Archive

Posts Tagged ‘nano’

Singularity University (Kuliah Impian para Phd)

Februari 3, 2009 1 komentar

Setelah seseorang menyelesaikan S3 dengan title Summa atau Magna Cumlaude, maka ia akan terjun di masyarakat untuk mempraktekkan ilmunya. Setelah S3, maka tidak ada lagi universitas yang lebih tinggi levelnya yang bisa dikuti. Sudah full. Paling tinggi jika ia menjadi dosen, maka ia bisa memperoleh gelas professor. Atau jika sangat berhasil, bisa memperoleh gelar tambahan “Dr (dengan huruf “d” kapital)” atau Phd Honoris Causa. Bagaimana jika seseorang membuat universitas yang levelnya adalah diatas S3 ?

Didukung (lagi-lagi) Google dan NASA, sebuah universitas baru diluncurkan hari ini di ajang Konferensi tahunan TED (Technology, Entertainment and Design) California. Jika menilik aktor utamanya, Ray Kurzweil, maka bisa ditebak universitas ini bukan universitas biasa.

Ray, dikenal dengan bukunya yang kontroversial dan inspiratif. Di dalam buku tersebut, Ray memprediksi bahwa kekuatan komputer dan internet akan menjelma menjadi semacam “Intelegensi Buatan” yang lebih advanced dan menyempurnakan fungsi otak manusia yang terbatas, sehingga masalah-masalah kompleks umat manusia, pada akhirnya bisa dipecahkan. Misalnya masalah cuaca/iklim, ramalan gempa, atau juga masalah umur manusia (wuzz ?).

university

Lebih jauh Ray memprediksi akan munculnya Nanobot, yakni semacam organisma kecil buatan yang “hidup” dimana-mana. Entah itu permukaan kulit kita atau bahkan didalam aliran darah kita. Ada nanobot yang bertugas membersihkan darah kita dari toksin/racun, ada yang bertugas mengganti sel yang rusak, ada pula yang tugasnya membersihkan udara dari virus flu. Mereka “hidup” mandiri dan didesain bisa memperbaiki diri sendiri. Seperti film saja, bukan ?

Ray adalah orang pertama yang mendeklarasikan atau bercita-cita untuk hidup selamanya. Baginya, kematian adalah masalah rusaknya sel-sel, maka diatasi dengan mengganti sel-sel tersebut. Sama seperti jika ada tranplant ginjal. Sebagai bukti, Ray menunjukkan data statistik mengenai usia harapan hidup rata-rata manusia yang meningkat seiring dengan membaiknya kualitas makanan/asupan umat manusia. Jadi makanan yang baik, mengakibatkan supply sel sehat menjadi lebih baik. Selanjutnya meningkatkan kualitas hidup atau kesehatan manusia. Artinya, usia manusia adalah masalah teknis-biologis. Bukan masalah yang fixed. Jika kita sekarang beranggapan manusia rata-rata berusia 60 tahun, maka tidak mustahil ke depan bisa bertambah, atau bahkan (ambil napas) hidup selamanya (di luar masalah mati karena kecelakaan atau faktor X). Bagi Ray, bisa saja ditahun 2050 atau ke atas lagi, rata-rata usia manusia bisa mencapai 300 tahun. (Hiks, sama dengan usia kura-kura raksasa dong 🙂 )

Kembali ke masalah Singularitas university, mengapa levelnya diatas S3 ? Pertama karena kurikulumnya yang mewajibkan para mahasiswanya untuk menghasilkan karya yang berupa terobosan baru untuk kemajuan teknologi dan umat manusia. Istilah mereka: Leading The Future atau Rintisan untuk Masa Depan. Kedua karena mahasiswanya adalah Tokoh-tokoh kunci perusahaan-perusahaan besar. Jadi outputnya jelas diatas level S3 yang mahasiswanya secara umum belum jadi “orang”, mahasiswa Singularitas University hanya 30-100 orang yang merupakan orang penting perusahaan multinasional. Contoh mahasiswanya ? Mungkin anda kenal : Larry Page dan Sergey Brin 🙂

Well, ditunggu aja deh hasilnya. Toh meskipun universitas ini pada dasarnya terbuka bagi siapa saja, kalau kami ikutan daftar, pasti ditolak, minimal dilempar map ..

Mau cek daftar jadi mahasiswa: disini

Penulis: UO

Dari IBM Labs: 3 Terobosan Teknologi

Oktober 30, 2008 Tinggalkan komentar

Dari sekian banyak pentolan teknologi, IBM adalah salah satu yang lumayan terlupakan. Di masa jayanya IBM sejajar dengan Microsoft saat ini.

Dari INTEL DEVELOPER FORUM, San Francisco, Aug. 21, 2008 diperoleh kabar mengenai project-project rintisan IBM agar tetap memimpin klasemen keunggulan teknologi :

1. Wireless Power

Teknologi “nyentrik” ini berkisar pada tantangan menjawab masalah mobilitas. Dengan teknologi ini, maka IBM memilih menyalip di tikungan para pesaingnya. Sementara perusahaan lain berinvestasi pada riset-riset teknologi baterai yang semakin kecil dan tahan lama, IBM memilih untuk berpikir lateral dengan melompat pada pendekatan yang sama sekali baru: Electricity Yes, Baterai No. Jadi IBM berusaha membuat teknologi untuk bisa mengalirkan listrik tanpa kabel. Berbasis pada fisika teori mengenai Resonansi Suara (seperti yang terjadi pada fenomena pecahnya gelas karena suara high frekuensi dari seorang penyanyi opera), maka partikel atau electron juga bisa mengalami hal yg sama jika diperoleh kalkulasi frekuensi yang serupa. Jadi sebuah kawat dialiri listrik bolak balik dengan frekuensi 10 Mhz dan kawat serupa di letakkan tak jauh dari kawat pertama. Ternyata elektron pada kawat kedua bergerak dengan frekuensi yg sama dan eksperimen ini telah berhasil membuat sebuah bohlam 60 watt menyala tanpa baterai ! Efisiensi energy mencapai 70%.

2. Material yang bisa diprogram.

Insinyur IBM membayangkan sebuah generasi baru material pembentuk komponen komputer sebagai unit-unit pasukan berukuran nano yang bisa diprogram untuk membentuk formasi tertentu. Targetnya adalah casing komputer, keyboard dan komponen display yang bisa berubah sesuai ukuran penggunanya. Selain itu terbuka juga peluang untuk memanfaatkan teknologi ini untuk mengganti silikon pada produksi chip dan membuat chip yg berukuran lebih kecil.

3. Robot

Tidak ingin tertinggal dengan insinyur Jepang yang telah lebih dahulu menancapkan kemajuan teknologi robot yang lebih humanis, IBM juga berusaha memacu kemajuan teknologi robot agar bisa memindahkan robot dari pabrik ke rumah tangga. Salah satu teknologi yang dikembangkan dan lumayan sukses adalah teknologi untuk mengendalikan robot dengan pikiran manusia. Jadi sebuah sensor atau headset sudah dikembangkan dan mampu membedakan 30 sinyal berbeda dari gelombang pikiran manusia. Cukup si pengguna berpikir, maka robot bisa diperintah untuk melakukan pekerjaan tersebut.

Sumber : disini

2 Penemuan Penting di bidang Nano-Material

Agustus 13, 2008 1 komentar

Pertama :

Bahan yang tetap mengalirkan listrik meskipun berubah bentuknya.

Seorang peneliti dari Universitas Tokyo Jepang merilis dalam Journal of Science mengenai penemuannya sekitar bahan seperti karet yang berisi pipa carbon berukuran nano. Bahan ini mampu memanjang atau memendek sampai kali lipat asalnya, namun tetap mengalirkan listrik secara normal/tidak terputus. Mengalirkan listrik disini bermakna ada transistor atau sirkuit electronic pada bahan ini, tidak hanya sekedar kawat.

Penemuan ini bisa diaplikasikan pada bidang robotika, dimana memungkinkan desain “sendi” robot yang lebih efisien. Atau membuat bentuk khusus yang diperlukan dari sirkuit electronic seperti jantung buatan/implan dan komponen robot lain yang memerlukan perubahan ukuran setiap waktu seperti pupil mata atau sensor pada kulit persendian.

Source story

Kedua :

Bahan yang bisa tembus pandang.

Sekelompok Ilmuwan dari Nanoscale Science Engineering Center di University of California, Berkeley dipimpin Xiang Zhang telah membuat bahan komposit perak-alumunium oxida yang mampu membelokkan cahaya yang diterima ke arah berlawanan dengan sifat alamiah benda yang seharusnya memantulkan cahaya. Efeknya, benda yang diselubungi “kain” ini akan terlihat tembus cahaya. Fenomena ini disebut index negatif dari suatu benda.

Secara teknis, bahan ini terdiri dari lapisan-lapisan komposit yang merelay cahaya dari tiap lapisan ke lapisan selanjutnya, sedemikian rupa sehingga membentuk channel atau saluran cahaya yg membelokkan alur cahaya normal.

Tiap lapisan terdiri dari perak seukuran seperseratus rambut manusia yang dijalin oleh lembar alumunium oxida.

Cerita lengkap ada disini