Arsip

Posts Tagged ‘Artikel’

10 Istilah Internet yang Menjengkelkan

Oktober 16, 2012 5 komentar

Beberapa kejadian sehari-hari yang sering anda temui dalam berkomputer ria, terkadang ada yang menjengkelkan.

1. Virus & Virus Update

Virus adalah hal biasa untuk komputer. Sama halnya dengan virus flu. Obatnya mudah dan tersedia. Namun efek yang ditimbulkannya membuat jengkel kita semua. Mulai dari hilangnya data, rusaknya hardware, dan keharusan untuk menginstal ulang sistem operasi kita.

Untuk komputer berbasis Linux dan Mac OS, virus tidaklah terlalu mengemuka. Namun untuk Windows, virus adalah fenomena yang kerap kali  terjadi.

Dan masih ada satu lagi tambahan: Virus Update. Notifikasi ini sering tampil berulang-ulang padahal rasanya baru saja kita mengupdatenya. Hal ini dikarenakan virus baru memang terus terdeteksi. Tahukah anda setiap 2 menit sekali (rata-rata) sebuah virus akan menyerang target baru ?

2. Please Try Again …

Karena server web tengah dibanjiri pengunjung, maka web server mengatur agar antrian tidak terlalu membludak. Caranya adalah mengirimkan beberapa pengunjung yang beruntung untuk pergi ke halaman “Please Try Again….”
3. Next-Previous

Sistem Next-Previous bertujuan untuk menyelamatkan waktu dan sumber daya server dari pekerjaan yang tidak perlu. Misalnya ada 10 halaman yang ingin ditampilkan, maka web server didesain untuk menampilkannya satu per satu, toh pengguna tidak akan langsung ke halaman 10 sebelum membaca apa yang ada di halaman 1.

Namun hal ini tetap menjengkelkan bagi para penggunanya. Sebagai solusinya diciptakan opsi: “Tampilkan Semua dalam satu Halaman”. Meskipun tidak semua website melakukan itu. Website seperti ini beragenda agar semakin banyak klik/interaksi pengunjung, sehingga semakin besar pula traffik situs tersebut. (Page Views)
4. Register to Comment

Posting blog yang menarik/kontroversial biasanya mengundang keinginan kita untuk sekedar berceloteh terhadap topik tersebut. Tetapi jika anda belum terdaftar, anda harus mendaftar dulu. Dan ketika anda selesai mendaftar, anda sudah lupa hendak berkomentar apa. Register to comment mengurangi spontanitas, meski juga sebenarnya mengurangi komentar spam.
5. Referensikan Rekan Anda

Pelanggan yang puas adalah marketer yang baik. (Padahal kita baru saja mendaftar)

Sedikit kontradiktif bukan ?
6. Undangan Social Network

Facebook, LinkedIn, dll telah menjadikan standar undangan untuk bergabung setiap kali seorang user baru mendaftar. Harapannya agar basis pengguna meningkat secara eksponential. Mungkin kita sebagai pengguna juga mengalami kejengkelan yang meningkat, setiap kali undangan seperti ini hadir di dalam inbox email kita.
7. Form Registrasi yang Panjang

Di awal sejarah perinternetan kita, setiap user pasti mengalami untuk mengisi formulir pendaftaran yang panjang. Tanggal lahir, Hobby, Nama anjing peliharaan. Kalau saja kita tahu bahwa akhirnya data kita dijual ke pihak ketiga, tentu akan kita seperlunya saja mengisinya.
8. Download akan dimulai setelah .. detik.

Sebelum mendownload content yang anda inginkan, adalah hal lumrah anda dipersilahkan untuk menyaksikan beberapa iklan. Setelah beberapa detik berlalu, halaman iklan berganti dengan halaman download. Tetapi anda akan dibingungkan dengan banyaknya tombol yang bertuliskan kata-kata “Download Now”.

Jika anda salah pilih, anda akan dihantarkan pada halaman para pemasang iklan. Sehingga anda kemudian akan menekan tombol “Back” pada web browser anda.

Ketika anda telah kembali ke halaman dimaksud, Link Download yang dimaksud telah expired.

Bagi yang tidak ingin menunggu, bisa membayar biaya keanggotaan. Menjengkelkan bukan?
9. Loading … Please Wait….

Dan sejenisnya, seperti loading video di Youtube bagi beberapa orang akan terasa menjengkelkan. Terutama bagi yang telah membayar koneksi internet premium. Yang jarang mereka sadari, server youtube membatasi kecepatan maksimal bagi setiap user yang ingin menyaksikan video. Betapapun cepatnya koneksi internet yang anda miliki, masih dibatasi oleh server.
10. Premium Content, Register Now

Anda menemukan linknya, anda baca judul artikel tersebut, dan anda tertarik, lalu anda klik link tersebut. Hanya untuk menemui bahwa artikel tersebut tertutup untuk komsumsi publik. Bagi yang ingin mengetahui isinya, harus mendaftar, dan membayar. Huff….

Inpirasi artikel: Dan Tynan/PCWorld


Strategi Google vs Microsoft (3)

Agustus 6, 2009 2 komentar

Senada dengan tulisan kami sebelumnya mengenai strategi Google vs Microsoft, dua berita terakhir mengenai deal barter Yahoo-Microsoft yang mengindikasikan kecenderungan Microsoft untuk ‘bergabung’ dengan internet (dan bukan melawannya), lalu berita Chrome OS terbitan Google dan akuisisi Google terhadap On2 technologist sebagai ‘pilihan mandiri’ terhadap perkembangan internet  menunjukkan indikasi bahwa Google tengah berproses menuju percepatan open web standard.

Karena Microsoft bergabung dengan internet, Google dan strategi open web adalah jawaban atas masa depan internet. Kami berkeyakinan, sepanjang Google berpihak kepada open web maka revenue mereka akan terus tumbuh seiring pertambahan pengguna internet.

Apakah teknologi kompresi video yang dibeli Google dari On2 akan di-opensource-kan ? Tentu belum tentu :). Namun setidaknya hal ini mengindikasikan bahwa Google akan terus memperbaiki kualitas video youtube yang dianggap jelek untuk video high definition  dan perlahan tapi pasti melepas ketergantungan decoder video flash tertutup dari Adobe yang membuat Google hrs membayar 5 juta dollar setiap tahunnya (Youtube nampaknya menggunakan teknologi kompresi H.264 atau variasinya). Yang menarik, dengan pembelian On2 ini, sekarang Adobe malah menjadi client Google, karena ternyata Adobe membeli lisensi teknologi On2 untuk kompresi video flash.

Jika Youtube menggunakan teknologi On2 terbaru untuk video flashnya, maka penghematan bandwith secara rata-rata adalah s/d 40%.

pro2

Dan apakah Google tidak merugi dengan membeli On2 sebesar 100 juta dollar atau 20 kali lipat pengeluarannya di youtube? Mungkin tidak kalau melihat bahwa jumlah lisensi terjual dari teknologi On2 adalah sebesar 2 milyar licensi (jadi Google kulakan 0,05 dollar per lisensinya). Rupanya licensi On2 tidak hanya ada di web video, melainkan juga pada mobile devices. Nampaknya Google malah diuntungkan.

Selain Adobe, pelanggan On2 yang lain adalah Sun Microsystems for Java-FX, Skype for video conferencing dan Move Networks for delivering high definition web TV (HDTV di web).

Catatan penting lainnya adalah berita mengenai testing support HTML5 pada browser Chrome yang menjadi awal dari penerapan video tag pada elemen HTML untuk menjadi alternatif terhadap standar video tertutup flash.

Way to go Google !

Apakah “A New Kind of Science” itu ?

Juni 2, 2009 2 komentar

Mengapa konsep “A New Kind of Science” dari Prof Stephen Wolfram oleh sebagian analis diramalkan sebagai “Hal Besar Berikutnya” dari ilmu pengetahuan setelah Metode Ilmiah dan Komputer?

Prof. Stephen Wolfram

Prof Stephen Wolfram

Copernicus

Copernicus "The Revolution of Science"

Konsep ini jika terbukti kebenarannya, adalah konsep yang revolusioner. Suatu konsep yang awalnya nampak seperti main-main namun dibaliknya terdapat kekuatan untuk merevisi pandangan umat manusia untuk segala bidang keilmuan.

Sama halnya dengan ketika sebagian besar umat manusia masih percaya bahwa bumi adalah pusat dari alam semesta dan karena itu bulan serta bintang beredar mengelilingi bumi, suatu hal yang kemudian diruntuhkan oleh gagasan seorang ilmuwan Polandia bernama  Copernicus dan di kemudian hari oleh bukti temuan ilmuwan Italia: Galileo.

Prof. Wolfram melihat adanya celah kemungkinan bahwa kegagalan ilmu pengetahuan menjelaskan semua fenomena science dan akhirnya seperti “terjebak” pada teori statistik probabilistik yang pasti-tak pasti adalah karena kekeliruan dari dasarnya, yakni konstruksi berpikir matematika tradisional yang menerima begitu saja bahwa 1+1=2 dstrnya. Matematika tradisional akan bekerja dengan sangat baik ketika masalahnya masih sederhana, namun akan keteteran manakala berhadapan dengan sistem yang kompleks/rumit, seperti aliran air dan udara di atmosfer atau pertanyaan mengenai asal usul alam semesta dan asal-usul materi.

Berangkat dari keyakinan bahwa Alam Semesta itu deterministik atau bisa dipastikan/diprediksikan sesuai hukum-hukum tertentu yang baku, Prof Wolfram memperoleh ide dari dunia komputer. Bahwa 1+1=2 tidaklah cukup, haruslah ada semacam “program dasar” yang mengatur aliran angka-angka itu.

Dengan demikian 1+1 tidaklah diterima begitu saja hasilnya sama dengan 2, melainkan mengapa 1+1 harus 2 dan tidak 3 atau 4 atau bahkan -100 adalah lebih penting. Kalau aturannya sudah keliru, hasilnya akan keliru. Begitulah Prof Wolfram memandang kekurangan  dari science tradisional yang “macet” s/d sekarang. Ilmu pengetahuan modern saat sekarang oleh Prof Wolfram dianalogikan tidak memberi tempat yang cukup kepada kemungkinan lain dari penjumlahan 1+1.

Karena itu lahirlah konsep Cellular Automata (CA).

———-%———-

Pada tahun 2002, bukunya yang berjudul “A New Kind Of Science” diterbitkan dan memperoleh liputan yang luas dan cukup heboh di kalangan scientis. Dan dengan cepat pula orang menjadi bingung.

Dan begitu pula-lah Newton ketika menerbitkan Principia of Mathematicanya beberapa abad yang lalu. Orang baru menyadari kebenarannya ketika mulai terlihat bukti-bukti bermunculan dan hasil dari ilmu baru tersebut yang ternyata bermanfaat bagi umat manusia. Ketika itu hukum newton mampu memprediksi kehadiran komet tepat pada waktu dan posisinya.

Dalam bukunya Prof Wolfram menjelajah secara sistematis kemungkinan dari pola-pola program/aturan dasar dari konsep CA-nya yang disebutnya sebagai Rule. Dalam penjelasannya, Wolfram mengandaikan satu pixel bujursangkar sebagai awal mula konsep matematikanya. Disekitar pixel itu terdapat pixel tetangga yang menempel langsung, Jika ini bujursangkar, maka terdapat 8 pixel tetangga. Maka secara hipotesa, terdapat 2^8 kemungkinan pola program dasar dari CA. Itu berarti ada 256 Rule dasar. Warna berbeda digunakan untuk menunjukkan fase berbeda.Warna berbeda digunakan untuk menunjukkan fase/tahapan yang berbeda.

Semua rule tersebut kemudian dimasukkan program penggambar (plotter) dan lembar hasil cetakan tersebut dibawa dan diuji pada berbagai macam bidang keilmuan seperti fisika, biologi, kimia, musik, bahkan statistika dll. Contohnya Rule no 30. Di dalam bukunya, Wolfram menguji dan mencari bukti rule no 30 pada bidang Teknologi Enkripsi dan Biologi Biota Laut. Rule no 30 kemudian dipergunakan oleh Prof Wolfram pada software Mathematicanya sebagai Random Number Generator.

Hasilnya ? Ditemukan rule yang paling dasar, yakni rule no. 110 yang kemungkinan besar adalah ibu dari semua rule yang ada di alam yang  tersebar di berbagai disiplin ilmu. Rule no 110 ternyata bisa  berkembang menjadi 255 rule lainnya yang mungkin terjadi seiring phase tertentu. Sebagai perbandingan, Rule no 30 juga pada fase tertentu menghasilkan pola/patern Rule No.86, 135 dan no.149. Namun terbatas hanya pada pola tersebut. Sedangkan Rule 110 bersifat universal, semua rule yang ada akan dihasilkannya setelah fase tertentu.

Hal ini kemudian dibuktikan bahwa matematika tradisional adalah bagian kecil dari Rule no 110. Sehingga matematika tradisional bisa diterapkan pada CA (dan telah lolos Turing Test (test matematika dasar seperti penjumlahan, pengurangan, dll)).

Rule no 110 ini juga unik. Jika sekilas dilihat ia tampak tak beraturan. Namun jika dizoom akan tampak bahwa pada level local rule ini sangat teratur dan punya pola-pola tertentu dari rule lainnya. Menarik bukan ? Rule 110 adalah rule yang disusun dari rule-rule lainnya. Prof Wolfram berintuisi bahwa inilah model yang tepat untuk alam semesta.

Demikianlah, Prof Wolfram yang memulai publikasi Cellular Automata pertamanya pada tahun 1983, namun baru bisa menerbitkan bukunya pada tahun 2002. Jadi hampir 20 tahun Prof Wolfram mematangkannya (mengujinya dan mencari bukti ilmiah di berbagai bidang disiplin ilmu pengetahuan). Padahal dia adalah seorang genius karena menulis fisika theory advanced mulai umur 16 tahun dan lulus Phd umur 20 tahun. Karyanya tentang fisika teori masih dipakai di banyak universitas dunia sampai hari ini.

————%————

Contoh dan fakta Cellular Automata (CA):

1. Alam pada dasarnya mengikuti suatu program dasar sederhana tertentu dalam evolusinya. Contohnya ada di punggung seekor Zebra. Mengapa bisa muncul pola bergaris-garis adalah contoh dari suatu program dasar kecil (autonomous) yang berulang setiap tahapnya. Program itu diawali dari sebuah cell kecil yang berkembang ke cell-cell berikutnya menurut aturan tertentu sampai kemudian berulang lagi dan berulang lagi. Hingga diperoleh pola stripe tersebut. Penemunya, Alan Turing menggunakan matematika yang sama dengan matematika CA namun ia tidak mengembangkannya. Turing berhenti hanya sampai pada pembuktian bahwa pola di punggung Zebra memang mengikuti pola matematik tertentu.

Contoh lain ada pada punggung kerang. Tuhan nampaknya menjadikan rumah kerang sebagai display untuk fenomena cellular automata.

Pola Rule 110 di rumah kerangPola Rule 30 di rumah kerang

Dan ini adalah output dari Rule no. 30 dalam 2 dimensi dari hasil simulasi komputer:

automatanature0

Demikianlah yang terjadi pada pola yang terjadi di punggung kerang. Setiap sel warna mengeluarkan warna dan atau menghambat sel disekitarnya untuk mengeluarkan warna menurut pola tertentu. Dalam hal ini mengikuti aturan dasar no 30.

2. Simulasi Game Komputer.

CA menyebut sebuah game komputer tahun 1970 yang sederhana yang  diperkenalkan ulang untuk menunjukkan konsep CA yang nampaknya mustahil. Prinsip CA yang berisi program dasar sederhana ternyata terbukti mampu menjelaskan atau setidaknya memberi gambaran mengenai kejadian di alam yang kompleks yakni gambaran dua pesawat antariksa yang bertabrakan dan menghasilkan lontaran pecahan pesawat ke arah tertentu.

Gospers_glider_gun

Gambar simulasi diatas dihasilkan dari hanya dari 4 kombinasi aturan dasar CA yang diulang-ulang! Hal ini membuktikan bahwa dibalik kompleksitas simulasi kejadian tabrakan pesawat tersebut ada keteraturan dasar yang amat sederhana dan cuma diulang-ulang.

Pembuat game komputer tersebut, John Conway (1970), tidak menyadari potensi baris-baris programnya karena hanya bertujuan untuk game semata.

3. Bagaimana dengan Psikologi ? CA menjelaskan fenomena “Free Will” atau kehendak bebas dari manusia yang sepertinya akan mencoret  prinsip deterministik dari CA (mengacaukan program karena bertindak acak) dengan memperkenalkan konsep keempat setelah 3 property  dasar On, Off, dan Repetition (perulangan) yakni “Random”. Lho ? Berarti kembali terjebak seperti science sekarang dong !? Wolfram menjawabnya dengan hasil riset seorang ilmuwan yang menunjukkan bahwa Free Will adalah fenomena “diluar” sistem CA. Karena itu Free Will sama posisinya dengan Tuhan dalam konteks CA yakni berada diluar CA atau tidak terpengaruh Rule CA (mampu untuk tetap tak bisa diperhitungkan/dipengaruhi). Lalu apakah FreeWill mempengaruhi hasil CA ? Jawab Wolfram adalah: Ya, namun tidak sesederhana itu. Apapun pilihan dari manusia akan mengikuti salah satu dari pola CA yang 256 itu. Manusia semacam terjebak di dalam CA.

Fenomena FreeWill ini diberi label Random dalam konteks Rule awalnya karena hanya baru bisa diamati setelah pola CA mana yang diambil telah bisa dideteksi. Eksperimen menunjukkan bahwa Random bukan berarti Acak dalam arti “ngawur” namun lebih berarti kepada “belum bisa diamati”. Pada phase berikutnya baru bisa dideteksi rule mana yang diambil. Prof Wolfram menyebut fenomena khusus ini sebagai “Program di bawah Ufuk” atau “Computational Irreducibility” untuk mengangkat kembali istilah dari hasil penelitian tersebut yang menemukan fakta bahwa sepersekian detik sebelum suatu “pilihan bebas” diambil, otak manusia berada di bawah sadar, sebelum kembali ke kesadaran normal.

Fenomena Free Will dianalogikan oleh Prof Wolfram sebagai delay dalam program. Nantinya setelah delay akan kembali “On Track” setelah keputusan diambil dan mengambil salah satu rule. Dengan demikian prinsip deterministik dari CA terselamatkan dengan membuka konteks yang lebih lebar dari program awalnya. “There is no such a thing a true random. All can be calculated. The only problem is how long  you can run the program ?”, demikian ungkap Wolfram.

4. Perbaikan teori Evolusi yang mempercayai adanya seleksi alam.

Prof Wolfram mencontohkan perbedaan pendekatan CA dengan Teori Evolusi Darwin. Berbeda dengan Teori Darwin yang mempercayai bahwa makhluk hidup “mencoba” semua kemungkinan bentuk optimisasi atau variasi genetis dalam waktu yang teramat panjang yang kemudian oleh alam akan diseleksi, mana yang kuat bertahan, yang lemah akan punah, CA lebih condong kepada hipotesa bahwa kehidupan akan hanya membentuk jalan generasi baru menurut aturan Rule CA tertentu. Jadi tidak semua bentuk, melainkan hanya bentuk yang dimungkinkan oleh Rule CA. Hal ini dibuktikan pada kulit kerang yang pernah ditemukan oleh ahli biota laut, hanya ada 6 pola yang dimungkinkan terjadi dalam CA, dan memang hanya 6 fosil keranglah yang pernah ditemukan di dunia.

——–%——–

Sebagaimana layaknya seorang penemu kontroversial, Prof Stephen Wolfram pun tak luput dari kritik. Tidak tanggung-tanggung, salah satu  “lawan” intelektualnya adalah Ray Kurtzweil yang pendiri Singular University tersebut. Ray pesimis bahwa CA akan mampu menjawab segala sesuatu, sama seperti nasib generasi Newtonian. Penilaiannya didasarkan bahwa CA berangkat dari matematika/algoritma yang bersifat “mati” dan tidak terkait dengan free will umat manusia yang “hidup” dan kreatif. Ray “tidak terima” ada ilmu pengetahuan yang baru berusia 35 tahun dan mampu merombak ilmu pengetahuan manusia sekali pukul. Ray lebih percaya bahwa suatu saat komputer-lah yang mampu memberi jawab terhadap masalah-masalah besar umat manusia (Komputer yang berpikir).

Prof Wolfram dengan enteng menjawab bahwa kalau komputer salah program, dia juga akan salah menjawab. Hahaha.

Dua orang keturunan Yahudi ini sama-sama jenius. Tinggal kita tunggu saja siapa yang benar 🙂

Membunuh Nyamuk Dengan Robot Laser Otomatis

Maret 17, 2009 3 komentar

Dr Jordin Kare dari sebuah Lab Binaan Yayasan Bill Gates, bersama timnya berhasil mengembangkan senjata mirip pistol laser otomatis yang dalam sekejab mampu membunuh ribuan nyamuk dengan cara mendeteksi suara dengung nyamuk yang tengah berada di sekitarnya. Dalam beberapa menit, akan jatuh korban nyamuk sebanyak jutaan nyamuk. 🙂

Cara ‘Nyentrik tapi Cantik’ ini adalah jawaban dari riset Lembaga tersebut untuk memberantas penyebaran nyamuk Malaria terutama di Afrika. Menurut data WHO, di Afrika, nyamuk malaria membunuh setidaknya seorang anak dalam setiap 30 detik.

malaria

Kepada CNN, Dr Jordin Kare menceritakan prototipe alat tersebut telah diuji dengan sangat efektif di lapangan dan mampu membedakan antara nyamuk berbahaya dan tidak berbahaya, meskipun tidak diceritakan bagaimana caranya. Alat ini dibuat atas bantuan ahli fisika luar angkasa anti serangan peluru kendali dari USA.  (wuih) Ide Bagus !

Prediksi Microsoft: Visi tahun 2019

Maret 2, 2009 3 komentar

Berikut beberapa screenshoot dari visi Microsoft 10 tahun ke depan. Baru diluncurkan di ajang Wharton Business Technology Conference, oleh Microsoft’s Business Division President Stephen Elop pada tanggal 28 Feb 2009.

1. Desktop

Desktop

Mirip konsep Aurora Firefox ya ?

2. Gadget

Gadget

Nampaknya keyboard dan mouse sudah tidak ada ? Jadi full layar sentuh. (harus sering-sering cuci tangan …krn sidik jari bakal ada dimana-mana 🙂 )

3. Komputer Meja (ada kopi beneran di atasnya)

tablecomp

Selengkapnya ada di video yg mempesona dan inspiratif…

Dan di link ini : http://www.officelabs.com/projects/futurevisionmontage/Pages/default.aspx

Menarik juga, pertanyaannya apakah ini semua akan dibiayai dari kantong kita para pengguna atau dari sponsor seperti Google ? 🙂

Trend Baru Gadget: E-Book Reader

Februari 10, 2009 5 komentar

2 Product E Book Reader yang berhasil di pasaran adalah Kindle dari Amazon dan Sony Reader dari Sony Corp. Meskipun telah cukup lama (2 tahun yang lalu) dipasarkan, Kindle Amazon baru memperoleh momentumnya akhir-akhir ini setelah dipromosikan oleh Oprah Winfrey. Akibat promosi ini, Kindle yang stoknya terbatas karena kurang laku, malah kewalahan sampai akhirnya diputuskan daripada memesan ulang Kindle, Amazon akan meluncurkan Kindle2 yang berukuran layar lebih lega dan posisi tombol “Next Page” yang mengganggu kenyamanan pembaca pada Kindle 1 (karena berada tepat di pegangan jemari) akan dipindahkan.

kindle

Kindle by Amazon

Plastic Logic, sebuah start up baru dari California juga segera meluncurkan E-Book Reader yang akan memiliki ukuran sebesar majalah. Perusahaan ini dikabarkan telah membuat persetujuan konten dengan koran-koran dan majalah-majalah besar Amerika. Misalnya: USA Today, New York Times, Washington Post, dan majalah Playboy.

Berbeda dengan Kindle dan Sony Reader yang mirip PC Tablet, product plastic logic ini mirip papan atau map karena tipis dan berukuran majalah.

Plastik Logic Sample

Plastik Logic Sample

Apakah ke depan koran akan diganti dengan gadget ini ? Besar kemungkinannya , karena 3 alasan utama:

1. sentimen lingkungan yang akan semakin keras / anti terhadap penebangan hutan untuk industri pulp and paper.

2. alat ini sendiri menawarkan fungsi baru yang sulit ditolak: satu alat untuk banyak konten. Konten didownload dari internet menggantikan alur distribusi majalah/koran yang panjang dan tanpa resiko retur jika tidak laku.

3. cukup membeli sekali, berlangganan seterusnya. Mirip membeli handphone.

4. meskipun saat ini masih mahal (sekitar 2 juta rupiah), ke depan tidak tertutup kemungkinan harga semakin turun, layaknya product teknologi.

Jadi kedepannya (mungkin) istilahnya akan diganti:”Permisi pak, bisa pinjam Reader-nya sebentar…?” atau para loper akan berteriak “Rider…rider…!” (Maybe)

Update: Apple segera memasuki pasar ebook reader dengan lebar layar 10 inchi-an.

Singularity University (Kuliah Impian para Phd)

Februari 3, 2009 1 komentar

Setelah seseorang menyelesaikan S3 dengan title Summa atau Magna Cumlaude, maka ia akan terjun di masyarakat untuk mempraktekkan ilmunya. Setelah S3, maka tidak ada lagi universitas yang lebih tinggi levelnya yang bisa dikuti. Sudah full. Paling tinggi jika ia menjadi dosen, maka ia bisa memperoleh gelas professor. Atau jika sangat berhasil, bisa memperoleh gelar tambahan “Dr (dengan huruf “d” kapital)” atau Phd Honoris Causa. Bagaimana jika seseorang membuat universitas yang levelnya adalah diatas S3 ?

Didukung (lagi-lagi) Google dan NASA, sebuah universitas baru diluncurkan hari ini di ajang Konferensi tahunan TED (Technology, Entertainment and Design) California. Jika menilik aktor utamanya, Ray Kurzweil, maka bisa ditebak universitas ini bukan universitas biasa.

Ray, dikenal dengan bukunya yang kontroversial dan inspiratif. Di dalam buku tersebut, Ray memprediksi bahwa kekuatan komputer dan internet akan menjelma menjadi semacam “Intelegensi Buatan” yang lebih advanced dan menyempurnakan fungsi otak manusia yang terbatas, sehingga masalah-masalah kompleks umat manusia, pada akhirnya bisa dipecahkan. Misalnya masalah cuaca/iklim, ramalan gempa, atau juga masalah umur manusia (wuzz ?).

university

Lebih jauh Ray memprediksi akan munculnya Nanobot, yakni semacam organisma kecil buatan yang “hidup” dimana-mana. Entah itu permukaan kulit kita atau bahkan didalam aliran darah kita. Ada nanobot yang bertugas membersihkan darah kita dari toksin/racun, ada yang bertugas mengganti sel yang rusak, ada pula yang tugasnya membersihkan udara dari virus flu. Mereka “hidup” mandiri dan didesain bisa memperbaiki diri sendiri. Seperti film saja, bukan ?

Ray adalah orang pertama yang mendeklarasikan atau bercita-cita untuk hidup selamanya. Baginya, kematian adalah masalah rusaknya sel-sel, maka diatasi dengan mengganti sel-sel tersebut. Sama seperti jika ada tranplant ginjal. Sebagai bukti, Ray menunjukkan data statistik mengenai usia harapan hidup rata-rata manusia yang meningkat seiring dengan membaiknya kualitas makanan/asupan umat manusia. Jadi makanan yang baik, mengakibatkan supply sel sehat menjadi lebih baik. Selanjutnya meningkatkan kualitas hidup atau kesehatan manusia. Artinya, usia manusia adalah masalah teknis-biologis. Bukan masalah yang fixed. Jika kita sekarang beranggapan manusia rata-rata berusia 60 tahun, maka tidak mustahil ke depan bisa bertambah, atau bahkan (ambil napas) hidup selamanya (di luar masalah mati karena kecelakaan atau faktor X). Bagi Ray, bisa saja ditahun 2050 atau ke atas lagi, rata-rata usia manusia bisa mencapai 300 tahun. (Hiks, sama dengan usia kura-kura raksasa dong 🙂 )

Kembali ke masalah Singularitas university, mengapa levelnya diatas S3 ? Pertama karena kurikulumnya yang mewajibkan para mahasiswanya untuk menghasilkan karya yang berupa terobosan baru untuk kemajuan teknologi dan umat manusia. Istilah mereka: Leading The Future atau Rintisan untuk Masa Depan. Kedua karena mahasiswanya adalah Tokoh-tokoh kunci perusahaan-perusahaan besar. Jadi outputnya jelas diatas level S3 yang mahasiswanya secara umum belum jadi “orang”, mahasiswa Singularitas University hanya 30-100 orang yang merupakan orang penting perusahaan multinasional. Contoh mahasiswanya ? Mungkin anda kenal : Larry Page dan Sergey Brin 🙂

Well, ditunggu aja deh hasilnya. Toh meskipun universitas ini pada dasarnya terbuka bagi siapa saja, kalau kami ikutan daftar, pasti ditolak, minimal dilempar map ..

Mau cek daftar jadi mahasiswa: disini

Penulis: UO