Archive

Posts Tagged ‘Bisnis’

Strategy Google vs Microsoft (5)

November 25, 2009 3 komentar

Bersamaan dengan ramainya berita tentang ancaman Rupert Murdoch untuk menarik (delisting) semua link dalam situs-situs jaringan Fox dari index Google, muncul pula berita tentang inisiatif Microsoft untuk membayar jaringan Fox News untuk link-link mereka bisa ditampilkan dalam index Bing Search Engine.

Padahal, ambillah contoh ini. Fox News sendiri mengambil berita dari blog tetangga -secara gratis- yang Google juga dengan mudah bisa mengindexnya. Sehingga rasionalitas di balik ancaman Rupert Murdoch ini memang lemah adanya. Banyak juga berita Fox News sendiri yang tidak original/eksklusif.

Bukan merupakan hal aneh karena Microsoft dan Google memang bersaing untuk menancapkan kaki di masa depan dalam bisnis software dan internet. Setidaknya sejak Bill Gates (yang saat itu masih duduk sebagai Chairman Microsoft) mendadak memanggil para petinggi Microsoft untuk membahas iklan lowongan kerja Google yang mencari enginer-enginer yang ahli di bidang operating system.

“Anak-anak ini tidak hanya sekedar membuat search engine, mereka sedang membuat pesaing baru buat kita…”, demikian ungkap Bill Gates dengan nada tinggi.

Sejak saat itu, Microsoft mulai menempatkan Google sebagai salah satu perusahaan pesaing yang dimonitor terus menerus tiap langkahnya. Setiap langkah -kecil maupun besar- akan direspond secara setara oleh Microsoft.

Yang menarik, strategy head to head Microsoft terhadap dengan Google ternyata acap kali bertepuk sebelah tangan. Banyak langkah Google yang tidak didasari persaingannya dengan Microsoft. Nampaknya Google lebih percaya bahwa Microsoft is the past, and we, Google, is the Future. (So we are not in the same time frame).

Ambil contoh ketika Google meluncurkan Chromium, esoknya Ballmer membalas dengan perang psikologis bahwa Windows7 telah sukses di pasaran melebihi dari versi-versi Windows sebelumnya. Namun apakah respon Google ? No-thing. Google tidak membalas, karena memang Chromium diluncurkan bukan untuk menyaingi Windows. Google membuat Chromium karena Google percaya masa depan membutuhkan operating system yang open source dan semua berbasis web. Karena itu porsi/peran operating system dalam Chromium memperoleh tempat sangat minimal (boot maksimal 7 detik, hampir secepat menghidupkan TV). Google lebih mementingkan platform ketimbang kernel. Seluruh platform Chromium dibuat berbasis web.

Jadi Chromium dibuat untuk mengisi ceruk kecil dalam bisnis software yang di kemudian hari diharapkan akan membesar. Segmen pasar orang yang mengutamakan kecepatan, komunikasi, dan mobilitas di atas fungsi komputing yang berat adalah pasar dari Chromium. Anda tidak bisa mengharapkan Chromium untuk mengerjakan pekerjaan desain grafis berat atau mengkompile program baru anda. Tetapi kalau anda ingin berfacebook ria, sekedar surfing untuk cek email atau nonton youtube, maka Chromium dengan cepat dan tepat akan menyajikannya untuk anda.

Saat ini strategy Microsoft membentur Apple di segmen atas (premium)

dan menabrak Google di segmen bawah (low cost). Keduanya bekerja efektif membuat datar pendapatan Microsoft yang menembak segmen pasar yang berada di antaranya.

Update:

Google meluncurkan Living Stories

Blogger Asli Indonesia Masuk 100 Besar Top Blog Dunia (Blogger Sukses (4))

November 19, 2009 62 komentar

Figur blogger sukses kita kali ini memiliki situs yang berada di papan tengah di jajaran 100 blog paling ngetop sedunia. Blognya berisi hal-hal unik dan menarik dari segala penjuru internet yang dibahas dengan bahasa Inggris sehari-hari yang -menariknya- banyak salah ketiknya (typo).

Dimulai tahun 2005, Alex Santoso awalnya memulai neatorama.com sebagai blog dan hobby. Isinya benar-benar murni berupa tulisan ketertarikan Alex sendiri terhadap hal aneh dan lucu seantero web yang ia temukan manakala ia sedang browsing internet.

Bahkan nama situs neatorama.com ia pesan secara back order karena sudah ada orang lain yang memilikinya. Jika orang tersebut memperpanjang registrasi situs tersebut, Alex berpikir akan berhenti ngeblog dan mencoba hal lainnya.

Berbulan-bulan ketika ia telah lupa akan pesanan nama situs tersebut, tibalah email peringatan dari domain registrarnya yang memberitahu bahwa neatorama.com telah available. Maka dimulailah petualangan Alex di dunia blogging yang akan mengangkat namanya di level dunia.

Targetnya Alex ingin memposting minimal 5 post setiap hari. Dengan minimal cadangan 20 tulisan yang siap publish setiap saat, dalam 2 tahun, Alex berhasil menarik rata-rata 1.5 juta visitor tiap bulan ke situsnya atau lebih dari 50 ribu unique visitor per harinya. (bandingkan dengan tech19 yang dalam setahun hanya mampu mencapai 100 post 🙂 …)

Meski Alex memulainya murni sebagai hobby, namun saat ini neatorama telah berkembang menjadi bisnis serius yang mencakup online store dan lusinan sub situs dengan multi server dedicated berbayar. (Saat sekarang pun Alex masih menganggapnya sebagai hobby karena ia punya pekerjaan utama di dunia nyata). Dengan saat ini minimal 20 posting perhari yang dilakukan langsung oleh Alex maupun oleh guest blogger.

Seperti bisa diduga dari namanya, Alex Santoso adalah kelahiran Indonesia dan masa kecilnya dilewatkan di Indonesia. Ketika berimigrasi ke Amerika, tepatnya di California, Alex masih berusia 15 tahun. Dan Alex mengaku bahasa Inggris adalah ‘his second language’ sehingga jika banyak terjadi typo adalah hal yang wajar, toh itu tak menghalangi Alex untuk terus menulis.

Meski begitu Alex tidaklah melupakan Indonesia, ada juga tulisan Alex yang mengangkat topik tentang Indonesia misalnya tulisan tentang Obama-asli-Indonesia, gembok-untuk-pemijat, atau real-superhero-dari-jakarta.

Pengunjung setia blog neatorama.com kebanyakan (hampir 70%) adalah pengguna internet rumahan. Sehingga besar kemungkinan para pengunjungnya adalah tipe orang yang ingin mengisi waktu senggang dengan cara membuat dirinya ‘tersesat-keasyikan’ di neatorama. 🙂

Pendekatan Alex terhadap aktivitas ngeblog juga termasuk tidak biasa. Ditengah derasnya pendekatan ‘niche’ untuk ngeblog, Alex malah menulis ‘segala topik’. Asalkan topik itu menarik dan unik, maka Alex akan menuliskannya. Meski begitu, pendekatan bisnis (niche) akhir-akhir ini juga direspon Alex dengan jalan membuka beberapa sub situs yang dikelola secara profesional.

3 Tips singkat untuk blogger pemula dari Alex ialah daya tahan, kegigihan, dan pantang mundur. (3 kata yang sama persis maksud dan tujuannya…).

Strategi Google vs Microsoft (3)

Agustus 6, 2009 2 komentar

Senada dengan tulisan kami sebelumnya mengenai strategi Google vs Microsoft, dua berita terakhir mengenai deal barter Yahoo-Microsoft yang mengindikasikan kecenderungan Microsoft untuk ‘bergabung’ dengan internet (dan bukan melawannya), lalu berita Chrome OS terbitan Google dan akuisisi Google terhadap On2 technologist sebagai ‘pilihan mandiri’ terhadap perkembangan internet  menunjukkan indikasi bahwa Google tengah berproses menuju percepatan open web standard.

Karena Microsoft bergabung dengan internet, Google dan strategi open web adalah jawaban atas masa depan internet. Kami berkeyakinan, sepanjang Google berpihak kepada open web maka revenue mereka akan terus tumbuh seiring pertambahan pengguna internet.

Apakah teknologi kompresi video yang dibeli Google dari On2 akan di-opensource-kan ? Tentu belum tentu :). Namun setidaknya hal ini mengindikasikan bahwa Google akan terus memperbaiki kualitas video youtube yang dianggap jelek untuk video high definition  dan perlahan tapi pasti melepas ketergantungan decoder video flash tertutup dari Adobe yang membuat Google hrs membayar 5 juta dollar setiap tahunnya (Youtube nampaknya menggunakan teknologi kompresi H.264 atau variasinya). Yang menarik, dengan pembelian On2 ini, sekarang Adobe malah menjadi client Google, karena ternyata Adobe membeli lisensi teknologi On2 untuk kompresi video flash.

Jika Youtube menggunakan teknologi On2 terbaru untuk video flashnya, maka penghematan bandwith secara rata-rata adalah s/d 40%.

pro2

Dan apakah Google tidak merugi dengan membeli On2 sebesar 100 juta dollar atau 20 kali lipat pengeluarannya di youtube? Mungkin tidak kalau melihat bahwa jumlah lisensi terjual dari teknologi On2 adalah sebesar 2 milyar licensi (jadi Google kulakan 0,05 dollar per lisensinya). Rupanya licensi On2 tidak hanya ada di web video, melainkan juga pada mobile devices. Nampaknya Google malah diuntungkan.

Selain Adobe, pelanggan On2 yang lain adalah Sun Microsystems for Java-FX, Skype for video conferencing dan Move Networks for delivering high definition web TV (HDTV di web).

Catatan penting lainnya adalah berita mengenai testing support HTML5 pada browser Chrome yang menjadi awal dari penerapan video tag pada elemen HTML untuk menjadi alternatif terhadap standar video tertutup flash.

Way to go Google !

Kelanjutan Teknologi Wireless

Juli 27, 2009 2 komentar

Setidaknya 2 industri besar diramalkan akan mulai terganggu pasarnya jika teknologi baru temuan ilmuwan MIT ini dipasarkan secara massal 18 bulan lagi:

1. industri kabel listrik

2. industri baterai

Kok?

Witricity adalah perusahaan teknologi electric wireless pertama yang akan meluncurkan produk ini. Dengan transmitter dan receiver yang compact ukurannya, Witricity menawarkan solusi untuk mengalirkan listrik secara wireless ke peralatan rumah tangga.

Diperkenalkan pada ajang TED di Universitas Oxford London kemarin, teknologi ini benar-benar menjadi primadona dan menjadi bahan pembicaraan peserta konfrensi.

Bisa dibayangkan ke depannya dimana akan semakin banyak mobil listrik dipasarkan, produk ini akan mengalami booming yang luar biasa. (mungkin itu sebabnya dinamakan Witricity: Memancarkan energi listrik pada level kota?). Dan di dalam rumah, akan terbebas dari uluran kabel yang ribet dan mengganggu.

wirelesselectricity

wirelesselectricity2

Teknologinya dinamai sebagai teknologi resonansi magnetik yang bekerja berdasar prinsip fisika sederhana yakni resonansi suara.

Masih ingat cerita penyanyi opera yang mampu memecahkan gelas dengan suaranya ? Dengan cara yang sama alat ini bekerja, hanya bedanya alat ini bekerja pada tingkat electron.

Jadi ketika suara penyanyi opera tersebut mencapai frekuensi yang sama dengan nada resonansi gelas, maka gelas mulai menyerap energi gelombang suara tersebut dan mulai bergetar, sampai akhirnya semakin keras getarannya dan akhirnya memecahkan gelas tersebut.

Pada alat ini, gelombang electromagnetic dipancarkan dari transmitter dan diterima oleh receiver yang frekuensi resonansinya kurang lebih sama sehingga energi listrik bisa diserap oleh receiver untuk menghasilkan arus listrik dengan efisiensi s/d 95%.

Kami dulu mengira bahwa industri baterai akan menjadi industri yang semakin booming ke depan dengan penemuan teknologi baterai yang semakin maju. Namun dengan adanya teknologi ini, maka baterai menjadi tidak relevan (dan baterai sebenarnya menimbulkan polusi).

Pelajaran Berharga dari Pengalaman Summize.com

Maret 31, 2009 Tinggalkan komentar

Ketika memulai online, Summize.com tidak pernah membayangkan akan laku dijual senilai $15 juta dollar (180 milyar rupiah). Karena  pembelinya yakni twitter.com sebenarnya telah memiliki sendiri fungsionalitas yang ditawarkan summize yakni pencarian data khusus twitter.com.

Karena kebetulan sajalah yang membuat twitter akhirnya melirik summize.com. Waktu itu twitter mengalami pukulan traffic diluar dugaan yang terjadi secara tiba-tiba akibat popularitas mendadak. Akibatnya, fitur pencarian milik twitter yang merupakan salah satu fitur paling mendasar juga terpengaruh lalu menjadi sumber keluhan pengguna fanatik twitter.

Didahului oleh buzz kritikan dari salah seorang twitterer dan blogger berpengaruh yang mendorong twitter untuk mengakuisisi summize, akhirnya twitter jadi juga membeli summize. Lima orang programmer dibawah bendera betaworks.com  bagai kejatuhan durian runtuh (benjol). Selain dapat uang cash, mereka juga memperoleh bagian saham twitter!

summize

Pelajaran dari kesuksesan summize.com:

1. Awali dengan membuat sebuah fungsionalitas yang sederhana. Guna situs haruslah mudah dimengerti. Contoh lain, saat ini betaworks.com juga punya produk sederhana yang killer yakni bit.ly. Produk ini direncanakan akan menjadi alternatif Google real time, karena pada dasarnya algoritma Google page rank didasarkan pada link, sedangkan bit.ly adalah produk yang punya data saat link dibuat.

2. Sulaplah kompleksitas menjadi sesuatu yang bekerja dibelakang layar. Kalau bisa ditemukan fitur yang bisa disederhanakan, sederhanakanlah.

3. Seiring pertambahan pengguna, munculkan ke permukaan fitur yang disederhanakan tersebut dilabel sebagai fitur baru. Tambahkan pula fitur-fitur pelengkap lain pada tahap selanjutnya.

4. Tidak perlu ide anda benar-benar baru. Kalau perlu mencontohlah dengan sedikit perbedaan atau perbaikan.

dan kelima : tunggu durian jatuh 🙂

Link perusahaan pembuat summize.com.

Traffic Twitter Lewati Digg

Maret 30, 2009 2 komentar

Meskipun masih tanpa iklan, twitter semakin berjaya dengan berhasilnya twitter melewati Digg.com dalam hitungan market share oleh hitwise. Padahal yang sebenarnya, traffic twitter diperkirakan harus ditambah 3 kali lipat karena hitwise hanya mencatat twitter yang berbasis web, sedangkan pengguna mobile device melalui sms tidak tercatat.

twitterdigg
Didominasi pengguna berusia antara 24-35 tahun, twitter menjadi trend paling mengemuka akhir-akhir ini. Di dalam lift, di atas kereta, dan di kantor, banyak terlihat orang yang tengah bersms. Rupanya mereka menjadi salah satu peserta journalsm by citizen yang secara tak sadar kadangkala menjadi rujukan berita oleh media besar. Contohnya ketika ada pesawat jatuh di sungai Hudson, gambar pertama yang diliput media besar adalah gambar gratis dari seorang pemuda berusia 23 tahun yang mentweet-nya ketika ia berada di atas kapal di sungai tersebut.

Britney Spears, Lance Armstrong, Stephen Colbert, Shaquille O’Neal, Tina Fey, Obama, dan banyak perusahaan besar menggunakan twitter untuk mengupdate perkembangan terakhir dari aktivitas mereka kepada para followernya.

Meskipun kebanyakan twitter adalah ‘sampah’ namun sesekali ada update penting mengenai berita terbaru yang bahkan media besarpun belum sempat meliputnya. Hal ini-lah yang menarik banyak pengguna baru. Rupanya hukum ‘hasil tak disengaja’ benar-benar terjadi pada twitter.

Micro Car: Jawaban Krisis Ekonomi Global

Maret 21, 2009 4 komentar

Produsen Mobil asal India yang dimiliki oleh keluarga Tata, memiliki jawaban atas krisis ekonomi global yang turut menghantam industri mobil: meluncurkan mobil compact yang berisi 4 penumpang. Bermesin 623cc, perliternya mobil ini bisa menempuh jarak 21 kilometer. Mobil termurah sedunia.

Peluncuran mobil ini langsung di pusat industri mobl USA di Detroit Car Expo menarik perhatian media dan industri pesaing. Tampilannya yang cute, futuristic, dan disukai orang muda makin menambah daftar penderitaan industri mobil USA yang tengah megap-megap. Meski Tata sebenarnya juga tengah megap-megap sehabis membeli merk Jaguar dan LandRover dari Ford Motor Company tahun lalu.

Tata berusaha membuat pasar baru untuk industri mobilnya. Ketimbang memilih bersaing dengan jenis mobil Jepang yang sukses di pasaran. Pesaing juga cepat merespon dengan lini mobil serupa (Hyundai dengan $3500 car, dan dari India sendiri Bajaj yang akan meluncurkan $2500 car.)

tatanano

Harga pabrik dari mobil ini pada perencanaan awal dibudget sebesar $2000. (Rp.24 juta). Namun karena beberapa masalah dalam produksi akhirnya harganya naik menjadi $2500 atau 30 juta.

tatanano1

Bagaimana cara industri mobil pesaing menghadapi gelombang inovasi Nano Car dari India ? Menyerang sisi lain dari industri mobil yakni Asuransi Mobil. Pasar dibuat wait and see mengenai harga jual kembali mobil tersebut di pasaran second dengan menunda penghitungan asuransi mobil nano atau menaikkan preminya karena alasan beresiko tinggi sehingga harga nano bisa lebih dari $2500. (1)

Industri mobil adalah salah satu industri yang sangat tergantung industri finansial. Mulai dari pembiayaan s/d asuransi turut membantu meningkatkan penjualan. Orang yang membeli mobil secara kredit adalah orang membayar mobil dengan penghasilannya di masa depan. Jadi kalau industri mobil dulu terlihat gegap gempita, maka sebenarnya itu merupakan gelembung yang siap meletus. Yakni ketika ekonomi mulai melemah dan penghasilan orang mulai menurun.

Industri finansial pula-lah yang bertanggung jawab terhadap krisis ekonomi global. Mereka terlampau rakus untuk menyedot penghasilan orang kecil di masa depan, dengan menawarkan produk sesuai kemampuan bayar mereka di masa depan, namun hanya menyisakan sedikit untuk pengeluaran cash, maka wajarlah kalau ekonomi sekarang melemah. Daya beli menghilang.

Lucunya, industri finansial di level atas malah bermain dengan produk spekulative yang berjudi dengan dana melimpah milik orang kaya dan lembaga finansial lain, dan ternyata berujung di tangan satu orang penipu terbesar sepanjang sejarah: Bernard Madoff. Gile bener ni orang, ngangkangin uang orang sedunia.

Kembali ke urusan Mobil Mikro, Indonesia (Ya, Indonesia) tahun ini merencanakan juga peluncuran produksi mobil mikro. Diproduksi oleh PT Inka (Produsen Kereta Api Nasional), mobil mikro asli Indonesia ini 98% diproduksi di dalam negeri kecuali satu komponen saja: karburator. Mesinnya berkapasitas setara dengan Tata’s car yakni dikisaran 600cc, dan mampu menempuh 25 km per liternya. Yang menarik, mobil ini akan dijual pada harga 40 s/d 50 juta. Jadi kira-kira akan sama dengan Tata’s car, semisal mobil India itu masuk ke Indonesia. Buat kita yang masih pusing membayar cicilan sepeda motor, kok masih mahal ya hehe.