Arsip

Posts Tagged ‘Google Apps Engine’

Aplikasi Web dengan Google Apps Script

Agustus 20, 2009 1 komentar

Mirip dengan VB script pada aplikasi Word dan Excell, Google meluncurkan Google Apps Script agar pengguna docs.google dan spreadsheet.google bisa mengotomatisasi pekerjaan mereka, misalnya membalas email secara otomatis dengan respon tertentu dan programming sederhana.

pro5

Spreadsheet Google dikenal telah mampu menggantikan fungsi Excell secara online dengan (salah) satu kekurangannya yakni belum bisa membuat ‘macro’. Dengan hadirnya Google Apps Script ini maka semakin lengkaplah Spreadsheet.Google sebagai aplikasi online yang penting sebagai bagian dari Google (Online) Operating System.

Kedepannya, untuk membuat aplikasi sederhana (menerima data dari user, mengkalkulasi respon, dan menampilkan respon akan seperti membuat aplikasi macro di dalam excell. Asyik bukan ?

Sebagaimana telah kita ketahui, Spreadsheet Google telah bisa dipakai untuk membuat form. Namun kita hanya bisa menampilkan summary atau hasil dari isian form tersebut pada spreadsheet.google. Tentu kita ingin membuat sesuatu secara otomatis dengan hasil tersebut bukan? Nah disinilah letak fungsi Google Apps Script: mengakalkulasi hasil isian form dan menampilkan respon secara otomatis kepada user.

Ke depannya kami yakin ini akan membuat banyak pengguna internet  seperti kita bisa membuat aplikasi web yang didevelop tanpa programming yang berat. Dan ini berarti satu langkah lagi bagi Google untuk menjadi defakto raja Sistem Operasi Internet.

Menjalankan PHP di Google App Engine

April 16, 2009 Tinggalkan komentar

Buat kawan-kawan yang kecewa karena PHP belum mendapatkan prioritas untuk bisa jalan di App Engine, ada kabar yang mungkin bisa menjadi solusi.

Seperti diketahui, baru-baru ini App Engine meluncurkan Java sebagai bahasa baru di App Engine. Nah di dunia Java, ada project yang bernama Quercus project yang bertujuan menjalankan PHP5 di lingkungan Java.

php5

Linknya ada di: http://www.caucho.com/resin-3.0/quercus/

Ada programmer yang sudah berhasil yang detilnya ada di http://www.webdigi.co.uk/blog/2009/run-php-on-the-google-app-engine/

Kalau anda berhasil drop comment disini ya …

Akhirnya Google App Engine Support Java !

April 8, 2009 Tinggalkan komentar

Untuk 10.000 developer java yang beruntung, Google memberikan kesempatan untuk menjadi tester penerapan Java di App Engine. Setelah sempat mengecewakan dengan meluncurkan Fortran77 yang dianggap ketinggalan jaman, Google akhirnya, sesuai jadwal, meluncurkan Java sebagai Run Time Language mendampingi Python yang telah lebih dulu disupport. Hurah !

javaappengine

Berarti Om Malik dengan sumber internal di Google tidak salah. Kami yang keliru  dengan mencatat Om Malik terkecoh. :). (Maaf ya Om … maklum anak baru kurang diajar)

Support Java di App Engine tidak terbatas pada Java Library namun termasuk juga Java Tooling seperti Eclipse IDE Plugin. Sementara ini tidak semua library disupport, beberapa yang bisa disebutkan ialah javax.mail, javax.cache, dan java Servlet API.

Dan seperti diperkirakan Om Malik, engine yang mirip dengan Android memang diterapkan di edisi ini. Untuk mengatasi masalah pengaplingan resources oleh Java Virtual Machine, maka sistem sandboxing mirip di engine Android (Dalvik) diterapkan disini. Meskipun tidak dibuka untuk umum, namun besar kemungkinan JVM yang ada di App Engine ini, adalah JVM yang sama di Android.

Satu hal yang pasti: dengan pengumuman Google App Engine support Java ini, maka Java Hosting yang terkenal mahal akan kebakaran jenggot. Untuk yang termurah dengan resources yang sangat terbatas (minimal), Java Hosting menerapkan tarif umumnya $5 per bulan !. Sedangkan App Engine (jk tidak ada perubahan) support s/d 5 juta visitor per bulan secara GRATIS.

Kekurangannya ? Tentu ada, kurang fleksibel karena hanya support matriks-matriks dasar. Cron support, database import, dan akses ke http di balik firewall baru saja diluncurkan.

Kalau kami diapprove, kami akan post lagi disini.

App Engine Support Bahasa Pemrograman Baru

April 5, 2009 Tinggalkan komentar

Setelah sekian waktu hanya support Python, Google akhirnya meluncurkan bahasa pemrograman baru di App Engine (tanpa diduga sama sekali) : Fortran 77 !

Ni bahasa ‘kuno’ banget, sampai-sampai Om Malik (seorang blogger ternama) juga terkecoh. Kami memperkirakan Ruby and Rails, PHP, atau Java, semua mainstream language, ternyata jauh di luar dugaan.

Perkiraan kami bahwa Google tentu bersaing dengan Amazon AWS, namun rupa-rupanya Fortran 77 yang sama sekali tidak mainstream-lah yang dipilih Google, semakin menunjukkan bahwa Google memang tidak terobsesi persaingan.

Fortran adalah bahasa yang umum dipakai pada pemrograman teknik dan pemrograman matematika. Fortran singkatan dari Formula Translation, adalah bahasa selevel C dan C++ namun lebih tua (1957). Jadi Fortran adalah bahasa pertama yang dihasilkan scientist di atas Asembler. Anda mungkin lebih mengenalnya sebagai bahasa untuk ‘kartu berlubang’. Karena levelnya yang selevel bahasa C, maka Fortran juga sangat cepat eksekusinya. Mungkin karena faktor inilah Google memilihnya. Rating supercomputer dunia juga dibuat dengan bahasa Fortran.

Selain itu panjang code fortran umumnya lebih pendek daripada C. Kalau ada 100 baris code bahasa C, maka Fortran cukup dengan 80 baris code.

Sangking kunonya Fortran, di kantor kami ada Joke yang beredar, sebentar lagi, setelah Fortran 77, maka App Engine akan support …… bahasa Asembler. Makin pusing-lah kita.

Google Moderator di App Engine

Maret 26, 2009 1 komentar

moderator

Musim kampanye pemilu begini, enaknya ngomong teknologi untuk kampanye. Seperti yang baru-baru ini dilakukan oleh Mr Obama, mantan anak Menteng ini baru saja sukses menggunakan alat dari Google bernama Moderator.

Jadi orang seAmerika memberikan suara untuk pertanyaan mana yang harus dijawab oleh Obama secara langsung dan real time. Jika anda ada pertanyaan dan pertanyaan tersebut sudah ditanyakan orang lain, anda cukup memberikan suara untuk pertanyaan tersebut. Jadi tidak perlu ada pertanyaan ganda.

Pertanyaan yang dijawab adalah yang paling banyak divote oleh peserta tanya jawab. Cepat, real time, dan adil/fair.

Nah kandidat mana ya dari partai-partai kita yang duluan menggunakan aplikasi ini ? Atau tidak ada yang “melek” teknologi internet ? Pak SBY bagaimana ? Kita tunggu saja.

Jika tertarik melihat ada disini: Google Moderator.

Oya, aplikasi ini tentu ada resiko politiknya, misalnya kalau dimobilisasi, bisa ada pertanyaan yang sifatnya “pokoknya serang” dan tidak wajar. Meskipun ada tombol “Flag as inappropriate”, bisa saja pertanyan begitu sempat muncul ke permukaan. Repot juga ya..?

Situs Kreatif (4): Cek Page Rank Banyak Situs

Maret 9, 2009 Tinggalkan komentar

Seharusnya situs seperti ini bisa punya page rank tinggi, soalnya sangat berguna 🙂

Buat anda yang sering menengok page rank situs-situs favorit anda.

Kelebihannya :

1. bisa cek multi web site sekaligus (umumnya page rank checker hanya bisa satu)

2. bisa cek page rank seluruh link keluar dari sebuah web site

Situs ini dihosting di GAE Google Apps Engine, jadi langsung aja Check Page Rank

Google Menggojlok Twitter

Februari 27, 2009 1 komentar

Setelah Matt Cutts, karyawan teras Google menjajal Google dan mempromosikannya ke Larry / Sergey (rumornya), Google sebagai perusahaan memutuskan untuk joint Twitter dan menjajal kemampuan server Twitter menampung hit dari penggunanya dalam waktu singkat. Benarkah ? Belum ada konfirmasi, dan nampaknya tidak akan ada … sampai terbukti jika Google menawar Twitter.

Setelah dua hari, tercatat hampir 30rb follower google yang telah mendaftar, maka jika hit Google diatas seratusan juta per hari, bagaimanakah jika semuanya joint twitter ? Buat Twitter, Google membuat account di situsnya adalah berkah sekaligus gojlokan bagi para teknisinya, apakah sanggup server twitter menampung hit sebesar itu ? Seperti diketahui, Google membutuhkan 400rb komputer cluster untuk bekerja, bagaimana dengan jeroan Twitter ? Twitter menggunakan Awazon AWS yang juga berkelas dunia.

Kami juga punya pandangan lain: Google mungkin saja tidak berniat membeli Twitter, namun hanya ingin membuat Twitter mempertimbangkan GAE (Google Apps Engine) sebagai alternatif infrastrukturnya, karena GAE telah cukup matang dan mampu menampung hit tingkat dunia.

2twit2

Jika perkiraan kami benar, maka jika bulan maret ini GAE akan support bahasa pemrograman baru, maka selain PHP dan Java, mungkin Ruby and Rails akan masuk juga. (Twitter didevelop dengan Ruby and Rails). Kita tunggu saja.