot mengetikkan ke keypad mobile phone yang terbatas. Cukup sebutkan maka Google search langsung dijalankan.

Selain akuisisi yang mempercepat penguasaan teknologi Google, Google sendiri secara internal terus mematangkan teknologi penerjemahan dengan teknologi komputer quantumnya. Tantangannya ada pada besarnya variasi suara dan dialek dalam satu bahasa. Untungnya, mobile phone adalah alat yang pribadi, sehingga ini memungkinkan software untuk mempelajari sample suara spesifik penggunanya. Semakin sering dipergunakan, semakin cerdaslah software ini untuk mengenali penggunanya.

Bisa dibayangkan besarnya market untuk alat ini kalau Google berhasil menjadi yang tercepat di pasar baru ini. Kursus bahasa, jasa penerjemah, dll akan mengalami kehancuran alamiah. Batasan bahasa┬á tidak menjadi masalah lagi. Dan beberapa tahun lagi akan umum ditemui, dua orang yang berbicara dengan bahasa masing-masing: berbicara via telepon sambil berhadapan langsung ­čÖé

Link beritanya ada disini.

Android Booming

Desember 12, 2009 1 komentar

Setelah hanya meluncurkan satu handset yakni handset G1 pada tahun 2008. Nampaknya tahun depan akan menjadi tahun keemasan handset berbasis Android.

Sebuah riset perusahaan pemasaran bernama CCS Insight menyatakan pada tahun 2010 jumlah handset Android yang akan meluncur bisa mencapai 50 macam !

Acer dikabarkan akan meluncurkan 5 – 6 handset. Sony Erricson minimal 1 yakni Xperia X10, Motorola 10 macam, dan HTC minimal 5 handset. Belum lagi pabrikan lain seperti Samsung, Huawei, LG, dll. Dikabarkan mereka juga menyiapkan handset Android untuk tahun depan.

Motorola jelas akan meluncurkan lebih banyak handset menyusul sukses Motorola Droid dipasaran. Sebuah laporan menyebutkan pemasaran Droid sukses tidak hanya di Amerika namun juga sukses di Eropa.

Update:

Motorola segera meluncurkan produk kedua yang akan ditenagai Android.

Dell juga meluncurkan smartphone berbasis Android

Android Terus Merangsek Maju

November 24, 2009 1 komentar

Android berhasil mencapai 20% pangsa pasar di USA Oktober 2009 lalu. Ini berarti terjadi kenaikan dari 7% bulan sebelumnya. Faktor utama yang menyebabkan ialah suksesnya handset Verizon-Motorola yakni bernama Droid di pasar Amerika yang mengambil s/d 24% pasar Android memperbesar total market share s/d 20% dari sebelumnya 13%.

Menyusul suksesnya Droid di pasar Amerika, Google dengan cepat memotong harga handset Droid dari $200 menjadi hanya $119!. Dan bersamaan dengan itu aplikasi andalan pada handset Droid yakni Google Maps Navigation yang memberikan aplikasi GPS gratis itu, secara resmi mulai dipaketkan bersama Android 1.6 agar handset lainnya bisa mempergunakannya (expanding availability).

Update:

Acer menjadi pabrikan berikutnya yang terjun ke pasar Android, setelah HTC, Sony Ericsson, Samsung, dan Motorola beberapa waktu yang lalu.

Pasar Android tercatat mencapai 3.5% pada global market share September kemarin dibandingkan 0% tahun lalu. Sementara Microsoft WinMo turun dari 13.6% ke 8.8% market share.

Google Chrome OS Segera Diluncurkan

November 13, 2009 1 komentar

Seperti dirilis oleh techcrunch baru-baru ini, Google Chrome OS akan segera diluncurkan versi betanya pada November 2009 ini. Dan techcunch mencatat titik lemah Google Chrome Operating System ini akan terletak pada minimnya support terhadap hardware yang ada di pasaran.

chromeosJika melihat Google Chrome OS yang berbasiskan linux maka sinyalemen techcrunch ini mungkin ada benarnya. Mengingat begitu repotnya pengguna linux jika dihadapkan pada driver hardware unik  yang belum disupport oleh kernel.

Untuk mengantisipasi hal ini, rumornya Google telah menggaji khusus banyak programmer linux handal untuk membuat driver set yang ready begitu Chrome OS meluncur nantinya. Di pihak lain, Google juga terus menggencarkan kerjasama dengan pabrikan hardware PC dan Netbook ternama untuk membuat produk-produk PC dan Netbook mereka menjadi ‘Chrome Ready’. Diantaranya ialah Acer, Adobe, ASUS, Freescale, Hewlett-Packard, Lenovo, Qualcomm, Texas Instruments, dan Toshiba. Dengan kata lain hampir seluruh pabrikan merk ternama yang akan mendukung Chrome OS.

Jadi nampaknya, Google tidak ingin terlalu dipusingkan dengan banyaknya hardware-hardware unik yang drivernya hanya ada untuk Windows atau Mac. Mirip langkah Google pada project Android, yang awalnya hanya meluncurkan macam handset yang sangat terbatas, namun begitu sukses di pasaran, malah banyak terjadi porting sukarela  platform Andoid ke netbook oleh komunitas netbook itu sendiri.

Update 29 Desember 2009:

Google juga akan meluncurkan netbook merk sendiri yang ditenagai Google Chrome OS. Link ini menggambarkan lebih lengkap mengenai kabar tersebut.