Arsip

Posts Tagged ‘Open Source’

Gerakan Tak Terduga dari Google

Maret 5, 2009 Tinggalkan komentar

Sebelumnya ketika Google meluncurkan project Android, publik mengira ini adalah project murni hanya untuk sistem operasi smart phone G1. Dan skalanya hanya akan terbatas pada sukses tidaknya handset G1 di pasaran.

Kalau melihat banyak pemain veteran seperti Nokia, Samsung, dan Sony Ericcson, belum lagi Apple dengan iPhone-nya, maka tidak terlalu berlebihan nampaknya jika publik memandang bahwa masih akan panjang jalan Google untuk menjadi pemenang di sektor ini.

androidapps

Karena itu tidak terlalu pentinglah kehadiran Android (sebagai sistem operasi) karena masih ada Symbian (Nokia) dan Windows Mobile.

Namun ketika CEO Asus mengatakan akan meluncurkan lini Netbook atau variasi nya yang berbasis Android (EEE Phone), barulah orang mulai tersadar dan mulai meraba gerak arah Google dalam pengembangan Android sebenarnya: mengalahkan Microsoft di pusat kekuatannya (Operating System), bukan Nokia, bukan pula pemain lain. Ini bagaikan pukulan dari kegelapan yang menyengat Microsoft.

Ya, bukankah ini berarti meluncurkan pesaing langsung di sektor sistem operasi Desktop komputer ? Karena jika jalan di netbook, berarti pula jalan di PC ?

Jalan ZigZag Google ini, cepat atau lambat mungkin terjadi. Selama ini linux dikenal sulit melintas dominasi Microsoft windows. Setelah hampir 20 tahun dikembangkan, Linux, dengan sekian banyak distronya, masih terseok di kisaran 1 s/d 2 persen saja dari total market desktop OS dunia (namun di sektor server linux adalah raja). Aksi “keroyokan” distro-distro linux tidak juga mampu menggoyahkan Microsoft Windows yang masih memegang 85-90% market share.

Dengan back up perusahaan sekelas Google, mungkin akan lain ceritanya. Android akan menjadi semacam “perusak pasar” bagi Microsoft. Ketika Windows masih dijual, Android gratis di download. Bersama distro lain yang telah mapan aksi keroyokan bisa berubah menjadi aksi terstruktur.

Dan bukankah akan menarik bagi kita para pengguna untuk memiliki komputer yang bisa diutak-atik sesuai kebutuhan kita, lalu bisa diinstal secara total di handphone kita ? Atau juga sebaliknya ? Keren abis.

Iklan

Apakah Ubuntu (Linux) akan mendominasi ?

September 12, 2008 Tinggalkan komentar

Istilah Windows Vista yang diplesetkan menjadi Windows “Wista”, (kami dapat dari milis suatu hari) mungkin ada benarnya. (WIsta dari bahasa Jawa, yang artinya sudahlah…)

Well, meski pasti tak semudah itu.

Tahun depan Ubuntu mengklaim telah sign contract untuk deliver Ubuntu Linux jutaan copy pre installed dengan manufactur seperti Dell, dll. Tapi apakah Linux secara umum akan mampu menggeser Windows tahun depan ? Tampaknya masih butuh waktu agak lama.

Mengapa ? Kami mendaftar sebab-sebabnya antara lain karena :

1. Linux masih kalah secara psikologis di mata publik. Masih ada ketakutan, ketidakpastian, dan keraguan terhadap merk Linux. Buktinya, meski Vista mengalami masalah di pasaran karena hardware incompatibilty yang parah, mereka (para pengguna Windows sewaan (untuk lisensi kantor, internet cafe dll)) tidak juga beralih ke Linux yang gratis, mereka lebih memilih memperpanjang sewa Windows XP.

2. Manufaktur Hardware masih setengah hati, bukan rahasia lagi bahwa pabrikan Hardware yang tidak merilis driver Linux masih lebih banyak daripada yang merilisnya. Maklum market share problems. Meskipun project dbus Linux terus digeber, namun rupanya keesokan harinya ada hardware baru lagi yang muncul tanpa Linux Driver. Bahkan ada pabrikan yang memang tidak peduli jika bug hardware mereka terdekteksi oleh Linux. Ada infonya disini.

3. Pengguna komputer secara umum ternyata tidak mempermasalahkan kekurangan OS mereka ! Maksud kami, orang pada umumnya malas belajar hal baru, enggan membiasakan diri dengan pola baru (meskipun mirip). Orang pada umumnya ternyata sudah terbiasa menghadapi Virus, install ulang karena spyware, dan aplikasi yang sering hang karena mereka sudah hapal cara menghadapinya dan resourcesnya melimpah di sekitar mereka. Sedangkan seorang pengguna Linux sejati tahu betul kekurangan tiap OS (itu mungkin sebabnya mereka menggunakan Linux)

Jadi, apakah Linux akan segera mendominasi market ? Microsoft adalah perusahaan yang tidak mudah menyerah, lihatlah bagaimana Microsoft mengalahkan IBM, Apple Lisa, SUN, Wordstar, Wordperfect, Netscape, dan terakhir (belum berhasil) Google … Mungkin perlu dibajak Bill Gates jadi CEO Ubuntu (mumpung sudah nganggur), barulah dunia Linux memperoleh seorang petarung bengis tak berperasaan di pucuk pimpinan yang bisa membangun kejayaan Linux ? Karena Mark Shuttleworth, CEO Ubuntu, meskipun terbukti berhasil membesarkan Ubuntu, namun nampaknya dunia Linux secara terpisah masih belum “tega” untuk membunuh Windows. Buktinya banyak distro Linux yang bermain aman bekerjasama dengan Windows, seperti SUSE, Xandross, atau berita hengkangnya banyak tokoh Linux direkrut Microsoft. Sungguh pertarungan yang menarik.

Visual Search Engine Searchme.com: Sebuah Review

September 7, 2008 1 komentar

Kali ini punya banyak waktu buat mencoba Searchme.com. Mengapa kami tertarik mengulas Visual Search Engine satu ini ? Singkatnya karena kami kena “brainwash” 🙂 Ini karena ulasan-ulasan singkat di twitter yang berulang-ulang dan YM kami yang juga banyak berisi topik ini.

Yang baru dan menarik dari searchme.com :

1. Cover Flow : ketimbang melihat daftar teks search result Google, bagi anda yang menyukai bekerja secara Visual, searchme.com menyusun search result dari kiri dan kanan, kita cukup menggerakkan mouse untuk melihat thumbnail website yang sesuai kata kunci kita. Loading cukup lambat, mungkin nanti bisa lebih cepat. Dan gambar sedikit buram, tidak menghalangi kami karena ada teks penjelasan singkat mengenai gambar thumbnail tertentu. Konsep cover flow diambil idenya dari Apple.

applemusic

applemusic

2. Konsep Stack : Pernah kebingungan mencari situs tertentu yang dulu pernah anda temukan ? Kekurangan Google ditutup oleh Searchme.com. Index Google yang terus berubah solusinya adalah bookmarking bukan ? Konsep Stack adalah bookmarking situs favorit kita secara visual. Cukup Drag and Drop, pada sudut kanan atas layar, bookmarking selesai…Coba lihat videonya…

Konsep ini sebenarnya yang kami cari-cari sejak lama…hal ini karena Online Bookmarking system yang ada mensyaratkan harus register/buat account. Searchme cukup hanya mengandalkan cookie ! Jadi kami tidak direpotkan dengan register, mengingat password, dll.

3. Investor Searchme.com ternyata ……sama dengan Investor Google yakni Sequoia Capital, mereka invest dengan nilai yang seimbang dengan ketika mereka invest di Google, yakni sekitar 12 juta dollar.

4. Searchme didevelop dengan teknologi Flex dari Adobe. Ini menarik karena semakin banyak saja situs besar yang menggunakan Flex-Adobe teknology. Sony Ericcson, Online Photo Sharing Pikeo, dan Yahoo Messenger versi Web adalah salah satunya…

Kesimpulannya, karena kami menggunakan Stack untuk mengumpulkan situs favorit secara terorganisir, secara tidak sadar, kami telah beralih ke searchme untuk bookmarking system, terhitung mulai kemarin. Anda bisa lihat statistiknya yang Wuzz..

Mau uang 2,5 Milyar ? Serius: Terbuka untuk Siapa saja.

September 5, 2008 Tinggalkan komentar

Jika tidak ada halangan, paruh seperempat akhir tahun ini (sekitar Oktober), handset Google Android pertama akan diluncurkan ke pasar. Kapan di Indonesia ? Sebaiknya tanyakan ke OKE Shop terdekat karena mereka memasarkan handphone buatan HTC. Sewaktu kami menanyakan, jawaban mereka, belum tahu. Tidak bisa dipaksa kalau memang belum tahu bukan ? 🙂

Anyway, Google Android akan menjadi Handphone pertama di dunia yang tidak sekedar slogan tentang “Open Source”. Support bagi para pengguna dan developer software (java) benar-benar serius dijalankan. Anda bisa download Android SDK dan membuat aplikasi sesuka anda, bahkan anda bisa mengganti total aplikasi dasar dari Android seperti Phone Book, dll.

Mau uang 2,5 Milyar rupiah ? Serius: Terbuka untuk Siapa saja. Masih terbuka kesempatan bagi anda untuk memenangkan award yang bernilai jutaan dollar bagi aplikasi terpilih.

1. 50 finalis memperoleh $25.000 (sekitar Rp.230 juta). untuk dana pengembangan lebih lanjut. (masuk jadi finalist aja dah lumayan 🙂

2. Setelah beberapa waktu, 10 diantaranya akan memperoleh tambahan lagi $100.000 (hampir Rp.1 Milyar),

3. dan 10 pemenang utama akan memperoleh tambahan hadiah $275.000 atau sekitar Rp. 2,5 Milyar.

Kita yang di Indonesia boleh ikut ? Menurut situs code.google/android : YA.

Kutipannya :

“The Android Developer Challenge is open to individuals, teams of individuals, and business entities. While we seek to make the Challenge open worldwide, we cannot open the Challenge to residents of Cuba, Iran, Syria, North Korea, Sudan, and Myanmar (Burma) because of U.S. laws. In addition, the Challenge is not open to residents of Italy or Quebec because of local restrictions.”

Kapan pendaftarannya ? The Android Developer Challenge II will launch after the first handsets built on the platform become available in the second half of 2008.

Bagaimana membuat aplikasinya ? All submitted applications should be written in the Java programming language.

Contoh daftar beberapa aplikasi yang sudah masuk :

Apakah harus punya hardwarenya ? Ini cantiknya, SDK Android sudah dilengkapi Qemu Based Emulator khusus Android yang membuat kita bisa develop aplikasi, tanpa perlu mempunyai handsetnya.

[ Sergey Brin baru bangun tidur 🙂 ]

Ayo ikutan … (boyong devisa masuk ke Indonesia…)

Google Chrome: Selangkah lagi menuju Google Operating System

September 2, 2008 Tinggalkan komentar

Setelah 4 besar browser IE,Firefox,Safari, dan Opera, kini dunia internet akan ketambahan satu browser lagi dari Google Corp yang akan dluncurkan besok atau hari ini (2 September 2008). Seperti biasa, beta version ini masih akan berjalan untuk platform Windows, menyusul Mac dan Linux di kemudian hari.

Mengapa butuh satu lagi browser jika Google juga telah terlibat dalam mozilla-firefox project ? Jawabannya adalah karena Google penuh dengan ilmuwan komputer. Inovasi akan selalu muncul jika memikirkan ulang mengenai apa yang kita sebut “kebenaran” sebagai “telah ketinggalan jaman”. Anda tentu ingat bagaimana Windows muncul ketika kita menyangka IBM akan merajai dunia PC dengan konsep IBM Compatiblenya. Selalu muncul pemain baru yang mengejutkan, terkadang mereka begitu sukses, terkadang kembali tenggelam.

Namun satu hal pasti, inovasi tidak akan pernah terhenti, darimanapun datangnya. Kali ini Google berinisiatif untuk memikirkan ulang dari konsepnya yang paling sederhana mengenai web-browser. Elemen-elemen kunci apa yang dibutuhkan dan mana yang tidak. Tujuannya jelas : bagaimana Google bisa turut membentuk masa depan internet, dan bukan sebaliknya.

Karena itulah, merk Google yang sederhana dan to the point, juga dipakai dalam browser ini. Lihatlah dalam screenshoot di atas yang mementingkan “isi” ketimbang “penampilan.”

1. Open Source, seperti yang dikatakan oleh Google sendiri dalam blognya, Web browser ini akan gratis-open source yang berguna menangkal isu monopoli market browser. Keuntungan yang didapat Google adalah platform yang lebih pro terhadap aplikasi-aplikasi web Google, menuju platform internet yang mendukung Google Operating System.

2. Java script engine yang baru disebut V8, yang fitur utamanya ialah process java script yang terpisah antara satu site dengan lainnya. Yang memungkinkan kita untuk “kill” process java script yang memakan resources komputer kita terlalu banyak sehingga mengganggu web site lainnya. Anda tentu pernah mengalami browser yang ‘hang’ bukan ? Tunggu dulu, kalau semua tab menggunakan resources terpisah, pasti akan banyak memakan memory bukan ? Untungnya tidak, karena V8 menggunakan manajemen memory yang mirip analoginya dengan RAM-Swap di windows atau linux. Jadi Working Tabs akan memperoleh prioritas utama, sedangkan tabs lainnya akan berjalan di background dengan alokasi memory sekecil mungkin. Perpindahan antar memory tabs berjalan secara gradual di belakang layar. Perbandingan antar browser dalam penggunaan memory ada disini. Meski demikian aplikasi pendukung yakni webkit sudah dipisahkan, jadi perbandingan ini sedikit tidak fair.

Bagaimana dengan memory fragmentation akibat seringnya buka-tutup tabs ? V8 telah dilengkapi garbage collector internal yang sejenis dengan gc di bahasa JAVA.

3. Tab Browser berada di atas, Address box berada di dalam tiap tab.

4. Auto Complete di address bar yang multi type:

5. Opera type thumbnail favourite/most visited web site


Bacaan lebih lanjut :

1. (Screenshoot lain)

2. Tempat rencana : Download

3. Hubungan Google dan Mozilla

$75 Laptop ! (Rp.700.000,-)

Agustus 9, 2008 Tinggalkan komentar

Setelah OLPC dengan XO-1 mengalami kenaikan harga menjadi $200 lebih dan menyebabkan perpecahan di dalam organisasi OLPC, maka Nicholas Negroponte mulai bergerak maju merencakan generasi kedua dari OLPC Laptop (XO-2) yang direncakan diluncurkan tahun 2010 dan per 10.000 unit akan berharga $75 perunit/ Rp.700.000,-. Masuk akal ? Mari kita tunggu saja.

Perbandingan ukuran fisik XO-1 dan XO-2 : (XO-2 sebelah kiri)

Versi XO-2 direncakan bisa dipasang sistem operasi selain Linux yakni Windows. Cukup menarik langkah ini karena pasti akan mengundang protes dan perpecahan baru di tubuh OLPC. Bagi pendukung Linux di dalam tubuh OLPC, membuka peluang mendidik anak-anak dengan Windows merupakan langkah kemunduran yang besar mengingat saat ini Linux sudah sangat user friendly dan merupakan sistem operasi gratis.

Meski bisa saja XO-2 dengan Windows dijual secara opsional, tak pelak kubu pendukung Linux-OLPC terutama dari negara yang telah resmi menggunakan OLPC-Linux seperti Peru, Uruguay, dll akan bergolak karena OLPC dianggap menyebabkan kebingungan di kalangan pendidik/tutor dan pengembang aplikasi. Namun Negroponte berkilah hanya akan menempatkan Windows sebagai langkah pemasaran OLPC ke negara yang telah resmi menggunakan Windows dalam kurikulumnya seperti Mesir.

Memang kontroversial si Negroponte ini. Tapi mungkin dia ada benarnya juga.

Mengenai XO-2 direncakan akan memiliki fitur dan wujud yang jauh lebih maju daripada XO-1 dengan harga yang jauh lebih murah. Hal ini tentu mengundang respon negatif dari pasar XO-1 karena 600.000 order telah dilakukan dan menanti pengiriman. Mereka tentu berpikir menghadapi situasi nasi telah menjadi bubur.

XO-2 didesain mengkonsumsi daya 1/3 lebih hemat, tanpa keyboard mekanis (diganti keyboard layar sentuh), dan berukuran lebih kecil dari XO-1. Direncanakan bisa berfungsi seperti e-book, laptop, dan meja sentuh/flat. Selain itu produk ini juga akan memliki layar lebih besar daripada pendahulunya karena posisi keyboard virtual bisa berubah sebagai layar juga. Ide bagus. Sedangkan fitur kamera dan MESH networking juga akan dipertahankan.

Bagaimana dengan Indonesia ? Saat ini pemerintah masih belum berada pada posisi membeli atau menolak OLPC. Mungkin masih ada masalah anggaran pendidikan. Jika tahun 2010 anggaran pendidikan sudah bisa 20 persen, mungkin bisa dipertimbangkan untuk XO-2 ?

Beberapa inisiatif telah dllakukan untuk menterjemahkan OLPC interface ke bahasa Indonesia. Dan ada inisiatif juga untuk membuat distro linux Indonesia khusus OLPC berbasis distro blankon.

Contoh Bisnis (sukses) dengan Open Source

Juli 14, 2008 1 komentar

Kami melihat contoh berikut ini adalah langkah yang natural

dari sebuah gerakan Open Source untuk membiayai dirinya

sendiri.

Interaksi antara komunitas dan vendor memungkinkan Ubuntu

untuk terus tumbuh dan membentuk “brand” yang bisa diterima

market.

Jadi meskipun masih ada yang gratis/free, namun seiring jumlah

pengguna yang membesar, maka “beban” pertumbuhan mulai

harus dibagi diantara sesama pengguna komunitas tersebut.

Ke depan, Ubuntu bisa menjadi contoh dari format bisnis Open

Source yang berhasil. Selain Om Google dan Amazon tentunya.

Baca juga : Bukti bisnis IT telah berubah

Berikut ini kutipan dari detik.net Jumat [11/7/2008]

Ubuntu Linux Hardy Heron 8.04 Resmi Dijual

Sebenarnya sejak 2006, juga sudah ada penawaran CD Ubuntu di toko online Amazon.com dengan harga USD 12. George menambahkan, mereka berencana untuk memperluas penjualan box Ubuntu ini ke jaringan toko yang lain. Semua itu dilakukan dengan alasan untuk menjangkau lebih banyak konsumen.