Arsip

Posts Tagged ‘Microsoft’

Dua Pukulan Telak Buat Google

Maret 17, 2010 3 komentar

Kali ini dua berita menunjukkan bahwa Google telah tertinggal dalam perlombaan inovasi. Motto “Don’t be Evil” mungkin malah membuat para inovator berpikir “Apakah Google sendiri telah menjalankan motto tersebut ?” dan ini memotivasi mereka untuk bisa lepas dari cengkraman Google.

Apakah strategy open web bukan strategy Google untuk memantapkan posisinya saja? Agar inovasi tidak terjadi diluar kekaisaran Google, namun sebaliknya terjadi dalam kontrol Google? Jangan dilupakan bahwa Google adalah perusahaan yang terdaftar di bursa saham. Dan bursa saham menuntut semua perusahaan yang terdaftar disana untuk terus tumbuh stabil beberapa persen setahun agar terus terdapat “daya tarik”. Pada gilirannya agar terus terjadi penumpukan modal ke kantong Google.

Namun hukum alam juga terjadi, bukankah perusahaan lain di bursa saham tersebut juga harus terus tumbuh stabil ? Yang pada gilirannya akan memunculkan “perang” diantara mereka sendiri ?

Nampaknya inilah yang tengah terjadi.

1. Microsoft melalui tangan Facebook berhasil mengalahkan traffik Google untuk pertama kalinya diluar event musiman seperti natal dan tahun baru. Minggu kemarin Hitwise melaporkan facebook berhasil melewati Google untuk unique visitor di kandang mereka sendiri yakni USA. Boom!

2. Adobe menempuh langkah flangking (menghindar) untuk mendisable dominasi Google: peer to peer networking. Jika Google berusaha merangkul sebanyak mungkin pelaku bisnis internet untuk bergabung dalam Open Web strategynya, maka Adobe memutar langkah lebih jauh: merangkul semua pengguna internet dengan platform teknologinya. Teknologi Real-Time Media Flow Protocol (RTMFP) pada Adobe Stratus membuka peluang untuk peer to peer networking sehingga PC pengguna internet bisa secara langsung berhubungan dengan efisien. Tanpa server terpusat.

Dan Boom! Chatroulette.com membuktikan teknologi Adobe telah siap untuk test drive dengan trafik yang membumbung 12.000% tiga bulan terakhir. Padahal Adobe Struts masih berstatus Beta. Eksekusi yang tepat [atau kebetulan] dari situs ini menunjukkan HTML5 yang sangat lambat peluncurannya memang aneh. Tahun 2012 nanti masih belum terdapat fitur peer to peer networking ini. Yang ada hanya RTMP (real time messaging platform). Sebuah teknologi yang masih membutuhkan server terpusat.

Kok Google yang penuh insinyur top itu bisa kalah cepat dengan Adobe sebuah perusahaan yang lebih kecil pendapatannya?  Apa yang ditunggu ? Ini membuat kita bertanya, apakah agenda Google sebenarnya ? Apakah Google sengaja memperlambat perkembangan Open Web sampai ia kuat secara pasar di tahun 2012? Dan apakah Google akan melakukan hal yang sama terhadap setiap inovator potensial ? Diakuisisi kemudian di “cerna”?

Tapi jangan khawatir … Google telah menyiapkan Google Buzz sebagai pesaing facebook, sayang terlambat. Dan sampai saat ini Google masih membisu terhadap langkah Adobe peer to peer networking. Google nampaknya tak mungkin melepaskan pola sentralistiknya untuk mampu  mengembalikan internet kepada tujuan asalnya: menghubungkan pengguna secara langsung. Tanpa pretensi beriklan bukan?. Jadi, kemanakah perginya makna “Don’t be evil” ?

Ouch!

Update: Google diberitakan telah membuat kontak dengan pendiri chatroulette.com. Andrey menyatakan tidak akan melepaskan kepemilikan situsnya kepada siapapun, namun ia memikirkan untuk menerima sebagian kepemilikan saham atas situsnya.

Update 26/3/2010: Html5 mulai memasukkan peer to peer flow connection dalam specnya pada tanggal 22/3/2010 yang lalu.

Iklan

Strategy Google vs Microsoft (5)

November 25, 2009 3 komentar

Bersamaan dengan ramainya berita tentang ancaman Rupert Murdoch untuk menarik (delisting) semua link dalam situs-situs jaringan Fox dari index Google, muncul pula berita tentang inisiatif Microsoft untuk membayar jaringan Fox News untuk link-link mereka bisa ditampilkan dalam index Bing Search Engine.

Padahal, ambillah contoh ini. Fox News sendiri mengambil berita dari blog tetangga -secara gratis- yang Google juga dengan mudah bisa mengindexnya. Sehingga rasionalitas di balik ancaman Rupert Murdoch ini memang lemah adanya. Banyak juga berita Fox News sendiri yang tidak original/eksklusif.

Bukan merupakan hal aneh karena Microsoft dan Google memang bersaing untuk menancapkan kaki di masa depan dalam bisnis software dan internet. Setidaknya sejak Bill Gates (yang saat itu masih duduk sebagai Chairman Microsoft) mendadak memanggil para petinggi Microsoft untuk membahas iklan lowongan kerja Google yang mencari enginer-enginer yang ahli di bidang operating system.

“Anak-anak ini tidak hanya sekedar membuat search engine, mereka sedang membuat pesaing baru buat kita…”, demikian ungkap Bill Gates dengan nada tinggi.

Sejak saat itu, Microsoft mulai menempatkan Google sebagai salah satu perusahaan pesaing yang dimonitor terus menerus tiap langkahnya. Setiap langkah -kecil maupun besar- akan direspond secara setara oleh Microsoft.

Yang menarik, strategy head to head Microsoft terhadap dengan Google ternyata acap kali bertepuk sebelah tangan. Banyak langkah Google yang tidak didasari persaingannya dengan Microsoft. Nampaknya Google lebih percaya bahwa Microsoft is the past, and we, Google, is the Future. (So we are not in the same time frame).

Ambil contoh ketika Google meluncurkan Chromium, esoknya Ballmer membalas dengan perang psikologis bahwa Windows7 telah sukses di pasaran melebihi dari versi-versi Windows sebelumnya. Namun apakah respon Google ? No-thing. Google tidak membalas, karena memang Chromium diluncurkan bukan untuk menyaingi Windows. Google membuat Chromium karena Google percaya masa depan membutuhkan operating system yang open source dan semua berbasis web. Karena itu porsi/peran operating system dalam Chromium memperoleh tempat sangat minimal (boot maksimal 7 detik, hampir secepat menghidupkan TV). Google lebih mementingkan platform ketimbang kernel. Seluruh platform Chromium dibuat berbasis web.

Jadi Chromium dibuat untuk mengisi ceruk kecil dalam bisnis software yang di kemudian hari diharapkan akan membesar. Segmen pasar orang yang mengutamakan kecepatan, komunikasi, dan mobilitas di atas fungsi komputing yang berat adalah pasar dari Chromium. Anda tidak bisa mengharapkan Chromium untuk mengerjakan pekerjaan desain grafis berat atau mengkompile program baru anda. Tetapi kalau anda ingin berfacebook ria, sekedar surfing untuk cek email atau nonton youtube, maka Chromium dengan cepat dan tepat akan menyajikannya untuk anda.

Saat ini strategy Microsoft membentur Apple di segmen atas (premium)

dan menabrak Google di segmen bawah (low cost). Keduanya bekerja efektif membuat datar pendapatan Microsoft yang menembak segmen pasar yang berada di antaranya.

Update:

Google meluncurkan Living Stories

Windows7 Lebih Murah ?

November 13, 2009 Tinggalkan komentar

Microsoft memulai proyek rintisan untuk menambah cara perusahaan tersebut dalam memperoleh pendapatan:  membolehkan perusahaan lain untuk memasang iklan dalam aplikasi sistem operasi Windows7. Dalam test beberapa waktu lalu perusahaan seperti Coca Cola, Ducati, Infiniti, Porsche dan Twentieth Century Fox telah memasang iklan mereka dalam bentuk artwork dan themes yang kaya dengan nilai artistik.

Diluncurkan pada acara Monaco Media Forum di Monte Carlo, Microsoft berupaya terus mencari alternatif pendapatan baru ditengah-tengah mulai mendatarnya pendapatan perusahaan.

windows7 Pengguna Windows7 yang berminat terhadap artwork perusahaan-perusahaan tersebut bisa mendownloadnya pada situs resmi Microsoft.

Kalau Google mampu memberikan layanan lebih murah dari gratis, apakah Microsoft juga akan menggratiskan Windows7? Atau paling tidak menjual Windows7 dengan harga subsidi ? Ataukah itu hanya mimpi disiang bolong ?

 

Tag:

Strategi Google vs Microsoft (3)

Agustus 6, 2009 2 komentar

Senada dengan tulisan kami sebelumnya mengenai strategi Google vs Microsoft, dua berita terakhir mengenai deal barter Yahoo-Microsoft yang mengindikasikan kecenderungan Microsoft untuk ‘bergabung’ dengan internet (dan bukan melawannya), lalu berita Chrome OS terbitan Google dan akuisisi Google terhadap On2 technologist sebagai ‘pilihan mandiri’ terhadap perkembangan internet  menunjukkan indikasi bahwa Google tengah berproses menuju percepatan open web standard.

Karena Microsoft bergabung dengan internet, Google dan strategi open web adalah jawaban atas masa depan internet. Kami berkeyakinan, sepanjang Google berpihak kepada open web maka revenue mereka akan terus tumbuh seiring pertambahan pengguna internet.

Apakah teknologi kompresi video yang dibeli Google dari On2 akan di-opensource-kan ? Tentu belum tentu :). Namun setidaknya hal ini mengindikasikan bahwa Google akan terus memperbaiki kualitas video youtube yang dianggap jelek untuk video high definition  dan perlahan tapi pasti melepas ketergantungan decoder video flash tertutup dari Adobe yang membuat Google hrs membayar 5 juta dollar setiap tahunnya (Youtube nampaknya menggunakan teknologi kompresi H.264 atau variasinya). Yang menarik, dengan pembelian On2 ini, sekarang Adobe malah menjadi client Google, karena ternyata Adobe membeli lisensi teknologi On2 untuk kompresi video flash.

Jika Youtube menggunakan teknologi On2 terbaru untuk video flashnya, maka penghematan bandwith secara rata-rata adalah s/d 40%.

pro2

Dan apakah Google tidak merugi dengan membeli On2 sebesar 100 juta dollar atau 20 kali lipat pengeluarannya di youtube? Mungkin tidak kalau melihat bahwa jumlah lisensi terjual dari teknologi On2 adalah sebesar 2 milyar licensi (jadi Google kulakan 0,05 dollar per lisensinya). Rupanya licensi On2 tidak hanya ada di web video, melainkan juga pada mobile devices. Nampaknya Google malah diuntungkan.

Selain Adobe, pelanggan On2 yang lain adalah Sun Microsystems for Java-FX, Skype for video conferencing dan Move Networks for delivering high definition web TV (HDTV di web).

Catatan penting lainnya adalah berita mengenai testing support HTML5 pada browser Chrome yang menjadi awal dari penerapan video tag pada elemen HTML untuk menjadi alternatif terhadap standar video tertutup flash.

Way to go Google !

2 Situs yang Lebih Cepat Daripada Google

Maret 4, 2009 7 komentar

Dari daftar Top Global 500 Alexa, kami membaca stats Google.com seperti ini:

alexagoogle

jadi 92% situs lebih lambat daripada Google. Namun yang menarik, siapa ya yang 8% itu ? (lebih cepat daripada Google?).  Kami mengira situs itu salah satunya adalah craiglist, namun ternyata bukan. Atau live.com, ternyata juga bukan. Yahoo? Juga bukan.

Kami hanya berhasil menemukan 2 Situs yang Average Load Time lebih cepat daripada Google di data Alexa:

Pertama, Orkut.com, situs ini juga dimiliki oleh Google.

alexaorkut

Jadi rata-rata, orkut hanya butuh sepersepuluh detik untuk tiap requestnya. Rumornya, orkut bisa sangat cepat karena orkut tidak menggunakan harddisk untuk web servernya, namun Filesystem RAM. Karena semua jalan dari memory, maka tidak ada delay untuk memutar piringan harddisk. Harddisk hanya untuk backup.

Kedua, ini kami tidak menduga, Facebook.com, dimiliki oleh Microsoft.

alexa2
Infrastruktur facebook terdiri dari 10.000 web server. Kalau melihat kecepatannya yang ada di top speed, kami menduga ia juga menggunakan Ram sebagai filesystemnya (memchaced). Dikerjakan melalui kontrak khusus dengan Intel, hardware facebook di perluas setelah meminjam dana dari pemodal ventura sebesar 100 juta dollar.

Head to head lagi dua perusahaan ini…sekarang dalam urusan kecepatan : draw! Sama kuat.

Microsoft Office 14 Akan Digratiskan

Maret 4, 2009 Tinggalkan komentar

Menyambung sedikit tulisan kami kemarin, tentang Visi Microsoft 10 tahun ke depan, ada sinyal Microsoft mulai mempertimbangkan untuk merubah strategi bisnisnya dengan mengadopsi pola sponsorship untuk membiayai pertumbuhan ke depan.

Kutipan dari Microsoft Business Division Chief Stephen Elop di hadapan para analis pada the Morgan Stanley Technology conference kemarin:

stephenelop

There will be ad-based revenue streams. There’s an opportunity to draw those pirate customers into the revenue stream. We want to draw them into the Windows family and maybe there’s an upsell opportunity later.

Jadi alasan utamanya adalah untuk mengurangi pembajakan. (dengan kata lain pola revenue Google diakui lebih baik)

cartoon1

Kapankah pola ini akan mulai diterapkan ? Businessinsider.com menduga pola ini akan mulai diterapkan pada produk bisnis terlebih dahulu yakni Microsoft Office 14 (dijadwalkan diluncurkan tahun 2010). Office 14 akan mulai ditawarkan dalam dua format yakni: Desktop Based dan Web Based. Nah, yang format web based inilah yang akan berisi iklan. Jika ada sinyal positif, mungkin saja akan diperluas.

(yang menarik, ternyata Microsoft juga terpaksa percaya tahayul: Office 13 tidak pernah ada, langsung lompat ke Office 14)

Kalau jadi diterapkan, maka asyik buat kita para pengguna, terutama dalam hubungan dengan kompetisinya dengan Google seperti kami tuangkan dalam tulisan kami sebelumnya. Asyik…gratis…dan berkualitas. Mudah-mudahan juga akan dibuat Open Source. (terlalu berharap…)

Source : http://www.businessinsider.com/

Prediksi Microsoft: Visi tahun 2019

Maret 2, 2009 3 komentar

Berikut beberapa screenshoot dari visi Microsoft 10 tahun ke depan. Baru diluncurkan di ajang Wharton Business Technology Conference, oleh Microsoft’s Business Division President Stephen Elop pada tanggal 28 Feb 2009.

1. Desktop

Desktop

Mirip konsep Aurora Firefox ya ?

2. Gadget

Gadget

Nampaknya keyboard dan mouse sudah tidak ada ? Jadi full layar sentuh. (harus sering-sering cuci tangan …krn sidik jari bakal ada dimana-mana 🙂 )

3. Komputer Meja (ada kopi beneran di atasnya)

tablecomp

Selengkapnya ada di video yg mempesona dan inspiratif…

Dan di link ini : http://www.officelabs.com/projects/futurevisionmontage/Pages/default.aspx

Menarik juga, pertanyaannya apakah ini semua akan dibiayai dari kantong kita para pengguna atau dari sponsor seperti Google ? 🙂