Arsip

Posts Tagged ‘pendidikan’

$12 Komputer !! (Rp.120.000,-)

Agustus 11, 2008 1 komentar

Baru saja selesai menulis tentang OLPC Laptop, ada info baru lagi. Kali ini berita tentang Komputer seharga 12 dollar.  Statusnya sama dengan XO-2 OLPC = masih development. Namun konsepnya menarik juga untuk didalami.

Pertama adalah mengenai ide pembuatannya yang datang dari lembaga yang sama dengan sekolah Negroponte dahulu yakni MIT (Masacuset Institut Teknologi). Jadi sekelompok lulusan fresh dari MIT yang sedang bertugas ke India, tepatnya kota Banglore, secara kebetulan melihat ada produk yang inuk eh unik dan menarik yakni sebuah Game Console yang langsung dicolokkan ke TV. Setelah diutak-atik oleh mereka, terbitlah ide untuk “meng Upgrade” game console ini menjadi komputer.

Gayung bersambut terkumpulah 6 orang dari berbagai disiplin ilmu yang akan meneruskan ide tersebut dalam project yang nyata.

Tugas mereka dalam 3 minggu terakhr ini adalah menambahkan RAM, WIFI-Internet, dan juga software khusus untuk project ini yang akan menambah fungsi “mainan” ini menjadi cukup sejajar dengan komputer desktop atau laptop.

MIT ni kayaknya gudangnya ide.

Hal kedua tentang penggunaan TV sebagai pengganti monitor. Kami melihat ini merupakan langkah yang cerdik khususnya jika dilihat dari sudut pandang edukasi anak. Dengan TV sebagai monitor maka tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pembelian monitor dan menjadikan TV sebagai alat belajar alih-alih menonton TV saja. DI Indonesia kami kira lebih dari 50% rumah tangga pasti memiliki TV.

Ketiga tentang spesifikasi game console itu sendiri yang berupa processor 8 bit, atau generasi awal komputer PC. Pemikiran kami adalah apakah sistem operasi modern seperti Windows dan Linux bisa dipergunakan di komputer ini ? Kami kira tidak. Jadi penggunaan komputer $12 dollar ini akan terbatas pada aplikasi yang didesain khusus untuk ini.

Keempat mengenai harga. Kami kira tidak akan semurah itu. Mengapa ? Karena ada tambahan hardware dan development software yang harus dibayar. Kalau harganya lebih dari XO-2 yang $75, bisa jadi project ini akan kesulitan berkembang.

Kelima, meski pertama ditemukan di India oleh team tersebut, namun ternyata Game Console murah tersebut ada tulisan di boxnya :

Iklan

$75 Laptop ! (Rp.700.000,-)

Agustus 9, 2008 Tinggalkan komentar

Setelah OLPC dengan XO-1 mengalami kenaikan harga menjadi $200 lebih dan menyebabkan perpecahan di dalam organisasi OLPC, maka Nicholas Negroponte mulai bergerak maju merencakan generasi kedua dari OLPC Laptop (XO-2) yang direncakan diluncurkan tahun 2010 dan per 10.000 unit akan berharga $75 perunit/ Rp.700.000,-. Masuk akal ? Mari kita tunggu saja.

Perbandingan ukuran fisik XO-1 dan XO-2 : (XO-2 sebelah kiri)

Versi XO-2 direncakan bisa dipasang sistem operasi selain Linux yakni Windows. Cukup menarik langkah ini karena pasti akan mengundang protes dan perpecahan baru di tubuh OLPC. Bagi pendukung Linux di dalam tubuh OLPC, membuka peluang mendidik anak-anak dengan Windows merupakan langkah kemunduran yang besar mengingat saat ini Linux sudah sangat user friendly dan merupakan sistem operasi gratis.

Meski bisa saja XO-2 dengan Windows dijual secara opsional, tak pelak kubu pendukung Linux-OLPC terutama dari negara yang telah resmi menggunakan OLPC-Linux seperti Peru, Uruguay, dll akan bergolak karena OLPC dianggap menyebabkan kebingungan di kalangan pendidik/tutor dan pengembang aplikasi. Namun Negroponte berkilah hanya akan menempatkan Windows sebagai langkah pemasaran OLPC ke negara yang telah resmi menggunakan Windows dalam kurikulumnya seperti Mesir.

Memang kontroversial si Negroponte ini. Tapi mungkin dia ada benarnya juga.

Mengenai XO-2 direncakan akan memiliki fitur dan wujud yang jauh lebih maju daripada XO-1 dengan harga yang jauh lebih murah. Hal ini tentu mengundang respon negatif dari pasar XO-1 karena 600.000 order telah dilakukan dan menanti pengiriman. Mereka tentu berpikir menghadapi situasi nasi telah menjadi bubur.

XO-2 didesain mengkonsumsi daya 1/3 lebih hemat, tanpa keyboard mekanis (diganti keyboard layar sentuh), dan berukuran lebih kecil dari XO-1. Direncanakan bisa berfungsi seperti e-book, laptop, dan meja sentuh/flat. Selain itu produk ini juga akan memliki layar lebih besar daripada pendahulunya karena posisi keyboard virtual bisa berubah sebagai layar juga. Ide bagus. Sedangkan fitur kamera dan MESH networking juga akan dipertahankan.

Bagaimana dengan Indonesia ? Saat ini pemerintah masih belum berada pada posisi membeli atau menolak OLPC. Mungkin masih ada masalah anggaran pendidikan. Jika tahun 2010 anggaran pendidikan sudah bisa 20 persen, mungkin bisa dipertimbangkan untuk XO-2 ?

Beberapa inisiatif telah dllakukan untuk menterjemahkan OLPC interface ke bahasa Indonesia. Dan ada inisiatif juga untuk membuat distro linux Indonesia khusus OLPC berbasis distro blankon.