Arsip

Posts Tagged ‘Google Chrome’

Penggunaan IE Drop (hampir) 10%

Juni 2, 2010 1 komentar

Statcounter melaporkan turunnya penggunaan IE di seluruh dunia turun 9.8% dan USA turun sekitar 5%. NetApplications juga melaporkan turunnya usage IE sekitar 7% di seluruh dunia. Demikian juga Clicky.

Artinya ada pemain lain yang memperoleh kenaikan signifikan bulan in: Chrome. Sekarang market share Chrome mencapai 7%. Ini luar biasa, mengingat selama ini Chrome hanya memperoleh pasar 4% saja selama berbulan-bulan. Lompatan kenaikan pengguna Chrome ini nampaknya disebabkan oleh telah mulai stabilnya versi Mac dan Linux, sehingga rombongan pengguna baru bisa masuk. Juga versi open source dari Chrome yakni Chromium membuka peluang bagi komunitas untuk aktif mengembangkan code base ini lebih lanjut.

Selain itu, untuk aplikasi web, Chrome memang tampak nyata lebih cepat menampilkan web pages dibandingkan browser lain berkat engine javascript VP8 yang efisien dan bebas hang.

Iklan

Google Menggencet IE

Januari 30, 2010 Tinggalkan komentar

Google mengambil 2 langkah penting sehubungan upayanya mengikis dominasi Internet Explorer (IE) di pasar web browser.

1. Pakailah Google Chrome Web Browser dan kalau anda menemukan bug anda bisa memperoleh reward $500 s/d $1337. Hitung-hitungannya ini seperti iseng-iseng berhadiah ūüôā Gunakan saja chrome, siapa tahu anda menemukan bug.

2. Google Docs dan Google Sites hanya bisa dipakai mempergunakan IE7 dan IE8. Support IE6 akan didrop terhitung 1 Maret 2010. Youtube telah lebih dahulu meninggalkan support untuk IE6. Menyusul nanti produk Google yang lain, misalnya Gmail, dll.

Mengapa langkah kedua juga bisa mengikis dominasi IE ? Bukankah hal biasa kalau teknologi IE6 sudah diperbaharui pada IE7 dan IE8 ? Jangan lupa, dari 60% market share yang diisi IE, 30% diantaranya adalah market share IE6, meskipun telah hadir IE7 dan IE8. Sehingga nantinya ada 30% dari pasar pengguna web browser yang akan dihadapkan pada pilihan upgrade ke IE7 atau IE8 atau bisa juga lompat ke web browser lain.

Langkah kedua ini sebenarnya juga merupakan langkah logis karena IE6 terbukti tidak aman dan Microsoft sendiri telah melangkah ke IE7 dan IE8. Logikanya, IE8 jauh lebih advanced daripada IE6. Namun langkah Google meninggalkan support untuk IE6 membuka peluang bagi Google untuk mempromosikan penggunaan Chrome Web Browser dan Web Browser Open Source lainnya.

Google Chrome For Linux Telah Tersedia

Desember 8, 2009 Tinggalkan komentar

Masih versi BETA, tapi karena sudah ditunggu-tunggu cukup lama oleh linuxer seluruh dunia maka kemungkinan besar langsung laris manis.

Sayang cuma support Debian All, Ubuntu, Fedora, dan SUSE. Mandriva tidak tersedia.

Bersamaan dengan peluncuran versi BETA chrome Linux ini juga turut diluncurkan versi Mac OS dan Chrome Ekstension versi Windows dan Linux. Chrome Ekstension versi Mac OS belum tersedia.

Buat pengguna Linux, langsung saja download disini.

Chrome Browser Support Ekstension

November 24, 2009 Tinggalkan komentar

Mirip dengan Firefox Ekstension yang menambah kegunaan browser, maka Project Chromium juga merilis fitur ekstension untuk Google Chrome Web browser.

Tentunya anda juga bisa membuat ekstension untuk keperluan anda sendiri. Caranya anda menulis program kecil yang mudah dilakukan dengan web technologies seperti HTML, JavaScript, dan CSS.

Beberapa ekstension siap pakai buatan programmer Google akan tersedia di galery dan ada pula yang tersedia sebagai sample. Misalnya Gmail Checker,  Google News Reader, dll.

 

Google Chrome OS (Chromium) Sudah Tersedia

November 19, 2009 1 komentar

Sesuai jadwal yang diberitakan sebelumnya, Google Chrome Operating System atau Chromium mulai tersedia source codenya disini.

Berbasis Debian dan menggunakan web browser chrome sebagai dasar desktopnya. Paradigma Operating System Linux selama ini yang mengandaikan ‘kebebasan’ mengotak-atik komputer kita sendiri ¬†masih diberi ruang oleh Chromium namun nampaknya jika kita ingin menggunakan Chromium secara menyenangkan maka pandangan tentang OS tradisional harus sedikit diubah. Chromium OS lebih mirip kepada operating sistem untuk smartphone yang sangat fokus pada design dan security-nya nya sehingga lebih terbatas untuk¬† memodifikasinya. Kita harus mulai berpikir Chromium lebih sebagai¬† internet client, bukan dekstop. Chromium OS adalah Chrome web browser.

Untuk menggunakannya akan disediakan versi binary yang bisa langsung diintall (tahun depan jika telah stable) atau jika tertarik membangun dari source code maka sangat disarankan operating system anda sebaiknya Ubuntu (Hardy 8.04 or newer, Karmic 9.10 recommended). Jadi distro Jaunty 9.04 juga bisa dipergunakan. Meski begitu fedora, suse, mandriva, dan archlinux juga tersedia petunjuknya.

Selain git, juga disediakan format tar.gz sehingga anda bisa langsung mendownload untuk mengekstraknya di komputer anda.

Fitur-fitur menarik dari Chromium adalah:

1. really fast boot = 7 detik langsung online.

2. semua aplikasi adalah web app, meskipun dimungkinkan penambahan aplikasi berbasis debian namun tidak ada garansi aplikasi tersebut bakal jalan mulus ūüôā Bagaimanapun juga Chromium adalah opensource.

3. hanya support SSD disk, jadi harddisk tidak disupport. Contoh netbook yang telah support ialah Acer Aspire One 10.1-Inch Blue Netbook dan ASUS Eee PC 10.1-Inch Pearl Black Netbook. Sedangkan Lenovo Ideapad dan Del Mini masih bermasalah pada wireless drivernya.

4. support HTML5

Untuk detilnya langsung saja tancap gas ke sini.

Google Chrome OS Segera Diluncurkan

November 13, 2009 1 komentar

Seperti dirilis oleh techcrunch baru-baru ini, Google Chrome OS akan segera diluncurkan versi betanya pada November 2009 ini. Dan techcunch mencatat titik lemah Google Chrome Operating System ini akan terletak pada minimnya support terhadap hardware yang ada di pasaran.

chromeosJika melihat Google Chrome OS yang berbasiskan linux maka sinyalemen techcrunch ini mungkin ada benarnya. Mengingat begitu repotnya pengguna linux jika dihadapkan pada driver hardware unik  yang belum disupport oleh kernel.

Untuk mengantisipasi hal ini, rumornya Google telah menggaji khusus banyak programmer linux handal untuk membuat driver set yang ready begitu Chrome OS meluncur nantinya. Di pihak lain, Google juga terus menggencarkan kerjasama dengan pabrikan hardware PC dan Netbook ternama untuk membuat produk-produk PC dan Netbook mereka menjadi ‘Chrome Ready’. Diantaranya ialah Acer, Adobe, ASUS, Freescale, Hewlett-Packard, Lenovo, Qualcomm, Texas Instruments, dan Toshiba. Dengan kata lain hampir seluruh pabrikan merk ternama yang akan mendukung Chrome OS.

Jadi nampaknya, Google tidak ingin terlalu dipusingkan dengan banyaknya hardware-hardware unik yang drivernya hanya ada untuk Windows atau Mac. Mirip langkah Google pada project Android, yang awalnya hanya meluncurkan macam handset yang sangat terbatas, namun begitu sukses di pasaran, malah banyak terjadi porting sukarela  platform Andoid ke netbook oleh komunitas netbook itu sendiri.

Update 29 Desember 2009:

Google juga akan meluncurkan netbook merk sendiri yang ditenagai Google Chrome OS. Link ini menggambarkan lebih lengkap mengenai kabar tersebut.

Google Mempercepat Koneksi HTTP

November 13, 2009 1 komentar

Internet yang lebih cepat adalah dambaan seluruh pengguna internet. Setelah otak-atik HTML5 yang didesain akan semakin kecil ukuran filenya (coba lihat source HTML Google.com yang semakin kecil dari sebelumnya 8.7KB sekarang menjadi 6.9KB), maka sekarang giliran protokol HTTP yang coba dioverhaul oleh Google.

chromium

Dalam eksperimen terakhirnya, enginer Google mencoba membangun protokol yang lebih cepat dari HTTP. Dan dalam percobaan tersebut bisa dicapai percepatan maksimal sampai 65% dibandingkan protokol HTTP. Dengan demikian target penghematan load time s/d 2 kali lebih cepat dari HTTP telah dicapai dalam lab Google.

Kode untuk project ini adalah SPDY atau dibaca ‘Speedy’. Jadi ilmuwan Google membuat dari awal sebuah protokol setara HTTP yang lebih cepat yang didasarkan pada 3 pendekatan utama:

1. multiplexed streams, yakni fitur yang membuat protokol SPDY akan mampu dilewati banyak-bahkan unlimited paket data yang tidak berasal dari satu proses client-server yang sama. Jadi tidak menunggu satu proses selesai dikirim dan diproses server, client sudah bisa mengirim request yang lain. Dan sebaliknya.

Pada protokol awal HTTP, terdapat delay 500ms per request untuk diselesaikan barulah request berikutnya bisa terkirim (Single request per connection). Sebelum project ini ada, produsen web browser mengatasi masalah delay ini dengan membuka banyak koneksi sekaligus ke web server. Namun hal ini kerap kali dibatasi sendiri oleh web server untuk menghindari overload koneksi atau DDOS.

Begitu pula dengan HTTP Pipelining yang membolehkan multiple request dalam satu koneksi TCP-IP, namun jika satu request mengalami masalah dalam perjalanannya akan menghambat request berikutnya. Hal ini berbeda dengan pendekatan SPDY yang bersifat multiple access back forward.

Dengan proposal Google ini, tidak diperlukan lagi banyak koneksi ke server yang membuat server terlampau sibuk menghandle koneksi TCP-IP. Lagi pula jika satu client bisa atau boleh membuka banyak koneksi TCP-IP ke suatu web server, maka ini membuka peluang DDOS terhadap web server tersebut.

2. request prioritization

3. HTTP header compression dan no redundant HTTP Header

Selain mengkompresi header (yang membuat inisiasi situs lebih cepat), HTTP header yang tidak perlu dikirim ulang tidak akan dikirim lagi. Headers seperti ‘User-Agent’, ‘Host’, dan ‘Accept*’ umumnya akan tetap sepanjang koneksi sehingga tidak perlu dikirim ulang.

———-

Percobaan Google ini ditujukan tidak untuk menggantikan HTTP, melainkan untuk menjadi alternatif yang bersandingan dengan HTTP. Sehingga browser chrome dari Google nanti akan otomatis memilih menggunakan protokol mana yang disupport suatu web server.

Beberapa artikel yang berkaitan ada di link ini.

Update:

Untuk mencoba protokol SPDY ini hanya diperlukan browser Chrome dari Google sendiri. Namun krn masih dalam lab Google, belum ada web server yang mensupportnya.