Archive

Posts Tagged ‘Informasi’

10 Istilah Internet yang Menjengkelkan

Oktober 16, 2012 5 komentar

Beberapa kejadian sehari-hari yang sering anda temui dalam berkomputer ria, terkadang ada yang menjengkelkan.

1. Virus & Virus Update

Virus adalah hal biasa untuk komputer. Sama halnya dengan virus flu. Obatnya mudah dan tersedia. Namun efek yang ditimbulkannya membuat jengkel kita semua. Mulai dari hilangnya data, rusaknya hardware, dan keharusan untuk menginstal ulang sistem operasi kita.

Untuk komputer berbasis Linux dan Mac OS, virus tidaklah terlalu mengemuka. Namun untuk Windows, virus adalah fenomena yang kerap kali  terjadi.

Dan masih ada satu lagi tambahan: Virus Update. Notifikasi ini sering tampil berulang-ulang padahal rasanya baru saja kita mengupdatenya. Hal ini dikarenakan virus baru memang terus terdeteksi. Tahukah anda setiap 2 menit sekali (rata-rata) sebuah virus akan menyerang target baru ?

2. Please Try Again …

Karena server web tengah dibanjiri pengunjung, maka web server mengatur agar antrian tidak terlalu membludak. Caranya adalah mengirimkan beberapa pengunjung yang beruntung untuk pergi ke halaman “Please Try Again….”
3. Next-Previous

Sistem Next-Previous bertujuan untuk menyelamatkan waktu dan sumber daya server dari pekerjaan yang tidak perlu. Misalnya ada 10 halaman yang ingin ditampilkan, maka web server didesain untuk menampilkannya satu per satu, toh pengguna tidak akan langsung ke halaman 10 sebelum membaca apa yang ada di halaman 1.

Namun hal ini tetap menjengkelkan bagi para penggunanya. Sebagai solusinya diciptakan opsi: “Tampilkan Semua dalam satu Halaman”. Meskipun tidak semua website melakukan itu. Website seperti ini beragenda agar semakin banyak klik/interaksi pengunjung, sehingga semakin besar pula traffik situs tersebut. (Page Views)
4. Register to Comment

Posting blog yang menarik/kontroversial biasanya mengundang keinginan kita untuk sekedar berceloteh terhadap topik tersebut. Tetapi jika anda belum terdaftar, anda harus mendaftar dulu. Dan ketika anda selesai mendaftar, anda sudah lupa hendak berkomentar apa. Register to comment mengurangi spontanitas, meski juga sebenarnya mengurangi komentar spam.
5. Referensikan Rekan Anda

Pelanggan yang puas adalah marketer yang baik. (Padahal kita baru saja mendaftar)

Sedikit kontradiktif bukan ?
6. Undangan Social Network

Facebook, LinkedIn, dll telah menjadikan standar undangan untuk bergabung setiap kali seorang user baru mendaftar. Harapannya agar basis pengguna meningkat secara eksponential. Mungkin kita sebagai pengguna juga mengalami kejengkelan yang meningkat, setiap kali undangan seperti ini hadir di dalam inbox email kita.
7. Form Registrasi yang Panjang

Di awal sejarah perinternetan kita, setiap user pasti mengalami untuk mengisi formulir pendaftaran yang panjang. Tanggal lahir, Hobby, Nama anjing peliharaan. Kalau saja kita tahu bahwa akhirnya data kita dijual ke pihak ketiga, tentu akan kita seperlunya saja mengisinya.
8. Download akan dimulai setelah .. detik.

Sebelum mendownload content yang anda inginkan, adalah hal lumrah anda dipersilahkan untuk menyaksikan beberapa iklan. Setelah beberapa detik berlalu, halaman iklan berganti dengan halaman download. Tetapi anda akan dibingungkan dengan banyaknya tombol yang bertuliskan kata-kata “Download Now”.

Jika anda salah pilih, anda akan dihantarkan pada halaman para pemasang iklan. Sehingga anda kemudian akan menekan tombol “Back” pada web browser anda.

Ketika anda telah kembali ke halaman dimaksud, Link Download yang dimaksud telah expired.

Bagi yang tidak ingin menunggu, bisa membayar biaya keanggotaan. Menjengkelkan bukan?
9. Loading … Please Wait….

Dan sejenisnya, seperti loading video di Youtube bagi beberapa orang akan terasa menjengkelkan. Terutama bagi yang telah membayar koneksi internet premium. Yang jarang mereka sadari, server youtube membatasi kecepatan maksimal bagi setiap user yang ingin menyaksikan video. Betapapun cepatnya koneksi internet yang anda miliki, masih dibatasi oleh server.
10. Premium Content, Register Now

Anda menemukan linknya, anda baca judul artikel tersebut, dan anda tertarik, lalu anda klik link tersebut. Hanya untuk menemui bahwa artikel tersebut tertutup untuk komsumsi publik. Bagi yang ingin mengetahui isinya, harus mendaftar, dan membayar. Huff….

Inpirasi artikel: Dan Tynan/PCWorld


Blogger Asli Indonesia Masuk 100 Besar Top Blog Dunia (Blogger Sukses (4))

November 19, 2009 62 komentar

Figur blogger sukses kita kali ini memiliki situs yang berada di papan tengah di jajaran 100 blog paling ngetop sedunia. Blognya berisi hal-hal unik dan menarik dari segala penjuru internet yang dibahas dengan bahasa Inggris sehari-hari yang -menariknya- banyak salah ketiknya (typo).

Dimulai tahun 2005, Alex Santoso awalnya memulai neatorama.com sebagai blog dan hobby. Isinya benar-benar murni berupa tulisan ketertarikan Alex sendiri terhadap hal aneh dan lucu seantero web yang ia temukan manakala ia sedang browsing internet.

Bahkan nama situs neatorama.com ia pesan secara back order karena sudah ada orang lain yang memilikinya. Jika orang tersebut memperpanjang registrasi situs tersebut, Alex berpikir akan berhenti ngeblog dan mencoba hal lainnya.

Berbulan-bulan ketika ia telah lupa akan pesanan nama situs tersebut, tibalah email peringatan dari domain registrarnya yang memberitahu bahwa neatorama.com telah available. Maka dimulailah petualangan Alex di dunia blogging yang akan mengangkat namanya di level dunia.

Targetnya Alex ingin memposting minimal 5 post setiap hari. Dengan minimal cadangan 20 tulisan yang siap publish setiap saat, dalam 2 tahun, Alex berhasil menarik rata-rata 1.5 juta visitor tiap bulan ke situsnya atau lebih dari 50 ribu unique visitor per harinya. (bandingkan dengan tech19 yang dalam setahun hanya mampu mencapai 100 post 🙂 …)

Meski Alex memulainya murni sebagai hobby, namun saat ini neatorama telah berkembang menjadi bisnis serius yang mencakup online store dan lusinan sub situs dengan multi server dedicated berbayar. (Saat sekarang pun Alex masih menganggapnya sebagai hobby karena ia punya pekerjaan utama di dunia nyata). Dengan saat ini minimal 20 posting perhari yang dilakukan langsung oleh Alex maupun oleh guest blogger.

Seperti bisa diduga dari namanya, Alex Santoso adalah kelahiran Indonesia dan masa kecilnya dilewatkan di Indonesia. Ketika berimigrasi ke Amerika, tepatnya di California, Alex masih berusia 15 tahun. Dan Alex mengaku bahasa Inggris adalah ‘his second language’ sehingga jika banyak terjadi typo adalah hal yang wajar, toh itu tak menghalangi Alex untuk terus menulis.

Meski begitu Alex tidaklah melupakan Indonesia, ada juga tulisan Alex yang mengangkat topik tentang Indonesia misalnya tulisan tentang Obama-asli-Indonesia, gembok-untuk-pemijat, atau real-superhero-dari-jakarta.

Pengunjung setia blog neatorama.com kebanyakan (hampir 70%) adalah pengguna internet rumahan. Sehingga besar kemungkinan para pengunjungnya adalah tipe orang yang ingin mengisi waktu senggang dengan cara membuat dirinya ‘tersesat-keasyikan’ di neatorama. 🙂

Pendekatan Alex terhadap aktivitas ngeblog juga termasuk tidak biasa. Ditengah derasnya pendekatan ‘niche’ untuk ngeblog, Alex malah menulis ‘segala topik’. Asalkan topik itu menarik dan unik, maka Alex akan menuliskannya. Meski begitu, pendekatan bisnis (niche) akhir-akhir ini juga direspon Alex dengan jalan membuka beberapa sub situs yang dikelola secara profesional.

3 Tips singkat untuk blogger pemula dari Alex ialah daya tahan, kegigihan, dan pantang mundur. (3 kata yang sama persis maksud dan tujuannya…).

Strategi Google vs Microsoft (3)

Agustus 6, 2009 2 komentar

Senada dengan tulisan kami sebelumnya mengenai strategi Google vs Microsoft, dua berita terakhir mengenai deal barter Yahoo-Microsoft yang mengindikasikan kecenderungan Microsoft untuk ‘bergabung’ dengan internet (dan bukan melawannya), lalu berita Chrome OS terbitan Google dan akuisisi Google terhadap On2 technologist sebagai ‘pilihan mandiri’ terhadap perkembangan internet  menunjukkan indikasi bahwa Google tengah berproses menuju percepatan open web standard.

Karena Microsoft bergabung dengan internet, Google dan strategi open web adalah jawaban atas masa depan internet. Kami berkeyakinan, sepanjang Google berpihak kepada open web maka revenue mereka akan terus tumbuh seiring pertambahan pengguna internet.

Apakah teknologi kompresi video yang dibeli Google dari On2 akan di-opensource-kan ? Tentu belum tentu :). Namun setidaknya hal ini mengindikasikan bahwa Google akan terus memperbaiki kualitas video youtube yang dianggap jelek untuk video high definition  dan perlahan tapi pasti melepas ketergantungan decoder video flash tertutup dari Adobe yang membuat Google hrs membayar 5 juta dollar setiap tahunnya (Youtube nampaknya menggunakan teknologi kompresi H.264 atau variasinya). Yang menarik, dengan pembelian On2 ini, sekarang Adobe malah menjadi client Google, karena ternyata Adobe membeli lisensi teknologi On2 untuk kompresi video flash.

Jika Youtube menggunakan teknologi On2 terbaru untuk video flashnya, maka penghematan bandwith secara rata-rata adalah s/d 40%.

pro2

Dan apakah Google tidak merugi dengan membeli On2 sebesar 100 juta dollar atau 20 kali lipat pengeluarannya di youtube? Mungkin tidak kalau melihat bahwa jumlah lisensi terjual dari teknologi On2 adalah sebesar 2 milyar licensi (jadi Google kulakan 0,05 dollar per lisensinya). Rupanya licensi On2 tidak hanya ada di web video, melainkan juga pada mobile devices. Nampaknya Google malah diuntungkan.

Selain Adobe, pelanggan On2 yang lain adalah Sun Microsystems for Java-FX, Skype for video conferencing dan Move Networks for delivering high definition web TV (HDTV di web).

Catatan penting lainnya adalah berita mengenai testing support HTML5 pada browser Chrome yang menjadi awal dari penerapan video tag pada elemen HTML untuk menjadi alternatif terhadap standar video tertutup flash.

Way to go Google !

Kelanjutan Teknologi Wireless

Juli 27, 2009 2 komentar

Setidaknya 2 industri besar diramalkan akan mulai terganggu pasarnya jika teknologi baru temuan ilmuwan MIT ini dipasarkan secara massal 18 bulan lagi:

1. industri kabel listrik

2. industri baterai

Kok?

Witricity adalah perusahaan teknologi electric wireless pertama yang akan meluncurkan produk ini. Dengan transmitter dan receiver yang compact ukurannya, Witricity menawarkan solusi untuk mengalirkan listrik secara wireless ke peralatan rumah tangga.

Diperkenalkan pada ajang TED di Universitas Oxford London kemarin, teknologi ini benar-benar menjadi primadona dan menjadi bahan pembicaraan peserta konfrensi.

Bisa dibayangkan ke depannya dimana akan semakin banyak mobil listrik dipasarkan, produk ini akan mengalami booming yang luar biasa. (mungkin itu sebabnya dinamakan Witricity: Memancarkan energi listrik pada level kota?). Dan di dalam rumah, akan terbebas dari uluran kabel yang ribet dan mengganggu.

wirelesselectricity

wirelesselectricity2

Teknologinya dinamai sebagai teknologi resonansi magnetik yang bekerja berdasar prinsip fisika sederhana yakni resonansi suara.

Masih ingat cerita penyanyi opera yang mampu memecahkan gelas dengan suaranya ? Dengan cara yang sama alat ini bekerja, hanya bedanya alat ini bekerja pada tingkat electron.

Jadi ketika suara penyanyi opera tersebut mencapai frekuensi yang sama dengan nada resonansi gelas, maka gelas mulai menyerap energi gelombang suara tersebut dan mulai bergetar, sampai akhirnya semakin keras getarannya dan akhirnya memecahkan gelas tersebut.

Pada alat ini, gelombang electromagnetic dipancarkan dari transmitter dan diterima oleh receiver yang frekuensi resonansinya kurang lebih sama sehingga energi listrik bisa diserap oleh receiver untuk menghasilkan arus listrik dengan efisiensi s/d 95%.

Kami dulu mengira bahwa industri baterai akan menjadi industri yang semakin booming ke depan dengan penemuan teknologi baterai yang semakin maju. Namun dengan adanya teknologi ini, maka baterai menjadi tidak relevan (dan baterai sebenarnya menimbulkan polusi).

Apakah “A New Kind of Science” itu ?

Juni 2, 2009 2 komentar

Mengapa konsep “A New Kind of Science” dari Prof Stephen Wolfram oleh sebagian analis diramalkan sebagai “Hal Besar Berikutnya” dari ilmu pengetahuan setelah Metode Ilmiah dan Komputer?

Prof. Stephen Wolfram

Prof Stephen Wolfram

Copernicus

Copernicus "The Revolution of Science"

Konsep ini jika terbukti kebenarannya, adalah konsep yang revolusioner. Suatu konsep yang awalnya nampak seperti main-main namun dibaliknya terdapat kekuatan untuk merevisi pandangan umat manusia untuk segala bidang keilmuan.

Sama halnya dengan ketika sebagian besar umat manusia masih percaya bahwa bumi adalah pusat dari alam semesta dan karena itu bulan serta bintang beredar mengelilingi bumi, suatu hal yang kemudian diruntuhkan oleh gagasan seorang ilmuwan Polandia bernama  Copernicus dan di kemudian hari oleh bukti temuan ilmuwan Italia: Galileo.

Prof. Wolfram melihat adanya celah kemungkinan bahwa kegagalan ilmu pengetahuan menjelaskan semua fenomena science dan akhirnya seperti “terjebak” pada teori statistik probabilistik yang pasti-tak pasti adalah karena kekeliruan dari dasarnya, yakni konstruksi berpikir matematika tradisional yang menerima begitu saja bahwa 1+1=2 dstrnya. Matematika tradisional akan bekerja dengan sangat baik ketika masalahnya masih sederhana, namun akan keteteran manakala berhadapan dengan sistem yang kompleks/rumit, seperti aliran air dan udara di atmosfer atau pertanyaan mengenai asal usul alam semesta dan asal-usul materi.

Berangkat dari keyakinan bahwa Alam Semesta itu deterministik atau bisa dipastikan/diprediksikan sesuai hukum-hukum tertentu yang baku, Prof Wolfram memperoleh ide dari dunia komputer. Bahwa 1+1=2 tidaklah cukup, haruslah ada semacam “program dasar” yang mengatur aliran angka-angka itu.

Dengan demikian 1+1 tidaklah diterima begitu saja hasilnya sama dengan 2, melainkan mengapa 1+1 harus 2 dan tidak 3 atau 4 atau bahkan -100 adalah lebih penting. Kalau aturannya sudah keliru, hasilnya akan keliru. Begitulah Prof Wolfram memandang kekurangan  dari science tradisional yang “macet” s/d sekarang. Ilmu pengetahuan modern saat sekarang oleh Prof Wolfram dianalogikan tidak memberi tempat yang cukup kepada kemungkinan lain dari penjumlahan 1+1.

Karena itu lahirlah konsep Cellular Automata (CA).

———-%———-

Pada tahun 2002, bukunya yang berjudul “A New Kind Of Science” diterbitkan dan memperoleh liputan yang luas dan cukup heboh di kalangan scientis. Dan dengan cepat pula orang menjadi bingung.

Dan begitu pula-lah Newton ketika menerbitkan Principia of Mathematicanya beberapa abad yang lalu. Orang baru menyadari kebenarannya ketika mulai terlihat bukti-bukti bermunculan dan hasil dari ilmu baru tersebut yang ternyata bermanfaat bagi umat manusia. Ketika itu hukum newton mampu memprediksi kehadiran komet tepat pada waktu dan posisinya.

Dalam bukunya Prof Wolfram menjelajah secara sistematis kemungkinan dari pola-pola program/aturan dasar dari konsep CA-nya yang disebutnya sebagai Rule. Dalam penjelasannya, Wolfram mengandaikan satu pixel bujursangkar sebagai awal mula konsep matematikanya. Disekitar pixel itu terdapat pixel tetangga yang menempel langsung, Jika ini bujursangkar, maka terdapat 8 pixel tetangga. Maka secara hipotesa, terdapat 2^8 kemungkinan pola program dasar dari CA. Itu berarti ada 256 Rule dasar. Warna berbeda digunakan untuk menunjukkan fase berbeda.Warna berbeda digunakan untuk menunjukkan fase/tahapan yang berbeda.

Semua rule tersebut kemudian dimasukkan program penggambar (plotter) dan lembar hasil cetakan tersebut dibawa dan diuji pada berbagai macam bidang keilmuan seperti fisika, biologi, kimia, musik, bahkan statistika dll. Contohnya Rule no 30. Di dalam bukunya, Wolfram menguji dan mencari bukti rule no 30 pada bidang Teknologi Enkripsi dan Biologi Biota Laut. Rule no 30 kemudian dipergunakan oleh Prof Wolfram pada software Mathematicanya sebagai Random Number Generator.

Hasilnya ? Ditemukan rule yang paling dasar, yakni rule no. 110 yang kemungkinan besar adalah ibu dari semua rule yang ada di alam yang  tersebar di berbagai disiplin ilmu. Rule no 110 ternyata bisa  berkembang menjadi 255 rule lainnya yang mungkin terjadi seiring phase tertentu. Sebagai perbandingan, Rule no 30 juga pada fase tertentu menghasilkan pola/patern Rule No.86, 135 dan no.149. Namun terbatas hanya pada pola tersebut. Sedangkan Rule 110 bersifat universal, semua rule yang ada akan dihasilkannya setelah fase tertentu.

Hal ini kemudian dibuktikan bahwa matematika tradisional adalah bagian kecil dari Rule no 110. Sehingga matematika tradisional bisa diterapkan pada CA (dan telah lolos Turing Test (test matematika dasar seperti penjumlahan, pengurangan, dll)).

Rule no 110 ini juga unik. Jika sekilas dilihat ia tampak tak beraturan. Namun jika dizoom akan tampak bahwa pada level local rule ini sangat teratur dan punya pola-pola tertentu dari rule lainnya. Menarik bukan ? Rule 110 adalah rule yang disusun dari rule-rule lainnya. Prof Wolfram berintuisi bahwa inilah model yang tepat untuk alam semesta.

Demikianlah, Prof Wolfram yang memulai publikasi Cellular Automata pertamanya pada tahun 1983, namun baru bisa menerbitkan bukunya pada tahun 2002. Jadi hampir 20 tahun Prof Wolfram mematangkannya (mengujinya dan mencari bukti ilmiah di berbagai bidang disiplin ilmu pengetahuan). Padahal dia adalah seorang genius karena menulis fisika theory advanced mulai umur 16 tahun dan lulus Phd umur 20 tahun. Karyanya tentang fisika teori masih dipakai di banyak universitas dunia sampai hari ini.

————%————

Contoh dan fakta Cellular Automata (CA):

1. Alam pada dasarnya mengikuti suatu program dasar sederhana tertentu dalam evolusinya. Contohnya ada di punggung seekor Zebra. Mengapa bisa muncul pola bergaris-garis adalah contoh dari suatu program dasar kecil (autonomous) yang berulang setiap tahapnya. Program itu diawali dari sebuah cell kecil yang berkembang ke cell-cell berikutnya menurut aturan tertentu sampai kemudian berulang lagi dan berulang lagi. Hingga diperoleh pola stripe tersebut. Penemunya, Alan Turing menggunakan matematika yang sama dengan matematika CA namun ia tidak mengembangkannya. Turing berhenti hanya sampai pada pembuktian bahwa pola di punggung Zebra memang mengikuti pola matematik tertentu.

Contoh lain ada pada punggung kerang. Tuhan nampaknya menjadikan rumah kerang sebagai display untuk fenomena cellular automata.

Pola Rule 110 di rumah kerangPola Rule 30 di rumah kerang

Dan ini adalah output dari Rule no. 30 dalam 2 dimensi dari hasil simulasi komputer:

automatanature0

Demikianlah yang terjadi pada pola yang terjadi di punggung kerang. Setiap sel warna mengeluarkan warna dan atau menghambat sel disekitarnya untuk mengeluarkan warna menurut pola tertentu. Dalam hal ini mengikuti aturan dasar no 30.

2. Simulasi Game Komputer.

CA menyebut sebuah game komputer tahun 1970 yang sederhana yang  diperkenalkan ulang untuk menunjukkan konsep CA yang nampaknya mustahil. Prinsip CA yang berisi program dasar sederhana ternyata terbukti mampu menjelaskan atau setidaknya memberi gambaran mengenai kejadian di alam yang kompleks yakni gambaran dua pesawat antariksa yang bertabrakan dan menghasilkan lontaran pecahan pesawat ke arah tertentu.

Gospers_glider_gun

Gambar simulasi diatas dihasilkan dari hanya dari 4 kombinasi aturan dasar CA yang diulang-ulang! Hal ini membuktikan bahwa dibalik kompleksitas simulasi kejadian tabrakan pesawat tersebut ada keteraturan dasar yang amat sederhana dan cuma diulang-ulang.

Pembuat game komputer tersebut, John Conway (1970), tidak menyadari potensi baris-baris programnya karena hanya bertujuan untuk game semata.

3. Bagaimana dengan Psikologi ? CA menjelaskan fenomena “Free Will” atau kehendak bebas dari manusia yang sepertinya akan mencoret  prinsip deterministik dari CA (mengacaukan program karena bertindak acak) dengan memperkenalkan konsep keempat setelah 3 property  dasar On, Off, dan Repetition (perulangan) yakni “Random”. Lho ? Berarti kembali terjebak seperti science sekarang dong !? Wolfram menjawabnya dengan hasil riset seorang ilmuwan yang menunjukkan bahwa Free Will adalah fenomena “diluar” sistem CA. Karena itu Free Will sama posisinya dengan Tuhan dalam konteks CA yakni berada diluar CA atau tidak terpengaruh Rule CA (mampu untuk tetap tak bisa diperhitungkan/dipengaruhi). Lalu apakah FreeWill mempengaruhi hasil CA ? Jawab Wolfram adalah: Ya, namun tidak sesederhana itu. Apapun pilihan dari manusia akan mengikuti salah satu dari pola CA yang 256 itu. Manusia semacam terjebak di dalam CA.

Fenomena FreeWill ini diberi label Random dalam konteks Rule awalnya karena hanya baru bisa diamati setelah pola CA mana yang diambil telah bisa dideteksi. Eksperimen menunjukkan bahwa Random bukan berarti Acak dalam arti “ngawur” namun lebih berarti kepada “belum bisa diamati”. Pada phase berikutnya baru bisa dideteksi rule mana yang diambil. Prof Wolfram menyebut fenomena khusus ini sebagai “Program di bawah Ufuk” atau “Computational Irreducibility” untuk mengangkat kembali istilah dari hasil penelitian tersebut yang menemukan fakta bahwa sepersekian detik sebelum suatu “pilihan bebas” diambil, otak manusia berada di bawah sadar, sebelum kembali ke kesadaran normal.

Fenomena Free Will dianalogikan oleh Prof Wolfram sebagai delay dalam program. Nantinya setelah delay akan kembali “On Track” setelah keputusan diambil dan mengambil salah satu rule. Dengan demikian prinsip deterministik dari CA terselamatkan dengan membuka konteks yang lebih lebar dari program awalnya. “There is no such a thing a true random. All can be calculated. The only problem is how long  you can run the program ?”, demikian ungkap Wolfram.

4. Perbaikan teori Evolusi yang mempercayai adanya seleksi alam.

Prof Wolfram mencontohkan perbedaan pendekatan CA dengan Teori Evolusi Darwin. Berbeda dengan Teori Darwin yang mempercayai bahwa makhluk hidup “mencoba” semua kemungkinan bentuk optimisasi atau variasi genetis dalam waktu yang teramat panjang yang kemudian oleh alam akan diseleksi, mana yang kuat bertahan, yang lemah akan punah, CA lebih condong kepada hipotesa bahwa kehidupan akan hanya membentuk jalan generasi baru menurut aturan Rule CA tertentu. Jadi tidak semua bentuk, melainkan hanya bentuk yang dimungkinkan oleh Rule CA. Hal ini dibuktikan pada kulit kerang yang pernah ditemukan oleh ahli biota laut, hanya ada 6 pola yang dimungkinkan terjadi dalam CA, dan memang hanya 6 fosil keranglah yang pernah ditemukan di dunia.

——–%——–

Sebagaimana layaknya seorang penemu kontroversial, Prof Stephen Wolfram pun tak luput dari kritik. Tidak tanggung-tanggung, salah satu  “lawan” intelektualnya adalah Ray Kurtzweil yang pendiri Singular University tersebut. Ray pesimis bahwa CA akan mampu menjawab segala sesuatu, sama seperti nasib generasi Newtonian. Penilaiannya didasarkan bahwa CA berangkat dari matematika/algoritma yang bersifat “mati” dan tidak terkait dengan free will umat manusia yang “hidup” dan kreatif. Ray “tidak terima” ada ilmu pengetahuan yang baru berusia 35 tahun dan mampu merombak ilmu pengetahuan manusia sekali pukul. Ray lebih percaya bahwa suatu saat komputer-lah yang mampu memberi jawab terhadap masalah-masalah besar umat manusia (Komputer yang berpikir).

Prof Wolfram dengan enteng menjawab bahwa kalau komputer salah program, dia juga akan salah menjawab. Hahaha.

Dua orang keturunan Yahudi ini sama-sama jenius. Tinggal kita tunggu saja siapa yang benar 🙂

Situs Kreatif: WolframAlpha Yang Bikin Merinding

Mei 24, 2009 5 komentar

Seminggu yang lalu tech19 coba-coba menggunakan alat internet baru untuk mencari informasi secara online temuan Prof Stephen Wolfram yang tayang di :

http://www.wolframalpha.com/index.html .

Mengapa kami sebut alat dan bukan search engine ? Singkatnya, karena mereka sendiri yang menyebutnya begitu.

Jadi ceritanya, minggu lalu kami sempat keliru-paham. Kami mengira WolframAlpha (WA) adalah sebuah Search Engine sama halnya Google dan lain-lain. Kontan saja setelah beberapa menit mencoba, kami buru-buru tutup tab browser karena menilai WA masih kalah jauh dibandingkan Google. Masih lebih baik Google search result. Terlebih ada kata Alpha-nya, makin meyakinkan kami kalau memang situs tersebut masih berada pada tahap testing.

—–%—–

Namun satu ulasan dari FAQ WA membuat kami hari ini tertarik sekali lagi melongok ke WA dan baru menyadari bahwa WolframAlpha ternyata bukan SearchEngine yang karena itu tidak bisa dibandingkan begitu saja dengan Google. Ini masalah Apel dengan Jeruk.

1. WA tidak mengcrawl web sama sekali. Sedangkan Google rutin mengupdate basis datanya dengan menjelajah web secara otomatis.

2. WA memiliki database sendiri yang dikumpulkan oleh sekitar 150 orang staf WA yang masing-masing adalah expert di bidangnya dan tersebar pada multi disiplin ilmu, secara bertahap selama beberapa tahun terakhir. Sumber datanya terutama berasal dari referensi-referensi ilmiah yang bertebaran di banyak lembaga di dunia. Google dkk jelas berbasis data web yang belum tentu ilmiah.

3. Google berbicara page rank dan urutan halaman web terkait kata kunci tertentu, sedangkan WA berbicara relevansi kata kunci tersebut dengan data mereka yang bersifat ilmu pengetahuan ilmiah/scientific. Misalnya rumus-rumus kimia, matematika, data-data statistik, dll.

——-%——-

Lalu apa yang membuat merinding ? Apa menariknya rumus matematika teknis ?

1. Kami jadi teringat beberapa tahun lalu pernah mengakses situs-nya Prof Stephen Wolfram dengan A New Kind of Science-nya terutama konsep Automatanya (konsep yang mempercayai bahwa dibalik kompleksitas ada keteraturan dasar yang sederhana dan berulang) terutama karena ia diramalkan oleh analis akan menggantikan Bill Gates menjadi orang terkaya didunia.

Meski sampai sekarang belum terbukti, namun alasan mengapa Prof Stephen Wolfram punya kans untuk menggantikan posisi Bill Gates adalah karena software ciptaannya yang bernama Mathematica punya “tenaga dalam” untuk dihembuskan ke semua bidang kehidupan ataupun bisnis. Mungkin inilah “senjata rahasia” Prof Stephen Wolfram yang disimpan beberapa tahun terakhir.

2. Sejak beberapa tahun lalu, Prof Wolfram berupaya mencari jalan agar melimpahnya data di web bisa dimanfaatkan agar dunia bisa melompat menuju era baru komputerisasi: Artificial Intelegence. Data tidak sekedar dicari kecocokannya dengan keyword tertentu, namun data tersebut perlu dilengkapi software yang canggih agar data tersebut bisa “berbicara” kepada manusia.

Meski belum ada konfirmasi, analis memperkirakan ada bagian dari engine logic Mathematica yang diterapkan di WolframAlpha. (Konfirmasi: Di situsnya dicantumkan bahwa memang benar core engine dari WolframAlpha adalah Mathematica). Dan Wolfram Alpha akan  ditujukan sebagai skeleton (tulang-belulang) bagi data internet yang cair. Mungkin karena itu, pengetahuan ilmiah-lah yang didahulukan agar (mungkin) data web nantinya akan dirank berdasar referensi ilmiah yang valid tidak sekedar siapa yang paling banyak incoming linknya seperti Google sekarang.

Saat ini link ke web search (Google) ada di sebelah kanan bawah situs ini. Untuk tahap ini nampaknya WolframAlpha lebh mengancam Wikipedia ketimbang Google. Entah lagi versi betanya.

3. berbeda dengan search engine yang mencocokan indeks dengan kata kunci yang diinginkan, situs WA memerintahkan komputer untuk berpikir secara riil time untuk memperoleh hasil. Ya, berpikir (berlogika). Untuk setiap kata kunci berbeda, WA akan menempuh tahap dan jalan berbeda setiap kali. Karena itu kalau anda perhatikan halaman hasil tidak langsung tersaji begitu saja. Ada tahap-tahap pekerjaan yang berbeda untuk tiap kata kunci tertentu. WA meniru cara kerja otak manusia namun secara digital. (kata meniru sebenarnya tidak tepat menggambarkan, karena WA lebih kepada menemukan kembali prinsip dasar algoritma sistem apapun, termasuk otak manusia)

Contoh bermacam hasil komputasi WolframAlpha, jenis data hasil berbeda untuk kata kunci berbeda:

contohwa

———————————————————

Tambahan baru setelah 2 jam lalu :

1. Coba anda ketikkan kata “Indonesia” misalnya. Lalu anda perhatikan hasilnya. Banyak hal menarik yang kalau di Google agak sulit / rumit menemukannya, misalnya fakta bahwa kita ada di peringkat 96 untuk tingkat pengangguran (untung bukan no 1). Lalu fakta bahwa rata2 umur orang indonesia sekarang adalah 27 tahun dan harapan hidup s/d 70 tahun.  Lalu cobalah anda klik sekali lagi tanda “=” di kotak input, WA menyajikan data baru = gambar peta. Dengan begini para pelajar makin mudah membuat papernya. 🙂

2. Kami memasukkan input tanggal lahir. Disajikan hasil pertama. Di antaranya tanggal tersebut dalam format kalender Islam. Lalu kami klik sekali lagi, ditampilkan data baru mengenai panjang siang hari dan kapan matahari terbit pada tanggal tersebut, jam dan menitnya. Kami klik sekali lagi, ditambahkan data baru mengenai selisih tanggal lahir kami tersebut dengan hari ini sampai ke jumlah harinya !

Hal ini membuktikan bahwa WA memang menempuh algoritma atau jalan berpikir baru setiap kali kita klik. Tergantung phase-nya.

3. WA juga membuat hasil yang kadang-kadang lucu, maklum masih versi alpha. Misalnya ketikkan tanggal lahir + zodiac. Yang keluar nampaknya data bursa saham !?

———————————————————

Kalau WA menemukan blank spot pada databasenya, ia akan jujur berkata: Tidak Tahu. Seperti manusia bukan ? Cobalah bertanya hal apa saja kepada WA. Anda akan terkesima. Where am I ? Who are you ? dll. Coba juga ketikkan tanggal lahir anda. Salah seorang rekan kami senyum-senyum sendiri di depan laptopnya karena dengan WA, dia jadi tahu persis selisih umurnya dengan pacarnya dalam hitungan hari. Lalu mengaitkannya dengan rumus kecocokan jodoh. Nyleneh 🙂

Apa yang membuat merinding ? WolframAlpha adalah terobosan dari kerumitan semantic web. Jadi WolframAlpha adalah generasi pertama Komputer yang berpikir, berlogika, dan beradaptasi sesuai phase/tahapannya. WA tidak mengenal skema yang rumit dari semantic web yang digagas para ahli. WA hanya berisi logika dasar universal untuk setiap sistem yang ada di jagad raya. Logika digital 0-1 yang diletakkan pada perspektif Automata temuan Prof Wolfram.

Tulisan berikutnya, kami akan mengulas lebih jauh mengenai konsep “A New Kind of Science” dari Prof Wolfram yang diramalkan oleh sebagian analis merupakan Hal Besar berikutnya dari ilmu pengetahuan setelah Metode Ilmiah dan Komputer.

———————————

Update setelah 3 jam yang lalu:

1. Terkadang muncul informasi mengenai infrastuktur SuperComputer yang digunakan oleh WA adalah hasil kerjasama dengan Dell Inc. Mungkin itu sebabnya WA menyebut team di data center mereka sebagai “World Class Team”.

2. Traffic per 18 Mei 2009 tercatat mencapai 100 juta query yang langsung menurun keesokan harinya s/d 30 juta query. Mungkin 60% dari orang-orang tersebut sama seperti kami, berharap Apel namun yang keluar kok jeruk.

3. Nama yang cocok untuk jenis baru situs ini mungkin: “Fact Engine” atau “Scientific Based Engine” seperti yang diungkapkan oleh SearchEngineWatch.com

Layout Baru Google

Mei 17, 2009 2 komentar

Google sedang testing layout baru untuk mengantisipasi twitter ?

Nampaknya terinspirasi atau tidak bisa lepas dari format windows explorer yg menggunakan sisi kiri untuk kemudahan penjelajahan.

Asyik juga bisa mengetahui recent result dari satu kata kunci tertentu. Menarik juga opsi timeline untuk tahu sejarah tertentu yang dibagi per enam bulanan dan bulanan.

Paling menarik buat kami adalah opsi “more text” dimana cuplikan dari web asal diperpanjang dua kali lipat biasanya.

Lebih cepat menelusuri web kalau begini. 🙂

LayoutGoogle

Contoh “more text” :

More Text Google

asyik bukan ?