Archive

Posts Tagged ‘Google’

Mainkan Pacman di Google Sekarang!

Mei 21, 2010 Tinggalkan komentar

Ada-ada saja Google: main pacman langsung di google.com 🙂 Mainan masa kecil kami ini… langsung ke: http://google.com buruan karena hanya hari ini dan besok.

Tapi sebenarnya anda bisa terus memainkannya di http://www.google.com/logos/

Segudang Font Bagus dari Google

Mei 21, 2010 1 komentar

Google menggaji secara khusus desainer-desainer font untuk menghasilkan font yang disumbangkan untuk kemajuan web.

Tulisan/huruf yang secara ilmiah telah diuji agar mudah dibaca telah disertakan dalam directory font ini, dan untuk menggunakannya cukup mengembednya ke dalam site anda dengan kode ini:

<link href=’http://fonts.googleapis.com/css?family=Cantarell&#8217; rel=’stylesheet’ type=’text/css’>

lalu di css anda (misalnya) :

h1 { font-family: ‘Cantarell’, arial, serif; }

———–

Screenshhot font:

——–

Linknya: http://code.google.com/webfonts

Google.com is down ?

Mei 20, 2010 1 komentar

Tadi malam, tech19 mencoba akses Google namun tidak memperoleh respon.

Lalu kami mencoba melakukan ping pada Google.com dan inilah hasilnya :

Satu jam kemudian, koneksi kembali normal.

Namun screenshoot diatas (100% packet loss) membuktikan bahwa Google.com pun sempat down tapi tak terekspos ke publik.

Google Merombak Industri Printer

April 16, 2010 1 komentar

Dalam upayanya untuk membuat operating system yang berbasis internet, Google melihat salah satu kelemahan mendasar dari industri printer adalah adanya ketergantungan yang amat besar pada driver printer. Bermacam-macam printer dibangun dengan driver yang berbeda-beda pula. Ini menimbulkan kompleksitas atau persoalan yang sulit dipecahkan terutama bagi dunia open source software.

Untuk dunia windows, driver disediakan oleh pabrikan agar printernya laku dijual, sehingga mudah mengoperasikan printer di dunia windows. Namun untuk dunia open source software, biasanya driver printer datang sangat terlambat, dan kalaulah ada, biasanya tidak lengkap atau hanya asal jalan.

Karena itu, Google yang tengah mengembangkan Chromium OS telah mengumumkan akan memulai merombak pola baku industri printer. Google akan bekerjasama dengan pabrikan printer dunia untuk membuat printer jenis baru yakni printer yang bisa mencetak via internet tanpa perlu PC terlibat didalamnya. Artinya driver printer sudah built in di dalamnya.

Memang kalau dipikir-pikir, printer memang seperti barang yang aneh. Tugasnya cuma mencetak gambar, namun sistem industrinya penuh batasan dan barier bagi pengguna. Contohnya sistem refill tinta yang menjengkelkan pengguna.

Kelemahan printer yang tugasnya gampang tapi dibikin sulit ini rupanya yang hendak diubah Google. Pengguna tidak perlu pusing driver karena driver dan sistem pooling/antrian sudah ada di dalam printer. Printer bisa mencetak seperti halnya kita mengirim email ke dalamnya. Semudah itu.

Tentu saja ini merupakan lahan bisnis baru buat Google. Printer yang bisa dikenal oleh jaringan internet seperti ini belum pernah ada. Printer didaftarkan/diasosiasikan dengan alamat email kita. karena Printer punya IP yang bisa dihubungi di mana saja sepanjang jaringan internet ada.

Lalu apa bedanya dengan TCP/IP printer yang sudah lebih dulu ada (Printer yang bisa mencetak melalui kabel LAN) ? Bedanya, plus printer-printer yang sudah ada yang masih perlu PC untuk mencetak, Google Printer akan mencetak tanpa perlu PC sama sekali ada di dekatnya. Jadi Printer Google adalah Printer dengan IP yang dikenal internet.

Dengan kata lain, Printer Google tidak membutuhkan setup network untuk bisa mencetak via LAN. Ia seperti handphone yg siap pakai. Cuma perlu kartu SIM.

Gelombang devices dengan IP Public nampaknya sudah didepan mata.

Tag:

Dua Pukulan Telak Buat Google

Maret 17, 2010 3 komentar

Kali ini dua berita menunjukkan bahwa Google telah tertinggal dalam perlombaan inovasi. Motto “Don’t be Evil” mungkin malah membuat para inovator berpikir “Apakah Google sendiri telah menjalankan motto tersebut ?” dan ini memotivasi mereka untuk bisa lepas dari cengkraman Google.

Apakah strategy open web bukan strategy Google untuk memantapkan posisinya saja? Agar inovasi tidak terjadi diluar kekaisaran Google, namun sebaliknya terjadi dalam kontrol Google? Jangan dilupakan bahwa Google adalah perusahaan yang terdaftar di bursa saham. Dan bursa saham menuntut semua perusahaan yang terdaftar disana untuk terus tumbuh stabil beberapa persen setahun agar terus terdapat “daya tarik”. Pada gilirannya agar terus terjadi penumpukan modal ke kantong Google.

Namun hukum alam juga terjadi, bukankah perusahaan lain di bursa saham tersebut juga harus terus tumbuh stabil ? Yang pada gilirannya akan memunculkan “perang” diantara mereka sendiri ?

Nampaknya inilah yang tengah terjadi.

1. Microsoft melalui tangan Facebook berhasil mengalahkan traffik Google untuk pertama kalinya diluar event musiman seperti natal dan tahun baru. Minggu kemarin Hitwise melaporkan facebook berhasil melewati Google untuk unique visitor di kandang mereka sendiri yakni USA. Boom!

2. Adobe menempuh langkah flangking (menghindar) untuk mendisable dominasi Google: peer to peer networking. Jika Google berusaha merangkul sebanyak mungkin pelaku bisnis internet untuk bergabung dalam Open Web strategynya, maka Adobe memutar langkah lebih jauh: merangkul semua pengguna internet dengan platform teknologinya. Teknologi Real-Time Media Flow Protocol (RTMFP) pada Adobe Stratus membuka peluang untuk peer to peer networking sehingga PC pengguna internet bisa secara langsung berhubungan dengan efisien. Tanpa server terpusat.

Dan Boom! Chatroulette.com membuktikan teknologi Adobe telah siap untuk test drive dengan trafik yang membumbung 12.000% tiga bulan terakhir. Padahal Adobe Struts masih berstatus Beta. Eksekusi yang tepat [atau kebetulan] dari situs ini menunjukkan HTML5 yang sangat lambat peluncurannya memang aneh. Tahun 2012 nanti masih belum terdapat fitur peer to peer networking ini. Yang ada hanya RTMP (real time messaging platform). Sebuah teknologi yang masih membutuhkan server terpusat.

Kok Google yang penuh insinyur top itu bisa kalah cepat dengan Adobe sebuah perusahaan yang lebih kecil pendapatannya?  Apa yang ditunggu ? Ini membuat kita bertanya, apakah agenda Google sebenarnya ? Apakah Google sengaja memperlambat perkembangan Open Web sampai ia kuat secara pasar di tahun 2012? Dan apakah Google akan melakukan hal yang sama terhadap setiap inovator potensial ? Diakuisisi kemudian di “cerna”?

Tapi jangan khawatir … Google telah menyiapkan Google Buzz sebagai pesaing facebook, sayang terlambat. Dan sampai saat ini Google masih membisu terhadap langkah Adobe peer to peer networking. Google nampaknya tak mungkin melepaskan pola sentralistiknya untuk mampu  mengembalikan internet kepada tujuan asalnya: menghubungkan pengguna secara langsung. Tanpa pretensi beriklan bukan?. Jadi, kemanakah perginya makna “Don’t be evil” ?

Ouch!

Update: Google diberitakan telah membuat kontak dengan pendiri chatroulette.com. Andrey menyatakan tidak akan melepaskan kepemilikan situsnya kepada siapapun, namun ia memikirkan untuk menerima sebagian kepemilikan saham atas situsnya.

Update 26/3/2010: Html5 mulai memasukkan peer to peer flow connection dalam specnya pada tanggal 22/3/2010 yang lalu.

Google Buzz: Buat Network Baru

Februari 11, 2010 Tinggalkan komentar

Jika selama ini anda menyukai terhubung dengan teman-teman anda melalui media jaringan sosial seperti facebook, friendster, atau myspace, maka Google Buzz bisa anda pertimbangkan ada di target berikutnya.

Yang beda dari Google Buzz adalah ketika anda login ke dalam akun Gmail anda maka Google Buzz akan menciptakan jaringan baru berdasar sejarah email anda. Yang kami temui adalah ada network yang ternyata exist selama ini tapi jarang kami dihubungi. Ah, dalam hati kami kami berkata life is too short not to share .. right ?

Mungkin beberapa dari anda tidak menyukai Google Buzz menghubungkan otomatis anda dengan network baru ini. Tetapi jangan khawatir, jika anda tidak menyukainya, anda masih bisa mengeditnya kok :).

Ikuti Orang lain: anda bisa mulai membuat kontak baru dengan search nama orang yang anda ingin ikuti. Coba nama selebritis ! Anda akan terkagum-kagum betapa pendeknya jarak anda dengan orang terkenal .. 🙂

Atau cobalah ini: nama orang yang bernama sama dengan anda .. lalu langsung ikuti .. responnya luar biasa !

Oh jangan lupa: try this : Sergey Brin dan Larry Page, entah itu yang asli atau yang palsu … yang jelas, apakah mereka peduli produknya sendiri bisa ditest disini 🙂

Lainnya : kotak search people juga berfungsi seperti Google search, jadi anda bisa mencari nama orang bersama lokasi misalnya. Atau nama orang bersama profesinya.

Sisi negatifnya: anda bisa wasting time kalau akun gmail anda adalah akun untuk bekerja 🙂

Update: 12 Feb 2010

Setelah mencicipi buzz beberapa hari ini, beberapa catatan seputar Google Buzz:

1. Buzz adalah twitter versi panjang. Lebih dari 140 karakter dan bisa berisi multimedia, tak hanya karakter.

2. Konsep Follow mirip dengan twitter dengan sedikit perbedaan: Buzz bisa search profil orang tak hanya nama orang.

3. Beberapa bug masih ada di versi ini. Misalnya jumlah orang yang mengikuti kita selalu kelebihan 1 orang yakni: kita sendiri.

Pasar Baru Google: Alat Penerjemah Real Time

Februari 9, 2010 1 komentar

Franz Och dari Google Translation Services mengumumkan bahwa Google telah memulai pembuatan software untuk mobile phone [android] yang mampu menerjemahkan pembicaraan kita ke bahasa asing dan sebaliknya. Bank data bahasa Google s/d sekarang ada sekitar 50 bahasa. Sejauh ini, klaim Franz, meski mash harus menunggu beberapa tahun lagi, software penerjemah real time ini berfungsi cukup memuaskan.

Cara kerjanya, mirip proses penerjemah professional. Jadi kita berbicara sampai jeda, lalu aplikasi ini akan menerjemahkannya setelah cukup memahami maksud pembicaraan kita. Lawan bicara mendengarkan hasil terjemahan tersebut sampai selesai, kemudian sebaliknya, lawan bicara kita berbicara merespon dengan bahasanya sendiri, lalu software menerjemahkan langsung di handphone kita dalam bahasa kita.

Sebelumnya, dengan akuisisi Grand Central, Google telah memiliki teknologi untuk voice recognition. Mengubah kata-kata yang diucapkan langsung menjadi input buat search engine Google. Dengan teknologi ini tak perlu repot-repot mengetikkan ke keypad mobile phone yang terbatas. Cukup sebutkan maka Google search langsung dijalankan.

Selain akuisisi yang mempercepat penguasaan teknologi Google, Google sendiri secara internal terus mematangkan teknologi penerjemahan dengan teknologi komputer quantumnya. Tantangannya ada pada besarnya variasi suara dan dialek dalam satu bahasa. Untungnya, mobile phone adalah alat yang pribadi, sehingga ini memungkinkan software untuk mempelajari sample suara spesifik penggunanya. Semakin sering dipergunakan, semakin cerdaslah software ini untuk mengenali penggunanya.

Bisa dibayangkan besarnya market untuk alat ini kalau Google berhasil menjadi yang tercepat di pasar baru ini. Kursus bahasa, jasa penerjemah, dll akan mengalami kehancuran alamiah. Batasan bahasa  tidak menjadi masalah lagi. Dan beberapa tahun lagi akan umum ditemui, dua orang yang berbicara dengan bahasa masing-masing: berbicara via telepon sambil berhadapan langsung 🙂

Link beritanya ada disini.