Archive

Posts Tagged ‘China’

Dibalik Serangan Cracker ke Server Google

Januari 16, 2010 3 komentar

Nobody’s perfect. Mungkin inilah istilah yang tepat untuk menggambarkan peristiwa bobolnya server gmail Desember lalu oleh cracker suruhan pemerintah China. Meskipun Google menempatkan sekuriti pada prioritas utama, namun celah keamanan terjadi juga, bukan karena lemahnya server Google, namun karena lemahnya web browser pengunjung (attacks using the Internet Explorer vulnerability). Karena peristiwa ini pemerintah Jerman mengumumkan secara resmi agar masyarakat IT Jerman berhenti menggunakan Internet Explorer dan menggunakan alternatif web browser. Selain itu, pemerintah Amerika akan meminta penjelasan resmi dari pemerintah China mengenai masalah ini.

Menurut research analyst dari McAffe AntiVirus, secara forensik telah ditemukan bukti bahwa serangan bercode Aurora tsb berasal dari daratan China, dari sebuah komputer yang mengupload code malware awal ke server penyerang yg terletak di hosting provider RackSpace Inc Amerika. McAffe bahkan telah mengetahui nama foldernya.

Sebuah program kecil secara otomatis (dan dibelakang layar) didownload oleh browser IE yang kemudian akan mengirimkan data-data seperti password Gmail ke server penampung yang terletak di Taiwan. Jadi program ini merekam semua aktivitas komputer pengguna.

Adobe yang juga kena serangan tersebut mendeteksinya pada tanggal 4 Januari 2010, sedangkan Google telah mendeteksinya pada pertengahan Desember sehingga telah berusaha mengamankannya jauh-jauh hari. Namun data 2 akun email pada akun Gmail yang dituju gagal diselamatkan. Sang cracker berhasil menjarah data-data penting email aktivis hak azasi  China.

Babak selanjutnya, Google mengancam akan menarik Google.cn yang akan menempatkan Google.com di pucuk pimpinan traffik reach di China versi Alexa. Selama ini Google mengalah pada pemerintah China dengan “membagi” traffik Google sebenarnya dengan Google.cn yang inferior karena difilter hasil search resultnya, sehingga menempatkan Baidu pada pucuk pimpinan Alexa.

Setelah itu, karena Google.com tidak memfilter hasil pencariannya, maka pemerintah China akan memblok aliran traffik ke Google.com karena dianggap melanggar hukum China. Dan akhirnya, pengguna Google China akan segera kehilangan banyak aplikasi Google yang bagus-bagus itu. Sebut saja Google Maps, Google Earth, GMail, dll.

Google Bosan dengan langkah pemerintah China yang sok kuasa ?

Mengapa Google tidak membalas saja serangan cracker pemerintah  China dengan menghack server pemerintah China misalnya ? Atau membanjiri server pemerintah China dengan information trash sehingga  pemerintah China tidak berfungsi misalnya ? Bukankah hal itu akan menunjukkan kekuatan Google sebagai the most powerful internet server in the world ? Atau paling tidak mengapa Google tidak mempublikasikan siapa cracker hebat itu ?

Google nampaknya punya langkah yang lebih berjangka panjang. Targetnya tetap sama: meruntuhkan ego pemerintah China. Meruntuhkan otoritarianisme China adalah dengan menyebar virus demokrasi.

Dengan menarik Google China dan jika nanti pemerintah China memblok traffik ke Google services maka pengguna setia Google di China yang berjumlah 80 juta orang itu, dimana 3/4 nya adalah kalangan mahasiswa akan bereaksi. Kita tunggu saja bom waktu Google di China….

qzhttp: Web Server China yang Fenomenal

Maret 6, 2009 2 komentar

Setelah Web Server Rusia, Sekarang Web Server China

Setelah nama Rusia terangkat karena “ulah” seorang programmernya (Igor Sysoev) yang mampu membuat sendirian webserver (nginx) yang cepat populer karena kemampuannya menghandle dengan sangat baik request kelas berat, sehingga akhirnya dipercaya dan dipakai oleh situs2 non Rusia, FastMail.fm dan WordPress. Sekarang muncul fenomena qq.com yang dengan cepat membuat data Netcraft.com berubah total, karena dalam sebulan terakhir baru teridentifikasi sebagai jenis web server baru bercode qzhttp.

netcraf

Apakah qzhttp ? Qzhttp adalah webserver yang dipakai oleh jaringan subdomain blog dibawah qq.com (China) yang menurut Netcraft jumlahnya melebihi jaringan blogger.com. Jadi Alexa Rank pun belum mengidentifikasi dengan tepat raksasa tidur yang ternyata ada ini (qq.com ada pada rank 16 dunia sedangkan blogger.com ada di rank 8 dunia di Alexa. Entah mana yang benar, Alexa atau Netcraft) .

Yang jelas hal ini mengundang ketertarikan webmaster seluruh dunia untuk membuat perbandingan performance dengan misalnya Apache atau IIS, dua besar web server yang paling banyak dipakai di seluruh dunia. Sayangnya Qzhttp tidak gratis dan closed source.

Qzhttp adalah proprietary web server yang dimiliki oleh perusahaan software China bernama Tencent. Seorang pegawai Tencent mengatakan Qzhttp dibangun dari nol dan bukan turunan dari web server manapun. Namun hanya sebatas itu, selebihnya masih misteri.

Ada orang yang mengatakan Qzhttp tak lebih dari turunan Apache atau thttp. Karena log respon web server mereka yang mirip bahkan sama. Tencent diduga hanya merebranded produk Open Source Software dan mengakui sebagai miliknya. Masalahnya, kami sependapat dengan salah satu komentar anonim yang mengatakan, mungkinkah Netcraft.com sebodoh itu ?

Pertanyaan belum terjawab, namun satu hal pasti qzhttp menjadi webserver paling menarik saat ini. Orang tertarik karena kemisteriusan China, dan apa yang telah mereka capai. Jangan-jangan apa yang kita anggap benar selama ini, ternyata sudah masa lalu bagi programmer China ? 🙂

2 Situs Lokal yang mampu mengalahkan Google

Maret 1, 2009 83 komentar

Raksasa Google dengan Hibryd Mesin-Penilaian Manusia-nya memang terbukti mumpuni, di tingkat dunia Google mendominasi pasar pencarian online hingga 85%. Namun di dua lokasi ini, Google mengalami hal sebaliknya, kalah oleh pemain lokal hingga 76% (oleh Naver Inc.).

1. Naver (Korea Selatan) = menang telak

2. Baidu (China) = menang telak (lebih dari 60% pencarian)

naver

Bagaimana resep mereka mengalahkan Google ? Naver, tidaklah meng-crawl internet untuk membuat database pencariannya. Naver adalah portal mirip Yahoo yang menyediakan segala kebutuhan online disitusnya. Email, Chat, dll. Fitur utama yang mengalahkan Google adalah Forum tanya-jawab biasa namun khas budaya Korea Selatan yang sangat berbeda dengan pola search engine Google. Misalnya, jika orang Korea Selatan mengetikkan kata “rain” di Google, jawaban yang keluar adalah situs mengenai “hujan” dan kawan2. Namun di Naver, Rain adalah nama artis papan atas Korea Selatan. Contoh kecil ini menunjukkan mesin Google belum di tune untuk bahasa korea.

Baidu lebih mirip Google karena ia meng-crawl internet untuk membuat indeks data alamat internet beserta kata kuncinya. Dan Lagi-lagi masalah budayalah yang membuat hasil pencarian Baidu lebih sesuai dengan selera masyarakat China.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa Google terus memperbaiki pangsa pasarnya di dua negara tersebut. Kurang berhasil di Korea Selatan, namun Google berhasil meningkatkan pangsa pasar pencariannya sekitar 4% di China selama tahun 2008. Faktor yang mempengaruhi perbaikan pangsa pasar Google ini ada dua, yakni, Baidu banyak mengalami skandal internal, kedua, Baidu tidak memisahkan secara jelas antara hasil pencarian dengan iklan berbayar sehingga mengurangi kualitas pencarian.

Jumawa dengan keberhasilannya menahan Google di negeri sendiri (ada bendera korea selatan di header situsnya 🙂 ), pendiri Naver Mr. Chae berniat menyerang Google di kandangnya sendiri dengan mendirikan Naver USA, Naver Japan, dll.