Arsip

Posts Tagged ‘Apple’

Strategy Apple: Kompetisi Ketat

April 11, 2010 Tinggalkan komentar

Untuk memacu inovasi, nampaknya Steve Jobs butuh motivasi lebih. Percaya akan kemampuan para insiyurnya adalah satu hal, hal lainnya adalah medan peperangan agar perusahaan terpacu untuk menjadi no 1.

Kali ini tak hanya bermusuhan dengan Microsoft, Google dan Adobe pun perlu diperhitungkan sebagai kompetitor.

1. Di masa lalu perseteruan Steve Jobs dan Bill Gates pernah mengemuka, karena Steve menuduh Bill Gates mencuri desain User Interface pada Komputer Desktop Lisa menjadi Windows. Namun kemudian Bill Gates mampu membalik keadaan dengan membuktikan bahwa desain Lisa sebenarnya mencuri karya para insinyur Labs Xerox.

2. Steve baru-baru saja mengungkapkan kebenciannya kepada Eric Schmidt karena kegagalan Apple mengakuisi Admob setelah kalah dari Google. Ungkapan personal ini memang terbilang ksatria karena Steve menganggap kegagalan Apple adalah kegagalan dirinya. Apple is Steve, Steve is Apple.

3. Terakhir Adobe yang kena getahnya. Platform Flash diposisikan sebagai haram berjalan di seluruh product Apple. Senior Research Scientist Adobe, Dan Goldman mengungkapkan bahwa praktek Apple ini tergolong tidak etis karena jika alasan pertama Apple bahwa Flash menghabiskan baterai iPhone bisa diterima oleh Adobe. Namun ketika Adobe menawarkan Compiler Flash untuk Apple yang didesain khusus yang hemat baterai juga juga ditolak, Dan Goldman menganggap Apple telah menjadi perusahaan yang sangat tertutup, anti kompetisi, anti developer, dan anti konsumen. Ia menganggap Apple tidak pro open web dan karena itu Adobe telah mendaftarkan tuntutan hukum ke pengadilan.

Well, product Apple memang luar biasa, kami percaya produk-produk Apple akan semakin diterima pasar karena Apple di satu sisi mirip Adobe yang punya Flash. Apple sangat fokus dengan keahliannya. Meskipun Steve terlihat memusuhi semua pihak, namun kami percaya Steve dan Apple hanya menginginkan agar produknya tidak keluar dari benak konsumen satu detik pun.

Tag:,

Produk Apple Berikutnya: Wearable Computer ?

Maret 18, 2010 Tinggalkan komentar

Apple dikabarkan mempekerjakan seorang ilmuwan komputer yang sangat dikenal sebagai ahli dalam masalah design jaringan pada wearable computer atau komputer  yang bisa dikenakan/dipakai.

Richard deVaul baru-baru ini dikabarkan telah menyetujui kontrak kerja dengan Apple. Sebelumnya ia dikenal sebagai ahli wearable computer dari MIT yang memegang patent produk di bidang ini.

Wearable Computer memiliki tantangan yang sedikit berbeda dengan komputer desktop atau laptop pada umumnya. Bisa terdapat banyak cara untuk input selain keyboard dan mouse, yang disesuaikan dengan letak sensor. Misalnya di pergelangan tangan terdapat gelang untuk microphone dan di jari tangan terdapat cincin yang bisa dilepas untuk kemudian dipergunakan sebagai earphone.

Jadi terdapat kompleksitas yang unik pada jenis lini produk baru ini. Gagasan ini bisa anda temukan pada link berikut.

Trend Android Terus Meningkat

Maret 13, 2010 1 komentar

Triwulan terakhir ini, platform Android mencatat kenaikan cukup fantastis, yakni naik 4.3% dari seluruh total market share smartphone. Di pihak lain platform Microsoft tercatat menurun 4%. Cukup fantastis karena 4% ini berarti naik 154% dari sebelumnya.

Sementara itu platform iPhone Apple naik sedikit sebesar 0.3% dengan sekitar 25% penguasaan pasar. Dan BB (BlackBerry) masih memimpin pasar dengan 43% market share.

Sementara platform Palm semakin terpinggirkan dengan market share sebesar 5.7%, menurun 2.1% dari sebelumya.

Spesifikasi iPad Resmi Diumumkan: Karya Terbaik Steve Jobs

Januari 28, 2010 Tinggalkan komentar

Setelah cukup lama media berlomba meluncurkan rumor dan spekulasi, akhirnya Apple meluncurkan iPad di Yerba Buena Center San Fransisco. Seperti biasa Steve Jobs tampil dalam acara yang dikemas dramatis dan mengesankan. Dengan background panggung dibuat hitam pekat menyisakan hanya pembicara di panggung bersama iPad.

1. Setengah inci tebalnya

2. beratnya hanya 1,5 kg,

3. dengan 9,7 inci layar sentuh kapasitif display LCD IPS,

4. 1GHz kustom Apple “A4” chip teknologi PA Semi team,

5. 10 jam baterai (nonton video 10 jam)! dan 1 bulan standby.

6. Dilengkapi SSD flash storage kapasitas 16, 32, dan paling besar 64GB,

7. Ada 30-pin konektor Dock, sebuah loudspeaker, mikrofon, Bluetooth, 802.11n WiFi dan opsional 3G, serta teknologi accelerometer dan kompas.

8. Ada juga dock untuk keyboard, terhubung di bawah iPad dalam orientasi vertikal,

9. support hingga 1024×768 VGA out dan 480p komposit video melalui dock baru adaptor kabel,

10. [opsional] kamera digital kit memungkinkan Anda mengimpor foto dari kamera Anda di atas USB atau langsung melalui SD card.

11. Perangkat ini nyambung ke iTunes, persis seperti iPhone – Anda bisa sync semuanya ke Mac Anda.

12. Dapat menjalankan iPhone apps – dalam ukuran sebuah window, atau ukuran dua kali lipat (fullscreen) – selain itu developer apps dapat juga membuat aplikasi dengan ukuran layar seukuran OS iPhone.

13. Untuk saat ini, versi 3G berjalan pada jaringan AT & T dan dilengkapi dengan paket data: 250MB untuk $14,99 dan paket data unlimited seharga $29,99 per bulan bebas kontrak. Aktivasi cukup melalui iPad, sehingga Anda dapat mengaktifkan dan membatalkan kapan saja Anda inginkan.

14. Setiap iPad dilengkapi dengan slot GSM-unlocked sehingga dapat digunakan dengan network GSM mana saja termasuk GSM Indonesia. Meski begitu iPad belum akan dijual secara internasional – Steve Jobs mengatakan musim panas ini akan ada berita baru lagi…

15. Harga dimulai pada $499 untuk 16GB, 32GB harganya $599, dan $699 untuk 64GB. Fitur 3G ketambahan biaya sebesar $130 per model, sehingga model paling mahal (64GB/3G) adalah $829. Tipe model WiFi direncanakan akan hadir dalam 60 hari, dan model 3G akan hadir dalam 90 hari.

————————————

Note:

Dalam peluncuran iPad kemarin, Steve Jobs juga memperkenalkan konsep-konsep baru yang berkaitan dengan iPad.

iWork adalah mode iPad untuk bekerja. Di dalamnya terdapat paket  aplikasi office sehingga anda bisa bekerja dimana saja dan kapan saja.

iBook adalah mode iPad untuk ebook reader (berbayar, satu buku kira-kira di kisaran $5). Dengannya anda bisa membaca buku favorit anda dari jaringan penerbit tertentu (Penguin, Macmillion, Simon & Shuster) dan terdapat pilihan merubah jenis font ke font favorit anda. Font yang anda lebih mudah membacanya.

Game ! iPad dilengkapi game kualitas grafis tinggi yang dilengkapi Game control untuk “Need For Speed” dari EA (Electronic Arts).

———–

Beberapa ringkasan :

1. iPad adalah lini produk yang berada diantara smartphone dan laptop. Dengan kata lain, iPad adalah Netbook ! Namun dibuat lebih fancy dan bentuknya lebih mirip smartphone. Kalau netbook adalah smartphone dengan kemampuan laptop dan dengan kemasan laptop, maka iPad adalah laptop dengan kemasan smartphone yang lebih besar.

2. No Multitasking tetapi dgn processor hanya 1Ghz, performance iPad setara laptop high-end dengan processor lebih cepat. Dengan bergurau Steve juga mengatakan No Multitasking berarti juga No Annoying Pop Up !

3. Untuk mendorong perhatian masyarakat teknologi kepada iPad, Steve menggunakan kalimat “Produk paling penting yang pernah ia buat selama ini”. Cukup hiperbolik, namun mungkin Steve ingin menyampaikan bahwa iPad adalah puncak karya teknologinya selama ini.

4. Fitur paling menarik adalah daya tahan baterainya yg menonjol. 10 jam operating time jelas lebih lama dari rata-rata netbook yang maksimal 8 jam. Plus standby 1 bulan !

—————-

Update :

Kritik terhadap iPad

Amazon Kindle merespon. iPad memang menjadi ancaman serius bagi Kindle karena iPad adalah eBook reader plus netbook.

Lini Produk Baru Apple: Apple Tablet

Desember 10, 2009 1 komentar

Apakah Apple Tablet ? Mirip dengan pendekatan iPhone, Apple Table hanya berisi layar, tanpa keyboard, tanpa pointer. Semua menggunakan multi touch. Fungsi utamanya adalah ebook reader. Bersaing dengan Kindle Amazon.

Dijadwalkan meluncur Februari tahun depan, dengan lebar layar selebar netbook dan bisa berfungsi sebagai .. netbook. Tentu saja, untuk browsing, game, watch TV, music player dll.

Untuk menyukseskan lini produk baru ini, Apple telah menawarkan kepada para penerbit untuk mengisi produk ini dengan konten yang berbagi hasil 30:70. Apple hanya dapat 30 persen. Sementara sistem Kindle Amazon adalah 50:50 s/d 70:30 (70% untuk Amazon) tergantung kontraknya.

Setelah kesuksesan hampir semua lini produk barunya seperti: Apple Store, iPod, iTunes, dan iPhone, apakah Apple Tablet juga akan sukses di pasaran ? Harus kita tunggu kabar selanjutnya, namun lini produk ebook reader adalah pasar yang tengah tumbuh dan merubah secara drastis landscape industri penerbitan.

Link : Apple Tablet

Update:

Bocoran diperoleh dari kantor paten Amerika yang menyebutkan bahwa Apple pada 8 Desember kemarin mendaftarkan patent merk baru atas nama “Think Different”. Think Different adalah slogan marketing Apple sejak tahun 1997.

Jika kita periksa Whois atas nama ThinkDifferent.com memang atas nama Apple Inc, yang didaftarkan pertamakali tahun 2000. Setelah itu setahun berikutnya muncullah nama “iPod” untuk melabel lini produk barunya.

Spekulasinya: lini produk Apple Tablet ini mungkin akan menggunakan nama baru seperti halnya iPod. Jika anda bisa menebaknya dan membelinya sebelum Apple, mungkin anda bisa jadi milyuner mendadak 🙂

Jadi mungkin saja Apple tidak akan menggunakan nama iBook. Meskipun Apple memegang hak patent atas lini produk Notebook bernama iBook, namun domain iBook sudah keduluan dan dimiliki oleh FamilySystems Limited yang punya aplikasi Voice dan Chat bernama iBook yang juga teregister patent (untuk produk Interaktif Web Book).

Strategy Google vs Microsoft (5)

November 25, 2009 3 komentar

Bersamaan dengan ramainya berita tentang ancaman Rupert Murdoch untuk menarik (delisting) semua link dalam situs-situs jaringan Fox dari index Google, muncul pula berita tentang inisiatif Microsoft untuk membayar jaringan Fox News untuk link-link mereka bisa ditampilkan dalam index Bing Search Engine.

Padahal, ambillah contoh ini. Fox News sendiri mengambil berita dari blog tetangga -secara gratis- yang Google juga dengan mudah bisa mengindexnya. Sehingga rasionalitas di balik ancaman Rupert Murdoch ini memang lemah adanya. Banyak juga berita Fox News sendiri yang tidak original/eksklusif.

Bukan merupakan hal aneh karena Microsoft dan Google memang bersaing untuk menancapkan kaki di masa depan dalam bisnis software dan internet. Setidaknya sejak Bill Gates (yang saat itu masih duduk sebagai Chairman Microsoft) mendadak memanggil para petinggi Microsoft untuk membahas iklan lowongan kerja Google yang mencari enginer-enginer yang ahli di bidang operating system.

“Anak-anak ini tidak hanya sekedar membuat search engine, mereka sedang membuat pesaing baru buat kita…”, demikian ungkap Bill Gates dengan nada tinggi.

Sejak saat itu, Microsoft mulai menempatkan Google sebagai salah satu perusahaan pesaing yang dimonitor terus menerus tiap langkahnya. Setiap langkah -kecil maupun besar- akan direspond secara setara oleh Microsoft.

Yang menarik, strategy head to head Microsoft terhadap dengan Google ternyata acap kali bertepuk sebelah tangan. Banyak langkah Google yang tidak didasari persaingannya dengan Microsoft. Nampaknya Google lebih percaya bahwa Microsoft is the past, and we, Google, is the Future. (So we are not in the same time frame).

Ambil contoh ketika Google meluncurkan Chromium, esoknya Ballmer membalas dengan perang psikologis bahwa Windows7 telah sukses di pasaran melebihi dari versi-versi Windows sebelumnya. Namun apakah respon Google ? No-thing. Google tidak membalas, karena memang Chromium diluncurkan bukan untuk menyaingi Windows. Google membuat Chromium karena Google percaya masa depan membutuhkan operating system yang open source dan semua berbasis web. Karena itu porsi/peran operating system dalam Chromium memperoleh tempat sangat minimal (boot maksimal 7 detik, hampir secepat menghidupkan TV). Google lebih mementingkan platform ketimbang kernel. Seluruh platform Chromium dibuat berbasis web.

Jadi Chromium dibuat untuk mengisi ceruk kecil dalam bisnis software yang di kemudian hari diharapkan akan membesar. Segmen pasar orang yang mengutamakan kecepatan, komunikasi, dan mobilitas di atas fungsi komputing yang berat adalah pasar dari Chromium. Anda tidak bisa mengharapkan Chromium untuk mengerjakan pekerjaan desain grafis berat atau mengkompile program baru anda. Tetapi kalau anda ingin berfacebook ria, sekedar surfing untuk cek email atau nonton youtube, maka Chromium dengan cepat dan tepat akan menyajikannya untuk anda.

Saat ini strategy Microsoft membentur Apple di segmen atas (premium)

dan menabrak Google di segmen bawah (low cost). Keduanya bekerja efektif membuat datar pendapatan Microsoft yang menembak segmen pasar yang berada di antaranya.

Update:

Google meluncurkan Living Stories

Calon-calon Target Akuisisi Apple

Oktober 25, 2008 Tinggalkan komentar

Setelah sukses mendulang dolar dari suksesnya iPod dan iPhone, saat ini tabungan Apple di bank mencapai 25 biliun US dolar dengan hutang sebesar $0. Kalau ingin perbandingannya, uang tunai sebanyak itu senilai dengan kira-kira 1/3 kekayaan Bill Gates.

Saat ini saham Apple dimiliki oleh diantaranya Bill Gates dan Pangeran Al Waleed bin Talal dari Arab Saudi sebesar masing-masing 5% saham. Dengan saham terbesar masih dimiliki oleh publik.

Kesuksesan Apple ini tidak terlepas dari kesuksesan iPhone di pasar global. Strategi Apple (Steve Jobs) untuk meraih posisi no 3 di pasar mobile phone ini adalah membuat produk tunggal yang menarik, yang berlawanan dengan strategi Nokia dan Samsung yang menggelar banyak variasi handphone. Ternyata strategi ini memang berhasil.

Dengan dana sebesar itu dan ditengah merosotnya harga-harga saham perusahaan di seluruh dunia, maka logis jika Apple kemudian ingin mencari pijakan berikutnya untuk terus tumbuh. Caranya, akuisisi perusahaan potensial.

Kami mendaftar beberapa perusahaan yang mungkin bisa memenuhi “selera” Apple untuk dicaplok. Jika di masa lalu kebanyakan perusahaan yang dibeli Apple adalah perusahaan berbasis software/content, maka ke depan kami menduga tidak akan jauh-jauh dari pola ini.

1. Adobe (Flash Technology, AIR, Flex), meskipun sepintas terlihat tidak sesuai dengan selera Steve Jobs dalam memilih perusahaan yang akan dibeli (Steve menyukai perusahaan kecil yang potensial dan unique seperti Pixar), namun ke depan formasi bisnis IT yang akan berkisar di masalah internet akan membuat Adobe masuk dalam target tembakan. Selain itu fenomena Adobe nampaknya memang harus membuat salah satu perusahaan besar IT bergerak membelinya, jika tidak ingin didahului. Mengapa bukan SUN dengan Javanya yg seharusnya dibeli ? Hal yang sama mengapa Yahoo tidak dibeli oleh Google: Eric Schmidt CEO Google adalah juga salah satu direktur Apple. Sedangkan SUN dan Yahoo mirip dalam banyak hal: keluarga Stanford University. Harga yang harus dibayar oleh Apple kira-kira separuh lebih dari tabungannya.

2. Akamai Technologies ; hubungan dengan Apple: Apple adalah salah satu client utama Akamai yang menyediakan semua layanan internet Apple. Apple juga pemegang 5% saham minoritas di Akamai. Harga yang harus dibayar : 2.5 billiun dollar. Akamai adalah ISP yang juga melayani Microsoft.

3. GameConsole ; karena konten adalah bisnis Apple, maka lini produk game console adalah yang belum terlalu diseriusi oleh Apple. Dengan sukses iPod dan iPhone, mungkin saja -sama seperti Microsoft- Apple akan menelurkan iGame atau iConsole sebagai produk berikutnya. Terlebih setelah iTV tertahan pengembangannya. Target perusahaan diantaranya : Midway Games (Mortal Kombat, dll), Konami (Winning Eleven, Metal Gears,dll)

Update : 14/12/2008 : Apple menantang Nintendo dan Sony PS

(Update 1/11/2008: Apple merekrut Mark Papermaster, Vice President Microprocessor IBM setelah sebelumnya membeli PA Semi, sebuah perusahaan kecil yang memproduksi semikonduktor berbasis Power PC architecture. PA Semi dikenal sebagai produsen mikroprocessor hemat energi dan Mark Papermaster oleh IBM disebut sebagai “sangat berpengalaman” di bidang mikroprocessor hemat energi. Dari kedua fakta ini, nampaknya fokus Apple kedepan adalah memproduksi sendiri chip untuk produk2nya, setelah sebelumnya sangat bergantung kepada IBM dan Intel. Besar kemungkinan Apple bertujuan ingin menurunkan harga produk-produk konsumernya seperti iPod dan iPhone karena persaingannya dengan Google Android dan Sandisk)